Belum Waktunya – Pembuatan Video

By | 22 December 2010

Video Musik: Belum Waktunya


Andryo – Belum Waktunya di YouTube

Download MP3 Belum Waktunya gratis di andryo.com.




Lirik: Belum Waktunya

Pernah ku dengar cerita
Tentang seorang manusia
Yang selalu disakiti dan dibenci
Namun hidupnya trus jalan dan tak henti

Bandingkan dengan kita
Yang selalu bersembunyi
Dalam sebuah perlindungan abadi
Begitu banyak yang terlewat di sana

Mungkin kita semua harus
Merasakan pahit dunia
Sebelum kita bahagia
Dan jika kau belum temukan
Bahagia yang kau dambakan
Mungkin memang belum waktunya

Dan janganlah kau bersedih
Kita semua juga pernah
Merasakan apa yang kau rasa saat ini
Namun kita semua mencinta lagi

Tiada manusia yang
Tak pernah sakit hatinya
Semua bagian dari rencanaNya
Dan jika kau belum temukan
Bahagia yang kau dambakan
Mungkin memang belum waktunya

Mungkin kita semua harus
Merasakan pahit dunia
Sebelum kita bahagia
Dan jika kau belum temukan
Bahagia yang kau dambakan
Mungkin memang belum waktunya

Background Lagu

Lagu “Belum Waktunya” gua tulis sekitar awal tahun 2007, bercerita tentang perbedaan manusia yang menghalangi manusia itu untuk bahagia. Mungkin bisa lo kira-kira perbedaan apa yang gua maksud di sini. Ya udah gua kasih tau aja, agama. Emang berdebat tentang perbedaan agama gak akan ada habisnya. Bisakah pasangan hidup selaras, tentram, damai, bahagia, sejahtera, dengan agama yang berbeda?

Tentu buat setiap orang akan berbeda jawabannya. Yang pasti kita gak akan tau kalo belom dijalanin. Segi inilah yang membuat gua menulis lagu ini (pengalaman pribadi). Karena sebuah perbedaan yang mendasar, manusia kadang-kadang melewatkan sesuatu yang dipikirnya adalah hambatan besar. Padahal ada kemungkinan hal itu adalah kebahagian. Tapi inti moral dari lagu ini adalah jika kita belum menemukan kebahagiaan yang kita cari, mungkin memang belum waktunya. Saya tidak percaya dengan “soul-mate”, “meant to be”, atau “jodoh”. Menurut saya itu hanya ada di pikiran saja.

Video dan Cerita

Videonya sendiri berpesan tentang bagaimana kebahagiaan itu adalah sesuatu yang subjektif, karena bahagia adalah sebuah persepsi. 2 Manusia bisa memiliki segalanya yang sama, tetapi salah satu bisa lebih bahagia dari yang lain. Maka itu, bersyukurlah atas apa yang dimiliki. Karena menurut saya, bahagia dasarnya adalah rasa puas dan syukur.

Ceritanya adalah tentang 2 manusia (1 sih sebenarnya) yang berbeda profesi dan gaya hidup, tapi manakah yang lebih bahagia? Gua sendiri juga gak bisa jawab. Persepsi masing-masing aja, tergantung lo mau mendasarkan bahagia atas hal apa, uang, profesi, pasangan, dll.

Proses

Ketika gua mendengar kabar bahwa gua harus pulang dari London karena visa kerja gua agak sulit diperpanjang, gua berpikir untuk bikin video lagu-lagu gua. Mumpung gua masih di London dan kenal orang-orang film yang memang “senang” membuat project (baca: gratis). Dalam 1 bulan terakhir gua di sana, gua bikin 3 videoklip.

Teman dekat gua dulu di kampus, seorang sutradara film asal Taiwan, Roter Su, bersedia membantu gua dalam project ini. Roter sekarang bekerja sebagai dosen tamu dan staff di Universitas tempat saya kuliah dulu, sehingga dia mempunyai akses untuk meminjam alat-alat film. Kita memutuskan untuk memakai kamera SLR (Canon 5D) untuk video ini, karena menurut pengalaman, begitu kita ngeluarin kamera gede di tempat umum, biasanya didatengin polisi atau petugas lokal untuk menanyakan ijin.

Roter Su - memegang kamera

Roter Su – memegang kamera

Meeting nentuin ide dan cerita hanya berlangsung 2 kali, over coffee. Gua pengen videonya pake split-screen untuk menggambarkan perbedaan. Tadinya mau 1 orang sebagai business-man, 1 lagi jadi tukang koran. Tapi menurut dia agak terlalu extreme ya. Akhirnya dia menyarankan gimana kalo jadi tukang ngamen. OK juga idenya.

Emang dasar tuh orang pinter kali ya, menurut gua hasilnya cukup bagus dengan proses perencanaan yang minim. Tapi gua agak gak yakin dengan ide minum alkohol pagi-pagi buat si business-man. Tapi ya udah lah ya. Eh btw kalo lo belom ngerti, maksudnya si orang kaya itu merasa tersesat di kehidupannya, gak yakin sama pasangannya, dll. Yah bukan salah lo juga sih kalo lo gak ngerti, emang gua kagak bisa acting haha.

Maria

Maria

Nina

Nina

Aktris-aktrisnya juga modal minta tolong temen aja, kagak ada yang minta dibayar kok. Malah banyak orang yang ingin membantu gua bikin-bikin project video, apalagi yang kuliah-kuliah drama atau film, pada pengen bikin portfolio. Tapi gua pilih mereka soalnya mereka fotogenik, kagak seperti gua haha. Terima kasih Maria dan Nina atas bantuannya tanpa minta dibayar 🙂

Shooting dan Lokasi

Produksi hanya memakai 1 orang crew, memakan waktu sekitar 10 jam, yang terbagi dalam 3 hari.  3 Hari juga bukan hari yang penuh, karena waktu kita shooting udah agak semacam winter. Di UK kalo winter, baru terang jam 7 pagi, dan jam 4 sore dah gelap.

Lokasinya juga kagak pake planning yang genah. Banyak perubahan di hari-H karena hujan lah, terlalu ramai lah, jadi jalan-jalan aja dan kalo nemuin lokasi OK langsung shooting di situ.

Untuk peran musisi jalanan, gua beneran nyanyi dan teriak-teriak. Untung kagak di-usir dan di-denda. Karena street busking sebenarnya dilarang di sebagian besar borough di London, kecuali mempunyai ijin. Untuk mendapatkan ijin juga agak berat, harus audisi dll. Sewaktu shooting, gak ada 1 orang pun yang ngasih duit haha. Mungkin karena Roter bawa kamera dan tripod.

Post-Production

Editing memakan waktu sekitar 1 minggu. Roter kayaknya agak-agak semangat ngeditnya meskipun kagak dibayar. Thx mate! Setelah revisi beberapa kali kita berdua cukup puas dengan hasilnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *