Australia – Negara yang Nyaman tapi Mahal

Baca juga:

Australia… negeri seberang dari Indonesia. Tergolong cukup dekat, 4 jam terbang dari Jakarta, kita sudah bisa sampai Perth. 7 jam terbang dari Jakarta, sampailah di Sydney.

Australia – Negara yang Nyaman

Menurut survey PBB (United Nations) mengenai negara-negara dan kualitas hidup di dunia, Australia berada di urutan ke 2 setelah Norwegia. Bertahun-tahun, Australia selalu menempati posisi tinggi dalam survey ini. Sebagai patokan, Indonesia berada di urutan 108 di dunia. Survey ini didasarkan pada jenjang umur penduduk, kesehatan, rata-rata pendapatan, tingkat pendidikan, kebebasan politik, persamaan hak penduduk, dll.

3 bulan lamanya telah saya tinggal di Sydney, Australia. Menurut saya, memang negara ini sangat nyaman, bersih, dan aman. Gaji yang ditawarkan memang sangat tinggi, lebih tinggi dari gaji saya di London dulu. Flatmate saya orang lokal Australia, sewaktu dia kerja sebagai pelayan restoran sambil kuliah dulu, tarif 1 jam-nya 18 Dollar, belum termasuk tip. Sebagai gambaran, upah minimum di London per jam-nya 5.75 Pound (8 Dollar Australia).

Namun seiring dengan standar gaji di Australia yang tinggi, biaya hidup di Australia, khususnya Sydney juga lebih tinggi.

Australia itu Mahal

Beberapa waktu terakhir, Dollar Australia terus menanjak harganya. Dari sekitar beberapa tahun lalu, yang saya ingat harga 1 Dollar Australia = 7000 Rupiah, sekarang sudah di atas Dollar Amerika. Memang ini saat yang tepat untuk memiliki gaji dalam Dollar Australia. Namun perkembangan ekonomi yang terlampau cepat juga akan memiliki dampak negatif ke depannya. Misalnya ekspor yang berkurang, karena mahalnya produk dari Australia sehubungan dengan tingginya nilai tukar Dollar.

4 tahun lamanya saya tinggal di Eropa dan telah berkelana ke berbagai negara di sana, hanya Norwegia dan Swedia yang saya rasa setara mahalnya dengan Australia, khususnya Sydney. Kota-kota di Amerika sudah bukan bandingannya lagi.

Untuk rent, mungkin London masih mirip mahalnya. Namun untuk sembako, restoran, pakaian, dan tiket pesawat, Australia itu mahal. Sewaktu saya kerja di London, masih banyak sekali tempat-tempat makan siang dekat pusat perkantoran yang menjual porsi-an dibawah 5 pound (sekitar 7.5 Dollar Australia). Di Sydney, makan siang paling tidak akan menghabiskan 10 Dollar.

Kurangnya Kompetisi di Australia

Salah satu sebab harga-harga yang mahal di Australia adalah kurangnya kompetisi. Supermarket di Australia hanya 2 yang ukurannya paling besar, Woolworth dan Coles. Praktis merekalah yang menguasai dan mengatur harga pasaran.

Merk-merk baju di Australia, rata-rata hanyalah produk lokal. Misalnya Country Road, atau apa lagilah saya juga lupa. Bulan lalu Zara membuka toko perdananya di Sydney, dan sampai 2 minggu lamanya, pengunjung harus antri untuk memasuki toko ini. Karena memang harganya jauh lebih murah. Untuk perbandingan, coat / mantel saya di London, saya beli di toko TopMan, merk yang cukup eksklusif. Namun harganya hanya 65 Pound (dibawah 100 Dollar Australia). Di Sydney, saya sudah keliling-keliling toko, coat di sini rata-rata harganya 250-300 Dollar.

Untuk tiket pesawat, di Eropa kita bisa memilih pesawat-pesawat low budget seperti EasyJet dan Ryan Air. Tidak jarang saya membeli tiket pesawat seharga 5-30 Pound, untuk mencapai kota di negara lain. Saya tidak melebih-lebihkan, saya membeli tiket Oslo-London seharga 5 Pound. Teman-teman saya pernah membeli tiket seharga 1p (1 sen), untuk tiket yang dijual cepat untuk terbang di Minggu yang sama. Tentunya saya tidak bisa membeli tiket semacam ini karena harus mengurus visa dulu. Di Australia, tiket pesawat dari Sydney ke Melbourne dengan pesawat low budget seperti Tiger Airways dan Jetstar, paling murah 100 Dollar.

