Mencari Kerja di Australia dari Indonesia

Pada waktu itu, saya baru pulang ke tanah air setelah tinggal hampir 4 tahun di London, Inggris. Baru beberapa hari tinggal di Jakarta sudah membuat saya menyadari bahwa saya tidak akan betah kembali tinggal di sini, padahal saya lahir dan tumbuh di kota ini. Saya bertekad untuk mencari pekerjaan di luar Jakarta, pilihan saya adalah Bali, Singapore, Australia, dan New Zealand.

Recruiter / Headhunter

Di Inggris, untuk bidang saya (media, advertising, marketing, dll), cara paling mudah untuk mencari pekerjaan adalah melalui recruiter / headhunter. Merekalah yang lebih tahu tentang pasar, perusahaan mana yang membuka lowongan, perusahaan mana yang mau mensponsori pekerja untuk visa, perusahaan mana yang berkembang, dan orang seperti apa yang dicari perusahaan-perusahaan itu. Bidang recruiter di sana sangatlah spesifik. Misalnya untuk bidang saya, contoh title pekerjaan mereka adalah “Digital Media Recruiter”.

Bukalah account Linkedin

Cara termudah untuk menghubungi recruiter-recruiter tersebut adalah melalui website jaringan sosial Linkedin. Saya sarankan anda untuk membuatnya.

Setelah liburan tahun baru selesai, mulailah saya mengontak semua recruiter digital media yang berlokasi di Singapore, Australia, dan New Zealand. Di Indonesia masih jarang. Kira-kira total saya menghubungi 100 orang.

Bali

Saya menemukan sebuah lowongan di JobsDB.com, untuk sebuah agency web marketing / design / development di sana. Saya sempat di-wawancara oleh pemiliknya, seorang warga negara Amerika, via telfon. Perusahaan ini sungguh menyenangkan, tawaran gaji lumayan, dan saya rencananya akan diterbangkan ke sana untuk bertemu tim mereka sebelum mereka mengambil keputusan.

Namun sayangnya saya sudah mendapatkan sebuah tawaran kerja lain, sehingga saya harus mengundurkan diri dari perusahaan ini. Sayang sekali saya tidak sempat “liburan” ke Bali gratis hehe.

Singapore

Feedback recruiter-recruiter di Singapore sangatlah positif. Ada sekitar 4 orang yang tertarik untuk merepresentasikan saya ke perusahaan-perusahaan digital media di sana. Menurut mereka, CV saya untuk level Singapore cukup mengesankan. Namun sistem di Singapore berbeda dengan London. Di London, tak ada masalah jika 1 orang diwakili beberapa recruiter, karena pasarnya besar. Di Singapore, lebih menguntungkan jika hanya diwakili oleh 1 recruiter.

Adalah seorang recruiter yang ingin mengikat saya secara eksklusif, dan saya setuju, karena perusahaan recruiter ini mempunyai client-client bernama besar di bidang advertising. Saya mengikuti cara mainnya dan mengakhiri kerja sama dengan recruiter lain. Dalam hitungan hari saja, saya sudah mendapatkan wawancara dengan dua perusahaan ternama.

Saya bilang kepada mereka, jika ada lebih dari 2 perusahaan di Singapore yang ingin mewawancarai saya, maka saya tidak keberatan untuk terbang ke Singapore demi wawancara. Namun jika hanya 2, kita lakukan saja lewat telfon atau Skype.

Dengan salah satu perusahaan tersebut, saya mencapai 3 kali interview dan melakukan satu tugas / project. Namun akhirnya saya mengundurkan diri karena sudah mendapatkan tawaran kerja lain.

New Zealand

Feedback dari New Zealand tidaklah bagus. Jikapun mereka membalas pesan saya, paling-paling hanya memberi tahu bahwa belum ada perusahaan yang mau mensponsori pekerja dari luar negeri.

Australia

Cukup banyak recruiter dan perusahaan yang tertarik dengan CV saya, terutama dengan pengalaman kerja 2 tahun saya di London. Untuk bidang digital media, Amerika dan Inggris memang sudah jauh di depan. Australia, Singapore, dan negara Eropa lainnya agak tertinggal di belakang.

Para recruiter dan perusahaan, menganjurkan saya untuk apply “working holiday visa”, yaitu visa untuk liburan sekaligus bekerja. Dengan visa ini, orang boleh bekerja fulltime selama 1 tahun, dengan maksimal 6 bulan di perusahaan yang sama. Menurut mereka, umumnya orang-orang luar Australia datang dan bekerja dengan visa ini, sambil mengurusi visa kerja di-sponsori oleh perusahaan.

