Kerja di London – Industri Media dan Advertising

By | 15 June 2010

Kerja di Eropa adalah sebuah pengalaman yang sangat berharga. Hak-hak pekerja di sini sangatlah dilindungi. Mulai dari jam kerja yang manusiawi, hari cuti sangat banyak, gaji yang cukup, dan perlakuan yang adil. Tapi tentunya hal ini bergantung juga pada industri dan perusahaan tempat kita bekerja. Yang akan saya ceritakan adalah pengalaman saya spesifik bekerja di perusahaan saya.




Kerja di London, bidang media dan advertising

Saya bekerja di bidang online advertising, di sebuah agency internasional yang mempunyai kantor di lebih dari 80 negara. Kantornya terletak di tengah kota London, hanya beberapa menit jalan kaki dari pusat-pusat turistik terkenal seperti Trafalgar Square, Covent Garden, Soho, Leicester Square, dan Piccadilly Circus.ย Di area ini, begitu banyak perusahaan media, advertising, dan semacamnya, semua hanya berjarak beberapa menit jalan kaki. Anda bisa bayangkan setiap jumat di setiap pub yang berada di area ini, akan dipenuhi oleh praktisi-praktisi media.

Kantor Saya

Kantor Saya

Kantornya sungguh mengasyikkan. Design-nya futuristik dan open-space, memiliki fasilitas-fasilitas penting seperti tempat mandi yang nyaman (umumnya dipakai oleh pekerja yang menggunakan sepeda untuk transportasi ke kantor, seperti saya), bar dan lounge, meja biliar sendiri, tempat duduk-duduk dan ngopi, dan area istirahat. Kebanyakan pekerjanya seumuran saya, dengan rata-rata umur sekitar 24-35 tahun.

Suasana yang Internasional dan multi-kultur

London sangatlah multi-kultural. Warga kota ini sudah sangat terbiasa dengan keadaan internasional. Misalnya sewaktu saya kuliah, di kelas saya dulu, orang Inggrisnya hanya 3, sisanya dari seluruh Eropa dan dunia.

Departemen saya berjumlahkan 20 orang, dan asal para pekerjanya antara lain Inggris, Irlandia, Scotlandia, Jerman, Spanyol, Italia, Afrika Selatan, Yunani, dan saya dari Indonesia. Saya terdengar agak nyasar mungkin ya hehe. Tapi ini sangat normal untuk di London.

Makan siang tim

Makan siang tim

Karena account-account kami berasal dari beberapa pasar di Eropa, kami masih selalu mempekerjakan pegawai lepasan dari negara-negara lain, misalnya untuk menulis atau mengurusi social media dalam bahasa asing.

Benefit – Pengobatan, Asuransi, dll

Seperti umumnya negara-negara Eropa barat yang tergolong maju, pengobatan diberikan gratis untuk penduduknya. Ya betul, jika kita pergi ke dokter atau rumah sakit, kita tidak membayar apa-apa (kecuali praktek-praktek privat). Jika kita perlu membeli obat, kita hanya perlu membayar administrasinya saja. Semua obat berharga sama. Obat pusing dan obat sakit jantung harganya sama (saat ini 6 pound). Tapi hal ini tentunya datang sejalan dengan pajak yang tinggi.

Selain pengobatan gratis ini, kantor saya juga menyediakan tambahan asuransi privat, asuransi jiwa dan kecelakaan, gratis periksa mata dan kacamata, 50% discount gym (fitness), pinjaman untuk membeli sepeda (pemerintah kota London sedang sering-seringnya mengalakkan “bike to work”), discount produk Apple, dll.

Jatah Cuti

Inilah subjek kesukaan saya. Untuk tahun pertama, saya memiliki jatah cuti 25 hari, tambah 1 hari ulang tahun. Saat ini adalah tahun kedua saya, sehingga jatah cutinya bertambah jadi 26 hari. Cuti ulang tahun tidak bisa dipindahkah, kecuali jika jatuh pada hari weekend.

Jumlah ini memang terdengar sangat banyak, tetapi teman-teman saya yang bekerja di Jerman mempunyai jatah cuti 28 hari. Di Perancis bisa 30. Teman saya yang bekerja di Norwegia mempunyai jatah cuti 35 hari. Bukan main.