Kebetulan Flatmate saya baru pulang dari San Francisco untuk training pekerjaan selama seminggu. Dia membawa 1 koper kosong dari sini, dan sepulang dari sana koper ini terisi penuh barang belanjaan. Amerika sudah tergolong murah untuk ukuran Australia. Dia bilang makan di restoran di San Francisco, harganya bisa hanya sepertiga sampai setengah harga makanan di Sydney.

Australia Jauh dari Mana-mana

Keuntungan tinggal di Australia dari mata orang Indonesia, adalah dekatnya jarak untuk pulang ke rumah. Ini jika dibandingkan dengan Amerika, Eropa, atau Afrika. Namun keuntungan ini menjadi tidak relevan lagi menurut saya, karena hal-hal berikut:

  • Tiket pesawat yang mahal
  • Jumlah cuti yang sedikit

Harga tiket pesawat dari Sydney ke Jakarta pulang pergi adalah sekitar 700-an Dollar Australia. Bisa sih lebih murah memakai pesawat low budget, namun untuk perjalanan 7 jam, saya tidak sanggup deh ya untuk duduk tidak nyaman. Sebagai perbandingan lagi, tiket pesawat pulang pergi dari London ke Jakarta bisa seharga sama, semurah 450 Pound.

Jumlah cuti standar di Australia, hanyalah sebanyak 20 hari. Untuk anda yang membaca blog ini dari tanah air, mungkin anda kaget. 20 hari cuti itu bukannya banyak? Untuk standar Eropa, 20 itu tidak ada artinya. Jumlah cuti saya di Inggris dulu sebanyak 26 hari. Namun dibandingkan dengan Amerika yang standar hari cutinya hanya 10-15 hari setahun, Australia masih tergolong enak.

Dengan mengemukakan hal-hal ini, saya rasa dekat secara geografi ke Indonesia jadi kurang terasa nilainya.

Kesehatan

Jika anda warga negara Australia, atau memiliki visa Permanent Resident, anda bisa memanfaatkan Medicare, semacam program kesehatan pemerintah dimana untuk berobat tidak dikenakan biaya apapun. Tetapi jika anda pelajar dari Indonesia, atau pekerja dengan visa kerja sponsor seperti saya, kita diwajibkan untuk memiliki asuransi kesehatan pribadi. Harganya yang saya lihat paling murah, kira-kira sekitar 80-an Dollar sebulan. Saya membayar asuransi yang harganya di atas 100 Dollar, karena saya ingin ter-cover untuk dental / gigi, dan beberapa pilihan lain seperti fisioterapi, dll.

Menurut saya hal ini agak aneh, karena pajak yang dikenakan oleh pemerintah di sini sangatlah tinggi. Saya kurang lebih membayar pajak sebesar 20-an persen, seperti yang saya bayar di Inggris dulu. Namun semua urusan kesehatan di Inggris (atau negara-negara di Eropa barat pada umumnya) gratis total, kecuali untuk dental. Jadi, uang pajak yang saya bayarkan itu lari kemana semua?

Liburan ke Negara Lain

Untuk liburan ke negara-negara lain, harganya pun sangat mahal karena jarak yang jauh. Tiket pesawat pulang pergi ke New York dari Sydney, harganya 1800-2000 Dollar Australia. Tiket pesawat pulang pergi dari Sydney ke London adalah seharga 1700 Dollar Australia. Namun lucunya, tiket pulang pergi dari London ke Sydney harganya jauh lebih murah, entah mengapa.

Praktis keuntungan tinggal di Australia, hanyalah terasa jika kita ingin berlibur ke New Zealand, atau negara-negara kecil di Samudra Pasifik seperti Fiji.

Kesimpulan

Mohon maaf jika postingan saya kali ini agak terdengar ngedumel dan ngomel-ngomel. Karena sejak saya mendarat di Sydney, memang saya agak shock dengan harga-harga yang mahal di sini. Belum lagi sistem transportasi publik Sydney yang menurut saya agak primitif untuk ukuran kota internasional.