Namun sayangnya, sebagai warga negara Indonesia, jarang sekali ada negara-negara yang mempunyai kerja sama untuk visa semacam ini. Kebetulan Australia mempunyai perjanjian dengan Indonesia menyangkut visa ini, namun jumlahnya dibatasi. Baik Indonesia maupun Australia, hanya mengeluarkan 100 buah work and holiday visa dalam 1 tahun. Tahun imigrasi Australia dimulai dari bulan Juli, dan terakhir saya cek ke imigrasi, visanya sudah mencapai limit 100.

Dengan tidak adanya kesempatan untuk saya apply visa ini, kebanyakan recruiter dan perusahaan tidak lagi berminat. Namun kebetulan ada 1 recruiter yang tetap berniat merepresentasikan saya ke sebuah perusahaan besar, yang menurutnya, memang selalu mencari pekerja yang mempunyai pengalaman di Amerika atau Inggris. Ironisnya, recruiter ini adalah orang pertama yang saya kontak di Australia. Puluhan pesan lainnya yang saya kirim, sungguhlah tidak berguna.

Setelah 3 kali wawancara (melalui telfon dan skype), 1 tugas / project mengerjakan audit website salah satu client mereka, dan saya harus mempresentasikan project ini kepada tim mereka (melalui webex, sebuah aplikasi web conference), akhirnya saya mendapatkan tawaran kerja dari mereka pada akhir Januari / awal Februari. Mulailah kami mengurus visa kerja Australia – Sponsor 457.

Andryo Haripradono

About Andryo Haripradono

Andryo Haripradono is an Online Marketing Consultant specializing in SEO (Search Engine Optimization), Web Analytics and Conversion Optimization with UK, European, Australian, New Zealand and Asia Pacific market experience. This is his personal blog where he writes about life, passion, travel, music and the digital industry.
This entry was posted in Australia, Tips and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

200 Responses to Mencari Kerja di Australia dari Indonesia

  1. Mas ABD Gafar, mohon maaf saya juga kurang tau masalahnya.
    A

  2. Mas Mansur,
    Lowongan sudah pasti ada. Namun sepertinya harus ada penyetaraan dulu untuk bidang kedokteran / farmasi. Tepatnya juga saya kurang tahu karena bukan bidang saya Mas.
    Salam.
    Andryo

  3. Mas Yusral,
    Paling benar caranya ya harus ke Australia dulu, cari kerja dari sini. Mulai jadi student untuk kerja part time, atau apply visa working holiday.
    Andryo

  4. Thalita says:

    Salam, Mas Andyro,

    Setelah saya membaca blog ini, saya langsung mencoba cara-cara yang anda jabarkan. Saya sudah 2 tahun bekerja di Jakarta, dan saat ini saya berencana untuk apply pekerjaan di singapore, dan setelah saya baca, sepertinya banyak sekali kesempatan kerja yang anda dapat di sana.

    Namun saya memiliki beberapa pertanyaan:
    1. Saya baru mencoba apply online dari website seperti; Jobstreet, jobsdb, monsters,– apakah itu sama dengan ‘recruiter’ yang anda sebutkan di atas? Jika bukan, bagaimanakah caranya mengontak mereka?
    2. Kebanyakan perusahaan dari sana menginginkan status PR, apakah itu bisa didapatkan dari Indonesia? Apa bedanya dengan LPR? Saya dengar itu mahal sekali… apakah mustahil melamar kerja di singapore tanpa status PR?

    Itu saja yang saya tanyakan, Mas Andryo. Saya berencana untuk menjadikan Singapore sebagai titik awal saya untuk bekerja di luar, barulah dari sana mencoba ke negara lainnya.
    Terima kasih atas petunjuknya.

    Salam hangat,
    Thalita.

  5. Herry says:

    Kak Andryo,
    Saya mau bertanya kalau saya ingin kerja ke Singapura atau Malaysia maupun Australia, bisa tidak kalau saya hanya menggunakan ijasah S1 Indonesia saja? Dan ada saran lain tidak agar saya bisa kerja di Singapura atau Malaysia maupun Australia? Terima Kasih.

  6. tony says:

    mas gimana cara bisa dapet visa dan kerja di australia…/

  7. Halo Thalita,
    1. Yang memasang iklan pekerjaan ke website2 itu bisa client/perusahaan maupun recruiter. Saya mengontak rekruter dari Linkedin. Search aja recruiter di bidang anda.
    2. Kebanyakan perusahaan menginginkan status PR karena mengurus visa agak ribet, banyak admin dan biaya. Tentu saja mereka lebih memilih yang sudah PR. Namun yah hukum permintaan berlaku juga, jika memang pekerja memiliki skill luar biasa pasti bisa disponsori. Mohon maaf saya tidak tau LPR, memang kurang mengerti urusan visa di Singapore.

