Keliling Negara Swiss (Switzerland / Suisse / Schweiz / CH)

Inilah trip pertama saya keluar dari UK melewati perairan menuju daratan Eropa. Kebetulan kuliah saya sedang libur tengah semester. Beberapa bulan lalu saya pesan tiket pesawat London Gatwick – Geneva pulang-pergi seharga kurang lebih 65 pound dengan easyJet. Kebetulan saya memiliki teman lama yang sekarang tinggal di kota Montreux. Marcia kuliah perhotelan di sana.

Tentang Swiss

Swiss (bahasa Inggris: Switzerland – bahasa Jerman: die Schweiz – bahasa Perancis: Suisse – bahasa Italia: Svizzera – atau CH: Confoederatio Helvetica), adalah sebuah negara di Eropa Barat yang dikelilingi negara Jerman, Italia, Perancis, Austria, dan Liechtenstein. Bahasa yang digunakan ada 4, namun hanya 3 yang utama: Jerman, Perancis, dan Italia. Ketiga budaya ini pun yang memenuhi negara Swiss.

Bahasa yang dipakai, tergantung dimana letak kotanya. Di kiri bawah, dekat Perancis, maka bahasa yang dipakai adalah bahasa Perancis. Kota-kota yang memakai bahasa Perancis contohnya Geneva dan Lausanne. Ke arah atas, kota-kota seperti Bern dan Zurich memakai bahasa Jerman. Dan di kanan bawah, kota seperti Lugano menggunakan bahasa Italia.

Kadang saya berfikir bahwa negara ini tidak memiliki jati diri, karena budayanya hanya mengikuti negara-negara tetangga dan sifatnya yang selalu netral. Sifat netral ini pulalah yang membuat Swiss kaya, banyak orang meng-invest / menyimpan uang di bank-bank Swiss, berhubung negara ini tidak banyak tanya tentang asal usul kekayaan tersebut. Maaf atas pendapat saya ini. Mohon diberi pembenaran jika saya salah, lewat komen.

Selama seminggu di Swiss, saya membeli tiket terusan transport. Tiket ini bisa digunakan untuk kereta, bis, di seluruh Swiss. Untuk pelajar atau dibawah umur 26, tiket bisa dibeli setengah harga. Dengan tiket ini, saya sempatkan untuk pergi keliling negara Swiss ke Geneva, Lausanne, Vevey, Montreux, Ouchy, Bern, Zurich, Lucerne, Villeneuve, Chateau D’oex, Gstaad.

Kota-kota di Swiss yang saya datangi

Kota-kota di Swiss yang saya datangi (pin kuning)

Menurut saya, kota-kota di Swiss tidaklah terlalu istimewa. Jika anda ingin melihat kota-kota di Eropa yang spektakuler, mungkin lebih tepat untuk pergi ke London, Paris, atau Berlin. Namun yang sangat luar biasa dari mata seseorang asal negara tropis adalah pegunungan Alpen. Indah seperti Surga (hehe agak melebih-lebihkan mungkin).

Geneva

Geneva berada di perbatasan Swiss dan Perancis. Marcia menjemput saya di airport Geneva. Kami sempatkan jalan-jalan di kota ini. Geneva terkenal dengan kantor PBB / UN (United Nation), dan juga markas CERN (Organisasi Penelitian Nuklir Eropa). Kota ini sejujurnya agak membosankan, tidak banyak yang bisa dilihat di sini.

Lucu juga, saya melihat sebuah kafe unik di sini. Anda mungkin sudah familiar dengan nama cafe Central Perk. Ya benar, itu adalah cafe franchise dari film seri komedi “Friends”, tempat Ross, Chandler, Joey, Monica, Rachel, dan Phoebe suka berkumpul.

Central Perk Cafe di Geneva

Central Perk Cafe di Geneva

Hal yang juga cukup unik di Geneva adalah air mancur di danau Geneva.