Gaji dan Pajak

Saya hanya akan membahas standard gaji untuk industri saya. Di bidang media, fresh-graduate rata-rata memperoleh sekitar 20-25 ribu pound setahun. Manager memperoleh sekitar 30-50 ribu pound setahun.

Pajak di Eropa sangatlah tinggi. Di Inggris, pajak progresif berkisar dari 20-50%.ย Untuk kasus saya, setiap bulan saya membayar lebih dari 500 pound untuk pajak.

Gaji 20 ribu akan mendatangkan sekitar 1300 pound (bersih) sebulan ke account, dan gaji 25 ribu akan mendatangkan sekitar 1600 pound sebulan.

Naik gaji bukanlah hal yang definit. Jika kita pintar-pintar meminta dan bisa membuktikan bahwa kita sangat berharga untuk perusahaan, kita bisa saja meminta naik gaji kapan pun, dan bisa saja dinaikkan begitu saja.

Kehidupan Sosial

Seperti layaknya kerja di bidang media di manapun, social life sangatlah aktif. Sebelum krisis ekonomi, setiap Kamis pasti ada sebuah media gathering / party / event. Tetapi sejak krisis, mungkin hanya ada setiap 2-3 minggu sekali. Dan event-event seperti ini identik dengan alkohol… banyak alkohol.

Suplai untuk rapat bulanan

Suplai untuk rapat bulanan

Rebutan minuman sebelum rapat

Rebutan minuman sebelum rapat

Event-event ini juga berbagai macam ragamnya. Mulai dari nonton bola bareng, pesta topi, turnamen dart, malam negara-negara tertentu (e.g. Greek Night), malam komedi (mengundang banyak stand-up comedian), Open Mic, dll.

Selain event-event resmi, sudah dapat dipastikan bahwa Pub adalah tempat yang sering dikunjungi. Rata-rata saya pergi ke pub bisa lebih dari 4 kali seminggu. Pulang kantor ke pub. Lunch kadang-kadang ke pub. Ngumpul sebelum pergi keluar malam, ke pub. Gak ada kerjaan, ke pub.

Suplai untuk piknik kantor

Suplai untuk piknik kantor

Kantor saya mempunyai misi untuk menjadi “the best company to work for”. Untuk mendukung hal ini, pemimpin-pemimpin perusahaan membuat kebijakan baru. Setiap hari Jumat jam 3 sore, minuman tersedia gratis, alias Open Bar. Bir, cider, wine, champagne, you name it, semua gratis.

Open bar di kantor

Open bar di kantor

Perusahaan-perusahaan media juga mempunyai macam-macam liga sendiri (media league). Yang saya ikuti adalah sepakbola dan softball. Di liga-liga ini, kita juga bisa membuatnya menjadi ajang networking ke perusahaan-perusahaan lain. Seperti biasa setelah pertandingan, sudah pasti tujuannya adalah pub. Sepakbola ada di semua musim, namun softball hanya ada di musim panas.

Jam Kerja

Dari hal ini juga saya merasa diperlakukan sangat adil. Secara umum, jam kerja kantor saya adalah dari 09:30 pagi sampai 17:30 sore, Senin – Kamis. Untuk Jumat, pulang 1 jam lebih awal.

Jika saya harus pulang agak telat karena menyelesaikan pekerjaan yang diberikan Manager / Director saya, mereka pasti mengucapkan terima kasih, dan terlihat sungkan…

“Thanks for staying late to do this work for me, mate. I really appreciate it.”

Dan jika saya memang menyelesaikan pekerjaan saya yang lain, tidak jarang Director dan bahkan Managing Director saya menghampiri dan berkata:

“Don’t work to hard, mate.. It’s just a job. Go out and have fun.”

Hal ini belum pernah saya alami dan rasakan selama bekerja di Indonesia.