    Good luck,
    Andryo

  8. Herry,
    Gak selalu ijasah itu penting, lebih penting pengalaman kerja. Banyak kok pekerja yang tidak punya ijasah, asal ada pengalaman dan skill.
    Lebih mudah sih berangkat dulu, sekolah atau pakai working holiday visa. Lalu cari kerja langsung dari dalam negeri.
    Salam,
    Andryo

  9. Herry says:

    Kak Andryo,
    Terima kasih Kak Andryo. Boleh kasih saya masukan skill yang Kak Andryo maksud seperti apa dan bisa kasih saya contoh? Supaya saya juga bisa belajar dulu atau ambil kursus. Thanks Kak Andryo.
    Salam,
    Herry

  10. Halo Herry,
    Skill yang saya maksud misalnya seperti IT, akuntan, programming, design, engineering, arsitektur.
    Bedakan dengan ijazah jurusan managemen atau administrasi, yang skillnya agak semu dan susah diukur.
    Salam.
    Andryo

  11. linda claudia says:

    Assalammulaiikum kak Andryo,,,,
    Saya ingin sekali bekerja di luar nergeli…..tapi saya skill di bidang menjahit.gimana menurut kak Andryo ada engak kerjaan stestil menjahit disana,,,,??

  12. airlanda umaranti says:

    Salam Bapak Andryo,
    Saya sangat senang menemui blog Bapak. Kebetulan saya dan suami saat pensiun nanti ingin selama satu tahun tinggal dan bekerja di Australia. Kami ingin mengetahui kehidupan orang Australia. Menurut Bapak sebaiknya apa yang harus kami lakukan dan bekerja di bidang apa? Sekarang suami bekerja sebagai guru fisika di SMA sedangkan saya wirausaha. Terima kasih banyak.

  13. Mbak Airlanda,
    Untuk tinggal dan bekerja di Australia, dibutuhkan visa kerja. Dapatnya tidak mudah, kecuali ada sponsor perusahaan, visa permanent, atau visa investor.
    Untuk sebaiknya bekerja di bidang apa, mohon maaf saya tidak bisa jawab. Anda sukanya bekerja di bidang apa?
    Salam.
    Andryo

  14. luh ayuni says:

    sy 52 tahun apakah mungkin kerja di australia??
    sy sarjana pertanian selama ini mengajar privat bahasa inggris n matematika
    trims

  15. chaerul says:

    wah inspiratif sekali mas andryo saya juga sedang mencoba untuk bekerja di australia tapi dengan remote dari indonesia kebetulan saya programmer dan saya akan coba cara cara yang mas andryo terapkan trimakasih mas andryo sukses selalu

  16. Dii Khaang says:

    Bagaimana cara untuk bisa bekerja di australia . . . .

  17. john imam says:

    Mas Andryo Yth..saya sarjana elektro dan sekarang bekerja di bidang konstruksi (enjiniring) mekanikal/elektrikal. pengen kerja di australia mas.. bagaimana kansnya untuk bidang tersebut…tentunya yang saya inginkan adalah salary yg baik karena di indonesia saya cuman digaji 8 juta untuk pekerjaan tersebut..kira2 di australia kalau di kurs rupiah pekerjaan tersebut gajinya berapa? terima kasih

  18. hj.hartutikspd says:

    mas, saya menjelang pensiun. sekarang masih bekerja sebagai kepala sekolah dasar negeri. fisik saya masih kuat utk bekerja. hoby saya tulis menulis, seni musik tari, lukis dan hampir semua olah raga. mohon klo ada lowongan yg pas buat saya. saya per agustus 2013 pensiun. mohon hubungi no hp. saya 083832573101. semoga Alloh membalas kebaikan mu.

  19. Ahmad says:

    Salam mas andryo, saya seorang mahasiswa IT di salah satau perguruan tinggi swasta.
    Beberapa bulan lagi saya ingin magang ( Kerja Praktek ).

    1. Dimanakah saya bisa mendapatkan tempat magang khususnya jurusan IT di Indonesia?
    2. Bagaimana sistem mengenai cara untuk mendapatkan kesempatan magang di perusahaan besar seperti Samsung, Microsoft, Google Indonesia dan lainnya.