Sewaktu saya mendapatkan tawaran kerja di Sydney dengan imbalan gaji yang cukup tinggi, saya kira saya bisa banyak menabung. Ternyata ujung-ujungnya uang yang bisa saya tabung, tidak sebanyak yang saya perkirakan.

Dengan omelan-omelan saya di atas, tetap saya berpendapat bahwa Australia adalah tempat yang nyaman dan enak, terutama jika anda ingin settle down, berkeluarga, dan mempunyai anak. Namun jika anda masih muda, dan masih ingin keliling dunia untuk jalan-jalan, atau hidup gila-gilaan, Australia bukanlah tempat yang tepat.

Silahkan putuskan sendiri jalan hidup anda :)

Andryo Haripradono

About Andryo Haripradono

Andryo Haripradono is an Online Marketing Consultant specializing in SEO (Search Engine Optimization), Web Analytics and Conversion Optimization with UK, European, Australian, New Zealand and Asia Pacific market experience. This is his personal blog where he writes about life, passion, travel, music and the digital industry.
This entry was posted in Australia and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

92 Responses to Australia – Negara yang Nyaman tapi Mahal

  1. DAN says:

    Ehm, komentar kedua di blog ini. Saya kebetulan pernah seminggu ke Sydney untuk meliput peluncuran Ford Ranger terbaru. Dan yang saya rasakan kira-kira sama :gila, Sydney mahaal sekali untuk apapun.

    Makan di gerai makanan standar di dalam mal bisa habis Rp130 ribu. Dan waktu kita (berempat) makan di Sydney Fish Market, habisnya sampai Rp1,3 juta. gila banget. Apalagi waktu naek taksi, mata ini melotot liat argonya yang rasanya per meter kita kena charge Rp5000 hahahaha.

    Waktu ke Bondi beach, cuma melotot karena pantainya cuma seupil. Padahal heboh banget ada acara di Discovery Travel n Living soal lifeguard di sana. wkkwwk.

    Kita sempat tur pake taksi yang dirupiahkan bisa Rp3 juta, padahal turnya cuma 4-5 jam saja. Sopir taksinya sempat bawa kita ke kompleks perumahan mewah yang katanya 1 rumah bisa mencapai USD20-40 juta. Padahal di Amerika Brad Pitt beli rumah mewah aja cuma USD10 jutaan. :D

    Karena itu saya pikir Sydney sangat overrated. hehehe.

  2. Andryo says:

    Haha gila taksi 3 juta, kalo di Jakarta bisa sampe ke Bandung kali tuh.

    Saya setuju Mas, overrated. Sistem transportnya yang saya sangat tidak puas. Harga juga mahal semua, nabung jadi sulit :p. Namun sebenarnya nyaman sih, dan sangat relaks. Pantai dimana-mana, kotanya aman, dll. Buat pengalaman lumayan lah…

    A

  3. Cun says:

    Senang bisa membaca, cerita anda. Sepertinya lebih terasa membumi. Kebetulan memang itu yang ingin saya tahu.

    Thanks

  4. witharadia says:

    wah saya lgsg menciut mau kesana, setelah baca ni artikel n coments,
    saya mau sekoah sambil kerja disana, tp harus ngiriiitt bgt ya kayag nya..

  5. Rosi says:

    Sydney mmg muaahhaaal bgtss…. Mgg lalu sy ke sana. Parkir di gedung kena 35 dollar atau setara 300m ribuan…. pdhl gak sampe 2 jam…… Huuuaaaa. Sependapat…kotanya sangat nyaman…..tamannya indah2 dan terawat.

  6. oLiv says:

    Thanks for your posting, it gives much info!
    Lagi bikin plan buat ke Aussie tahun depan nih, alasan utamanya karena mau main ke tempat tanteku yang sejak 20tahun lalu merid sama orang sana. Jadi yah sekalian aja bikin rencana holiday kliling Oz (sambil kerja kalau bisa=))

  7. Yassaroh says:

    waahh,,,, gitu ya…. tapi penasaran nih…
    klo mau ngelanjutin study ke Sydney,,, ada saran2 gak biar bisa ngirit hdp di sana?