Departemen kami memiliki sebuah sistem dimana semua pekerjaan dan durasi dimonitor untuk nantinya di-review. Jadi akan terlihat pekerja mana yang lembur, berapa jam, dan bekerja untuk client yang mana. Jika para pekerja selalu bekerja lembur, berarti sudah saatnya menambah anggota tim. Jika hanya 1-2 orang yang bekerja lembur, berarti Manager tidak mendistribusikan pekerjaan secara merata. Jika Manager / Director yang selalu lembur, maka mereka harus menyerahkan beberapa pekerjaan mereka ke bawahan. Sebuah sistem yang adil, menurut saya.

Penutup

Saya sangat beruntung untuk bisa mendapatkan pengalaman ini. Jika anda memperoleh kesempatan untuk bekerja di luar negeri, khususnya Eropa, saya sarankan janganlah dilewatkan kesempatan ini.

18 thoughts on “Kerja di London – Industri Media dan Advertising

  1. chika

    loved to read your blog….
    glad to know that you are having a great life…
    wish i could taste a bit the life that you live….

    chix.e11even

    1. Andryo

      Thx, Dear. I have problems too, you know ๐Ÿ˜‰
      Hope you are doing well btw.

  2. adek taufik

    nice, saya tau bagaimana rasanya. kebenaran saya kerja di jerman dan seorang diri yang bukan lokal engineer. dibandingkan dengan Indonesia? well… thats retorika ๐Ÿ™‚ saya sudah pernah merasakan kerja di bumn dan beberapa perush lokal.. hmm.. but at least. kalau kita kerja diluar, tetap jaga nama baik bangsa dan tunjukkan etos kerja keras yang smart.

    1. Andryo

      Wow engineer di Jerman. Salut!!

      Setuju! Harumkan nama bangsa ๐Ÿ™‚

      Salam,

      Andryo

  3. Hery

    Dear Andryo.
    Aku adalah salah seorang yang ke-pingin bangat kerja dieropa,
    khususnya di London, and my skil… aku Creative Design di salah satu
    Treading Company,,,, Job Desc,,,( Lay out Newspeaper, Photografer, editing video, creative design, dll) …… and gimana cara gw agar bisa kerja di london bisa bantu man,,,,
    Thank,s
    Hery

    1. Andryo

      Mas Hery,

      Terus terang aja agak sulit Mas. Visa kerja skrg di UK lagi diperketat bgt, ini juga alasan saya pindah ke Australia. Karena visa kerjanya sulit diperpanjang, padahal saya sudah disponsori oleh perusahaan saya.

      Cara lebih mudah sih biasanya kuliah dulu di UK, terus lanjut kerja.

      Andryo

  4. Owan

    Wah, benar2 lingkungan kerja idaman tuh Mas Andryo, jadi pengen coba kerja di Eropa terutama di Inggris. Saat ini saya kerja di Kuwait dan pelan2 mengalami kebosanan karena kurangnya tantangan dan lingkungan padang pasir yang itu2 aja. Btw, kalo perlu IT spesialist japri saya ya Mas hehe..

  5. Hendy

    Nice job you have mate,

    Congratulation, pengen juga nih jadi pegawai asing di negeri orang apalagi di area Eropa. Mas Andryo boleh referensi ke saya dong mas kalo butuh foreign worker, bidang saya IT Support / Helpdesk / Computer Networks.
    Thank you.

    1. Andryo

      Terima kasih Mas Hendy. Sayangnya saya sudah tidak di London lagi. Sudah coba ke Australia? IT lagi berkembang sekali di sini.

      Andryo

  6. Budi

    Salam Kenal Mas Andryo,

    Mau konsultasi nih mas, saya dapat tawaran kerja di london di Hotel Russell…yang mau saya tanya biasanya penginapan di tanggung atau tidak mas dan mengenai biaya hidup di sana.

    Trims bantuannya mas

    1. Andryo

      Mas Budi,

      Sebaiknya ditanya langsung ke Hotel Russell-nya. Percuma ditanya ke orang lain, nanti takut salah ๐Ÿ™‚

      Salam.