Air Mancur di Danau Geneva

Air Mancur di Danau Geneva

Vevey – Kantor Pusat Nestle

Kami tidak menghabiskan waktu terlalu lama di Geneva. Setelah jalan-jalan sedikit, kami melanjutkan perjalanan ke Vevey. Vevey terkenal sebagai kantor pusat Nestle. Vevey adalah kota kecil. Beberapa jam saja kita sudah bisa melihat isi kota Vevey.

Montreux

Montreux, tempat Marcia tinggal adalah juga sebuah kota yang sangat kecil. Namun dari stasiun kereta Montreux, kita bisa pergi ke atas pegunungan Alpen, sehingga kota ini adalah salah satu pusat turis, sebagai gerbang / hub ke pegunungan Alpen.

Lausanne – Museum Olimpiade

Lausanne terkenal dengan Museum Olimpiade nya. Kami sempatkan untuk datangi museum ini. Di Museum Olimpiade, cukup tertebak apa saja isinya. Kita bisa melihat sejarah olimpiade, banyak film-film juga yang bisa kita lihat tentang kejadian-kejadian penting selama sejarah olimpiade.

Museum Olimpiade Lausanne

Museum Olimpiade Lausanne

Dari Lausanne, kita juga bisa jalan sedikit untuk mencapai sebuah kota kecil lain bernama Ouchy. Di Ouchy kita bisa melihat dermaga, dengan kapal-kapal yacht yang diparkir di sana.

Bern – Ibukota Swiss

Berhubung kami memiliki tiket terusan seluruh Swiss, agak konyol mungkin, tapi kami selalu mampir kota-kota yang kami lewati. Misalnya kami sedang ke arah Zurich, di tengah perjalanan kereta melewati kota lain yang sepertinya unik, kami turun dan menyempatkan untuk makan atau minum-minum kopi di kota tersebut. Seperti yang kami lakukan di Bern.

Bern adalah ibukota Swiss, dengan penduduk ke-empat terbanyak di Swiss. Bentuk kotanya seperti layaknya kota-kota Jerman, gedung-gedung yang terlihat kokoh dan kaku.

Bern - Ibukota Swiss

Bern - Ibukota Swiss

Zurich

Zurich adalah kota terbesar di Swiss, pusat finansial dan bisnis yang maju. Banyak perusahaan dan bank yang kantor pusatnya di Zurich karena tarif pajak yang cukup rendah. Sebagai informasi, pembalap asal Inggris – Louis Hamilton sekarang berdomisili di Swiss untuk menghindari pembayaran pajak yang lebih tinggi di Inggris.

Menurut survey, Zurich beberapa kali terpilih sebagai kota dengan kualitas hidup paling tinggi di dunia, dan juga adalah kota terkaya di Eropa.

Kotanya cukup indah, dengan adanya beberapa pusat air, Danau Zurich dan Sungai Limmat. Transportasi di Zurich mudah dan nyaman. Kota yang enak sekali menurut saya.

Kota Zurich

Kota Zurich

Pusat kotanya modern, dengan fasilitas-fasilitas yang canggih. Namun juga ada bagian kota tua / old town, bagian yang sangat indah menurut saya.

Swiss – Pusat Coklat

Negara Swiss tentunya juga terkenal dengan coklat. Banyak toko-toko kecil yang menjual coklat di sini, dengan pilihan macam yang banyak sekali.

Toko Coklat di Swiss

Toko Coklat di Swiss

Pegunungan Alpen di Swiss

Inilah yang menurut saya hal paling penting untuk dilihat di Swiss. Cobalah untuk naik ke atas pegunungan Alpen di Swiss, kunjungi desa-desa kecil di sana. Kami mendatangi beberapa desa dan kota di Alpen seperti Chateau D’oex dan Gstaad. Gstaad adalah kota kecil yang kaya (menurut teman saya yang berasal dari Swiss).