  8. Senny Achdiats says:

    hallo senang baca blognya .
    Saya senny .
    Pengen bgt deh homestay disana sambil nyoba”in part timenya .
    tapi masih bingun harus cari informasi kemana .
    bisa bantu ?

    thanks :)

  9. Andryo says:

    Pasti ada sih cara untuk hemat. Share room, selalu masak dan makan di rumah, jalan kaki ke mana2 (Sydney kecil), dll. Yah pinter2nya aja.. :)

  10. Andryo says:

    Senny,

    Homestay maksudnya sambil belajar kah? Bisa mulai dengan cari kampus atau sekolah, atau program kursus singkat. Lalu apply sekolah dan visa.

    Salam.

  11. Duan says:

    Hi Andryo :-)

    wah terima kasih sekali, gak hanya sangat informatif dan ‘membumi’ seperti kata comment di atas, tapi juga sangat menarik dan sangat memancing rasa ingin tau lebih lanjut ttg Benua Wallaby itu.. eh salah ding.. Benua Kangguru maksudnya.. Ada teman ngedadak minta saya ke Sydney. Saya kelimpungan juga, harus cepet2 urus visa, nguplek2 internet berharap dapet tiket murah, mana KTP barusan hilang lagi (norak jg imigrasi Aussie ini; masak urus visa pake minta KTP dan KK segala.. Jangan2 Duta Besar nya dulu pernah jadi Ketua RW di Kampung Bojong Kenyot kali yaa..)

    my salaam,
    duan :-)

  12. Andryo says:

    Hahaha ketua RW. Have a good trip!

    Andryo

  13. jos says:

    berarti emang serba mahal ya…..yang katanya kawasan elit/darling point aja rumah2nya biasa2 aja,ga terlalu wah bila dibanding dengan beverly hillnya LA

  14. Luthfi says:

    wah saya langsung keder dan agak nelan ludah abis baca artikel ini. huehehe…

    tapi apa yg mas ceritakan ini bisa saya generalisasikan utk kota2 besar di ausie? saya ada rencana relokasi ke perth, dapat tawaran dari kantor. apakah di perth juga semahal sydney? dan senyaman sydney kah?

    keputusan saya pindah sih buat nambah wawasan saya dan keluarga (terutama anak2) sekalian juga saving per bulan (ini yg musti saya hitung dulu dgn cermat). mohon infonya mas. trims…

  15. Andryo says:

    Halo Mas Luthfi,

    Harusnya sih Sydney lebih mahal, lalu diikuti Melbourne. Tapi untuk barang2 umum (groceries etc) sepertinya harganya mirip.

    Terakhir saya ke Perth udah beberapa tahun yang lalu, jadi sudah agak lupa hehe.

    Salam.

    Andryo.

  16. Andryo says:

    Maaf kelupaan…

    Nyaman mungkin tergantung tiap orang. Apakah arti kenyamanan buat kita? Public transport Sydney lebih maju. Keamanan mungkin mirip. Tapi Perth gak ada apa2an Mas, cuma ada alam aja hehe. Sydney dan Melbourne lebih “happening” :p.

  17. Bambang says:

    Mas Andryo,
    Thanks a lot, sharing pengalamannya bermanfaat buanget.
    Kalau Brisbane atau Adelaide kira2 gimana ya?

  18. Andryo says:

    Terima kasih Mas Bambang.
    Harusnya 2 kota itu sih lebih murah. Tapi yah secara umum memang Australia lebih mahal sekarang.
    Untuk rent sih pasti jauh lebih murah dari Sydney.
    Salam

  19. Dani says:

    kak…….gimana caranya agar bisa memiliki pendidikan di luar negri?

  20. Andryo says:

    Dani,

    Agar bisa memiliki pendidikan di luar negeri, yah sekolah di luar negeri. Belum tentu juga pendidikan di luar negeri lebih baik dari dalam negeri. Semua tergantung sekolah dan kurikulumnya.

    Salam.

  21. Andita says:

    Andryo,

    Bener juga ya, ternyata kalo dibandingkan sama Eropa sih Australia masih kalah enak. Tapii, kalo dibandingkan dengan di Indonesia ya Au jelas jauh lebih enak. Hehehe. Kebetulan saya udah 6 thn tinggal di Perth, dari sekolah bachelor smp akhirnya sekarang kerja di government. Selama ini sih untuk pulang pergi perth-jakarta nggak masalah (soalnya lumayan sering dapet harga promo jetstar yang cuma $300 return :D – 4 jam masih sanggup naik budget airlines, tapi kalo 7 jam ya nggak kuat sih, hehe).