  7. jenni

    salam kenal mas Andryo,.
    mas mau nanya nih, kemarin aku fresh graduated, bru wisuda oktober 2011. awal jnuari ini ak dapet info keterima kerja di Hotel Rathbone di London. apa mas pernah dengar sebelumnya?.
    klo mo kerja d london tu apa hrus kuliah dlu d sana mas? aku agak ragu gitu apa benr ni aku kterima kerja d sana, soalnya tesnya cuma lewat online dan ga ada interview oral baik itu via webcam ato by phone. cma dikasi bbrapa prtanyaan via email, ga lama bbrapa hari kmudian langsung d kirimin kontrak kerja.
    agak ragu aja si, masa smudah itu sdangkn d Indo aj ak nyri kerja susah bgt. interview aj bs smpe 4x dlm 1 prushaan. huhhuuhu #curhatcolongan, hihihi..

    1. Andryo

      Hello Jenni,
      Kalau saya google sih keberadaannya jelas tuh hotel, dekat kantor saya dulu.
      Tidak harus kuliah dulu kok, asal ada job offer dan visa kerja.
      Kalau lihat kasusnya kok agak mencurigakan ya, tapi yah bisa aja beneran… Telfon aja langsung hotelnya, tanya HR atau siapanya gitu. Nanti kalo saya yang jawab, takut salah hehe. Jangan lupa tanya masalah visa ๐Ÿ™‚
      Andryo

  8. novrina

    salam kenal mas andryo…
    Mas, saya pingin tanya2 tentang kerja di london…apakah di london semua harus lulusan S2? dan membutuhkan biaya berapa(mulai awal sampai akhir) menuju ke london? agar saya bisa ke london. sebelum saya keluar dari pekerjaan saya yang di indonesia, saya ingin mencari pekerjaan di london lewat internet, apakah bisa? kalau di indonesia interview atau tes yang lain kita harus datang pada perusahaan yang kita lamar. Apa saja yang perlu di siapkan? jika kita bekerja di london. maaf mas andryo jika saya bertanya detail sebab saya tidak pernah sama sekali kerja di luar negeri dalam pekerjaan saya, saya hanya sebagai faskel ekonomi (fasilitator kelurahan) PNPM MP (pemerintahan) apakah ada lowongan kerja yang hampir seperti tugas saya di PNPM?

    1. Andryo

      Hi Novrina,

      Untuk kerja di sebuah negara asing, butuh visa kerja yang tidak mudah didapat. Di UK, dengan krisis ekonomi Eropa akhir2 ini, visa kerja makin sulit untuk di approve. Untuk mensponsori pekerja asing, sebuah perusahaan harus menjelaskan mengapa mereka perlu orang tersebut dan mengapa tidak mengambil orang lokal. Intinya untuk mendapatkan visa kerja di UK, kita harus mempunyai skill yang tidak mereka punyai. Alangkah baiknya jika ada ijazah untuk memperkuat.

      Untuk dapat kerja (seandainya visa ada), gak perlu ijazah juga bisa. Seperti di negara manapun, pengalaman kerja lebih penting dari ijazah.

      Bisa saja mencari kerja lewat internet, semua tergantung seberapa kuat skill kita dan seberapa butuhnya mereka.

      Untuk sekedar contoh saja, jika saya seorang dokter yang bisa menyembuhkan kanker, mungkin semua rumah sakit di negara-negara lain ingin berebut untuk mempekerjakan saya, dan kasus mereka untuk mensponsori saya sangat kuat. Lain halnya jika saya hanya seorang pegawai biasa.

      Salam.

      Andryo

  9. mujoko

    Look’s nice,

    I like your story, the thing that still I’m not really confident to work in UK is my english, especially on conversation ๐Ÿ˜€ . Thank you for your sharing

  10. andri

    mas andryo, boleh saya minta email mas,
    mas sejak dulu saya kepengen banget kerja di eropa atau amerika tapi tidak di asia.
    tapi mas pengetahuan dan relasi saya tidak punya. saya hanya berkeyakinan bahwa saya bisa dan sukses bekerja disana.adakah saya mendapat kesempatan agar bisa bekerja disana. apa saja bidangnya akan saya jalani.
    mas tolong dibales ke email saya andri.santoso@moderndatasolusi.com

  11. Pingback: Australia - Negara yang Nyaman tapi Mahal - Andryo's Blog

Comments are closed.