Perjalanan ke Pegunungan Alpen

Perjalanan ke Pegunungan Alpen

Pemandangan dari Kereta

Pemandangan dari Kereta

Saya bingung menjelaskan dengan kata-kata betapa indahnya pegunungan Alpen. Kebetulan saya datang di bulan Februari (musim dingin), Tempat-tempat ini dipenuhi dengan salju, yang menurut saya menambah keindahannya (mungkin karena saya dari negara tropis).

Pegunungan Alpen

Pegunungan Alpen

Pegunungan Alpen

Pegunungan Alpen

Gstaad - Alpen - Swiss

Gstaad - Alpen - Swiss

Penutup

Swiss adalah negara yang nyaman. Level ekonomi di sini sangat tinggi di dunia, bahkan dibandingkan dengan negara-negara Eropa barat lainnya. Kualitas hidup juga sangat tinggi. Untuk travel, usahakan untuk melihat pegunungan Alpen, karena inilah yang menurut saya paling indah di Swiss. Meskipun Zurich, Bern, dan Geneva juga enak dilihat, namun tidaklah sangat istimewa dibandingkan kota-kota lain di Eropa.

Andryo Haripradono

About Andryo Haripradono

Andryo Haripradono is an Online Marketing Consultant specializing in SEO (Search Engine Optimization), Web Analytics and Conversion Optimization with UK, European, Australian, New Zealand and Asia Pacific market experience. This is his personal blog where he writes about life, passion, travel, music and the digital industry.
This entry was posted in Travel and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

7 Responses to Keliling Negara Swiss (Switzerland / Suisse / Schweiz / CH)

  1. Yusuf says:

    Great…
    Artikelnya bagus sekali mas.
    Do’akan saya bulan juni ini untuk bisa kesana.

    Mau tanya mas, keseluruhan biaya PP berapa ya kalau 3 hari disana.
    Makasih.

    FB : Muhamad Yusuf Full
    Twitter : @Muh_Yusuffull

  2. Andryo says:

    Hallo Mas Yusuf,

    Saya waktu itu ke sana dah tahun 2008 Mas. Mungkin harganya udah banyak berubah. Secara umum Swiss memang agak lebih mahal dari negara Eropa lain. Waktu itu sih yang paling mahal transportnya, karena saya beli tiket kereta dan bis yang bisa dipakai di seluruh Swiss. Kalo gak salah sekitar 2.5 juta rupiah. Untuk nginep, saya numpang-numpang di rumah teman, jadi gak ngerti harga tarif hotel hehe.

    Selain itu makanan sekitar 150 sampai 250 ribu sekali makan di restoran. Kalau nginep di semacam hostel bisa masak sendiri, atau beli bahan di supermarket.

    Salam.

    Andryo

  3. Hernita Yulianna says:

    Subhanallah keren banget!
    Waktu saya TK saya pernah dikasih cokelat dari Swiss, sejak itu saya penasaran dan ingin sekali kesana. Tapi sampai sekarang belum terwujud. Semoga secepatnya saya bisa punya pengalaman seperti Mas Andryo. aamiin :)
    Terimakasih, postingannya menarik sekali.

  4. tommy sentoso says:

    bro ane konsultan pariwisata banyak tamu2 gw nanyain swiss,gw mau nanya ne,swiss tempat kuliner paling asyik itu di kota mana yh? n makanan khas y dsana apa? makasih bro sebelumnya

  5. dita floresyona says:

    waahhh seru sekali mas pengalamannya,

    saya dan teman-teman berencana k swiss liburan akhir tahun ini, mau tanya tentang tiket terusannya itu, link untuk beli tiketnya mas,

    terima kasih banyak

  6. Dita,

    Seingat saya tiketnya bisa dibeli di loket loket di station. Gak perlu beli lewat internet.

    Salam.

    Andryo

  7. puput says:

    waaaahhh.. mupeng tingkat internasional mas.. pertama kali pny impian ke negara swiis wkt liat acara jelajah di Trans TV. indaaahhh bgt pemandangan di lihat dr kereta.. pengen bgt kesana. hanya keajaiban yg bs mewujudkannya.. (berkhayal)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>