    Untuk harga makanan, disini masih ada kok yg $5 porsi lunch – walaupun ngantri nya 30 menit sendiri. Soal commuting juga beda jauh sm di Jakarta yg hrs spend berjam-jam di jalan cuma karena macet. Intinya saya sangat happy kerja disini. Dan pertimbangan utama lainnya, walaupun jauh dari orang tua tapi saya nggak terlalu khawatir, karena flight perth-jakarta itu available setiap hari (baik yg direct maupun via bali) jadi kl sewaktu2 saya hrs pulang mendadak ya nggak masalah.

    Pengeeen banget sebenernya ngerasain kerja di Eropa. Tapi kalo mikir nggak bisa pulang indo kalo ada sesuatu yg emergency, nyali langsung ‘ciut’ deh. Hehehe..

    Just my 2 cents :)

  22. Donny says:

    Salam Mas,

    googling2 akhirnya kesini.
    Mau curhat dikit ya. Client freelance nawarin untuk kerja project di sydney kurang lebih cmn 6 bulan dgn fee per bulan 4000-5000. Perpanjangan, dilihat dari performance nanti.

    Keadaan saya skr, gaji permanen di jakarta dgn gaji 10jt/bulan. status msh single. layak kah saya pindah..?? tp klo saya baca blog diatas, kok jd ga pengen kesana :(

  23. Andryo says:

    Hello Donny,

    Gaji 4,000-5,000 sudah cukup bgt untuk di Sydney. Tax kira-kira 20%, bisa beda tergantung jenis visanya. Gaji segitu nyaman sekali kok mas.

    Pekerjaan 10 juta per bulan… nanti misalnya di Sydney cuma 6 bulan lalu balik ke Jakarta, bisa kerja di tempat yang sama lagi kah? Kalo nanti repot cari kerja lg, susah juga.

    Kalau nanti ke Sydney, visa yang dipegang visa apa? Jangan sampai memakai visa yang salah, nanti malah timbul masalah baru.

    Untuk layak atau tidak, yah tergantung banyak faktor. Seberapa besar kesempatan untuk kerjanya diperpanjang, atau kalau tidak nanti balik ke Jakartanya.. Hehe saya bingung juga jawabnya.

    Salam.

  24. Rosi says:

    wah seru dgr ceritanya di blog ini =)
    klo boleh minta alamat emailnya donk mas, biar bs curhat2.
    gmn caranya mencari pekerjaan disana klo education kita gak tinggi ?

    terima kasih

  25. arie h says:

    salam mas,

    akhirnya nemu juga postingannya
    kebetulan tahun depan saya ditawarkan untuk mengambil profesi spesialis di sana, kira-kira biaya hidup minimal kalau misalnya saya tinggal berdua sama istri berapa ya mas?
    trus kalo misalnya kita ngambil part-time job, kira2 kita dapat berapa?
    biar bisa dipertimbangkan gitu mas,hehe

    terima kasih

  26. widya smile says:

    kek begini dibilang boring life? hahaha *ketawa spongebob*
    ane aja pengen hidup semacam ini *dodol kah?*

  27. Andryo says:

    Rosi,
    Coba apply working holiday visa, lalu ke Australia untuk cari kerja langsung di sini.
    Salam.
    Andryo

  28. Andryo says:

    Halo Mas Arie,

    Saya kebetulan baru menulis blog post tentang standar gaji di Australia. Silahkan dilihat di sana untuk gaji.

    Biaya hidup minimal tergantung kota dan gaya hidup banget sih sebenarnya. Studio apartment di Sydney sekitar 280 – 350 dollar per minggu, 1 bedroom apartment sekitar 300 – 500 dollar per minggu. Makan siang rata-rata 7-12 dollar.

    Part time kalau di tempat yang genah (bukan ilegal) bisa dapat sekitar 15-22 dollar per jam.

    Semoga membantu Mas.

    Salam.

    Andryo

  29. Dominikus says:

    info kerja di perkebunan sayur di kota SALE, 3 jam dari Melbourne. Gaji 13 AUD/jam. Syarat utama: Visa dan fisik yang kuat. More info call 0817100382.

  30. sagitarius says:

    salam Mas,
    saya mau nanya nih..
    saya dan teman saya mau bekerja di australia
    kira2 ada lowongan kerja gak di sana untuk yang pendidikannya rendah..?
    trus kalo pelayan di restoran atau kafe pendidikan minimalnya apa,persyaratannya apa aja dan berapa gaji rata2 ?
    trus apa aja yang perlu dipersiapkan ?
    Mohon informasinya.Trims

  31. sagitarius says:

    salam Mas Andryo,
    sebaiknya visa apa yang dipakai untuk yang belum ada kepastian mau bekerja apa di luar negeri ? Dan mohon infonya Mas kalau ada lowongan sebagai pelayan di restaurant atau kafe..terima kasih

  32. henny says:

    salam mas,
    gimana cara mencari kerja di australia ? trims

  33. Andryo says:

    Sagitarius, Henny,

    Lowongan pasti ada, bisa saja kerja di cafe, restoran, toko. Gak perlu pendidikan, biasanya asal bahasa inggrisnya cukup saja, dan memang boleh bekerja (visa kerja).
    Gaji minimum 15 dollar per jam – Baca di http://www.andryo.com/blog/standar-gaji-di-australia/.

    Visa working holiday bisa. Kalau visa turis tidak boleh bekerja. Visa student boleh bekerja max 20 jam per minggu.

    Cara cari kerja bisa apply ke toko2, cafe2, restoran2, sebarin CV aja yang banyak. Di negara manapun sepertinya sama caranya :)

    Salam.

  34. tije says:

    dear mas Andryo,

    kalau sekolah/kursus di merlbourne dg biaya selama sesion awal (kursus + akomodasi, etc) bawa bekal dari indo (misal 3 bulan), trus buat nglanjutin kursus berikutnya n memperpanjang masa tinggal bisa ndak dibiayai dari kerja part time kita disana? Saya berencana pake visa student. Oya, temen nawarin tinggal bareng 1 rumah (saya nempatin 1 kamar sendiri-red) di merlbourne AUD 400/month murahkah? thanks 4 u’re sharing…

  35. Andryo says:

    Tije,
    Pertanyaannya agak sulit dijawab.
    Ngelanjutin kursus berikutnya dan memperpanjang masa tinggal, biayanya bisa di cek di website imigrasi Australia. Untuk bisa atau tidak dibiayai dari kerja part time, tergantung pekerjaan dan gajinya. Gaji minimum di Australia adalah sekitar 15 dollar per jam. Dengan visa student, hanya bisa bekerja maksimum 20 jam seminggu.
    400 dollar per bulan mungkin bisa dibilang murah, tapi coba dicek dulu daerahnya, dan bentuk kamar & rumah nya dulu.
    Salam.
    Andryo

  36. santi says:

    Thanks bgt ya mas atas infonya. Maaf mas, mau nanya, kalo mau cari visa working holiday tu biasanya berapa biayanya ya? trus apa benar didalam rekening kita harus ada saldo minimal 100 juta?……………. O ya nanya lagi, daerah daerah yang ada perusahaan perkebunan tu Aussie bagian mana aja ya mas?..

    Maaf ya mas, tanya nya buanyak…. Hehehe…. Matur nuwun lho mas…. balasannya aq tunggu, puenting…

  37. Mbak Santi, bisa di cek di website imigrasi Australia.
    Daerah mana pun pasti ada usaha perkebunan Mbak, tapi agak di luar kota mungking.
    Salam.

  38. Rizky Rahayu says:

    Dear Mas Adryo..

    Saya pernah konsultasi ke agent, untuk kerja di OZ katanya bs pk visa student..trus kira2 susah ga ya cari krj disana??karna sebenarnya tujuan saya ke OZ selain mencari suasana yang lebih nyaman tp cari duit jg..yang saya mau tanya gaji yang saya dapat dari kerja sambil kuliah itu bisa mencukupi biaya hidup disana ga ya??(By. Sewa+makan+transport+By.sekolah untuk semester depan)…thx

  39. danny says:

    lam knal mas. Saya dulu pernah di sydney, msh single dan masuknya jg pake student visa. emang bener tuh kota comfort banget. sy lg planing untuk bisa pindah ke sydney dgn keluarga. apakah mungkin kalau sy sekolahkan anak ke sydney trus setelah si anak berangkat, orang tuanya berangkat juga kesana pake working holiday visa untuk kemudian berusaha cari kerja di sydney jg dan kalau posible also looking for pr? apa benar untuk student visa ada batasan usia? karena ada beberapa agent di indo yg msh menawarkan. thx

  40. Rizky,
    Dengan visa student, maksimum diperbolehkan bekerja 20 jam seminggu. Namun banyak yang bekerja ilegal full-time.
    Cari kerja, tergantung bidangnya, segiat apa mencarinya juga. Untuk part time kerja di cafe atau restoran biasanya agak lebih mudah. Apalagi kalau sudah punya kenalan yang bekerja di tempat tersebut.
    Untuk gaji, bisa dibaca di post lain saya – http://www.andryo.com/blog/standar-gaji-di-australia/
    Beberapa teman saya bekerja ilegal fulltime sambil kuliah, bisa hidup lumayan nyaman, namun saya tidak menganjurkan untuk bekerja ilegal.
    Salam.
    Andryo

  41. Danny,
    Setahu saya visa student tidak ada batasan usia. Namun visa working holiday hanya bisa sampai 30 tahun.
    Salam.
    Andryo

  42. astrid says:

    hahaha….

    Jd ciut perasaan saya membaca artikel ini..
    padahal saya pengen sekali ke australia,, mencari pekerjaaan dan menemukan pasangan hidup… wkwkwkkwkw

    tp saya harus Optimis…

  43. Pingback: Rekor Muri untuk KBRI Australia | ambangbatas

  44. kheyrens says:

    Haha gila taksi 3 juta, kalo di Jakarta bisa sampe ke Bandung kali tuh. <— salah gan… dr jkt k bandung kalo naik taxi cuma 500rb…

  45. Murni says:

    Dear mas Adryo…..
    Senang dapat infonya, memang seh kalo negara maju semua sudah tertata dg baik, beda sekali dg di Indo makanya luar negeri sepertinya selalu menggiurkan utk yg punya rencana kesana terutama Sydney….. yg mau sy tanyakan apakah kesulitan di OZ, berpengaruh bagi mereka yg sudah permanen recident, atau citizent, krn ada bbrp teman disana sptnya betah di sydney dan kebanyakan gak mau balik ke indo, thank infonya

  46. Murni,

    Maksudnya kesulitan apa ya? Saya kurang mengerti pertanyaannya. Mahalnya? Harga barang atau biaya hidup ya sama aja untuk siapapun. PR atau citizen bisa dapat perawatan gratis, tapi mereka bayar dari pajak. Orang seperti saya yang pakai visa kerja, bayar asuransi kesehatan. Jadi ya jatuhnya agak mirip.

    Andryo

  47. Gaestro says:

    Mas, kalau kehidupan di daerah gurunnya sendiri bagaimana?
    Apakah lebih mahal daripada di Kota Sydney?

  48. Rhininta says:

    mas infonya menarik bgt,, jadi pengen curhat :D

    sua,i saya warga negara australia, tp dia dari lahir di Indonesia, kemarin sebelum menikah dia sempat pulang ke australia, krn saya sekarang sudah menikah dan sudah punya anak kami berencana untuk pindah ke australia,

    bagaimana menurut pendapat mas,,, apakah susah mencari kerja di australia, dan bagaimana nntinya kehidupan disana untuk saya dan anak saya, apakah nntinya di cover pemerintah ??

    mohon info n pendapatnya ya mas,

    thank u

  49. anne says:

    Mas Andryo. mau tanya kl mau ke sydney kerja pakai working holiday visa harus ada tabungan berapa kira2.dan kalau urus sendiri bisa gak ya dan nanti sampai di sana baru cari kerja gimana sebaiknya. tolong informasinya thanks

  50. Gaestro,
    Untuk gurun, saya baru pernah mendatangi Uluru / Ayers Rock. Di sana rata-rata lebih mahal, karena tidak banyak pilihan. Sementara di kota pilihannya ada banyak – makanan, tempat tinggal, dll.
    Salam.
    Andryo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>