    Ditunggu sarannya mas andryo :)

  20. bayu lesmana says:

    Salam kenal & salam super mas andryo .. saya sangat menghargai waktu & usaha anda untuk memberikan informasi yg jujur dan tulus untk membantu teman 2 kt Di indonesia yg berniat mencari pekerjaan Di luar negeri tidak trkecuali saya ..
    Saya mempunyai pengalaman bekerja sebagai seorang waiter di sebuah perusahaan kapal pesiar italia selama 7 tahun sampai sekrang ini , Dan saya berniat untuk bekrja di Australia .. saya menyadari tidak mempunyai skill khusus atau spesifik krn hanya bekerja di seputaran hospitality industry saja ..
    Pertanyaan saya menyadari adlh :
    1. Bagaimana jalan terbaik agar bisa tembus bekerja disana ?
    2. Apakah saya harus sekolah dulu disana dengan mempelajari bidang yg lain ? Dan bgmn cara agar mendapatkan kesempatan/ informasi study di Australia ?
    3. Apakah dengan menggunakn visa working holiday kesempatan lebih mudah didapatkan ? Dan bagimana proses yg harus ditmpuh utk memproleh visa jenis ini secara legal utk menghindari Penipuan ?
    4. Berapa standard total biaya keseluruhan yg harus kita keluarkan ?
    Terima kasih sebesar 2nya atas waktu yg diluangkan utk memjawab pertanyaan 2 saya ini .
    Ditunggu dengan sangat antuasias balasan dr mas andryo ..
    Salam super !

  21. @Bayu Lesmana.
    Halo Mas. Biasanya sih lebih mudah kalau kuliah dulu di sini, sambil mencari kerja.
    Informasi study bisa dicari di Google, atau visit website universitas yang dituju.
    Jika ada visa kerja (seperti working holiday), lebih mudah mencari kerja karena tidak perlu sponsor. Untuk keterangan syarat dan biaya visa ini, bisa visit website imigrasi Australia – http://www.immi.gov.au/.
    Salam,
    Andryo

  22. @Ahmad
    Wah Mas Ahmad, saya juga tidak tahu jawabannya. Udah coba dicari via Google? Atau visit website mereka langsung.
    Andryo

  23. Tjie Ui Tjiu says:

    Dear Andryo,

    Untuk melamar kerja ke luar negeri itu gampang tetapi rata rata harus ada visa kerja. Apakah ada perusahaan headhunter atau recruiter itu bisa membantu mencari kan pekerjaan yang perusahaan nya mau memberikan sponshorship visa. Bidang aku IT, ICT, Telecommunication pengalaman kerja +20 th di perusahaan lokal dan Multinational
    Pak Adnryo punya rekomendasi Headhunter untuk yang di negara singapore, malaysia, china, australia dan amerika ngak?

    Best Regards,
    Ui

  24. Fian says:

    Artikel nya menarik nih, ada banyak keuntungan jika kamu sekolah di luar negeri, seperti bisa memiliki teman dari luar negeri, nambah wawasan, pengalaman, dan tentunya mungkin gelar yang internasional.

    kebetulan kalau butuh info lengkap mengenai pendidikan keluar negeri bisa kunjungi website overseaszone.com disana bisa langsung konsultasi online loh.. atau add pin bb saya di: 316A06EA & line/we chat/kakao talk: overseaszone

  25. Dear Tjie,
    Saya rasa dibilang gampang juga kurang tepat untuk khalayak umum, kecuali jika punya pengalaman seperti anda (20 tahun).
    Seperti yang saya tulis di post saya, saya pun menemukan pekerjaan saya lewat headhunter / recruiter. Saya hanya melakukan search di linkedin dengan keyword “recruiter” dan bidang saya. Sudah coba search di Linkedin? Umumnya semua perusahaan besar di Singapore dan Australia bisa mensponsori visa, terutama di bidang yang dibutuhkan skill tinggi (seperti IT dan ICT). Saya kurang mengerti untuk Malaysia dan China. Untuk Amerika, agak lebih sulit, but still it’s not impossible.
    Good luck,
    Andryo

  26. Ariffn says:

    artikelnya sangat bagus sebagai bahan reverensi ,
    ketertarikan untuk bekerja di luar negeri sangat besar dikalangan masyarakat kita dewasa ini dikarenakan salary yang diterima jauh lebih besar serta pengalaman yang berbeda saat bekerja diluar negeri
    kalo boleh saya bertanya , apakah sistem kerja diluar negeri menerapkan pajak penghasilan untuk salarynya khusus nya bagi tenaga kerja dari luar

  27. henyati barus says:

    salam mas adryo,saya mau nanya ni ,,kalo bekerja di perkebunan ada gak,, misal nya kebun angguur,, tu harus ada sponsor dari perusahaan juga ya?..

  28. Maria says:

    Apa kabar Mas Andryo, mohon infonya. Anak saya freshgraduated Geophysic Engineer, bagaimana supaya dia bisa mudah mendapatkan job di perusahaan mining or oil di Australia. Apakah Mas bisa info kemana dia harus apply dari Indonesia. Jika memungkin kan dia juga ingin cari scholarschip sambil kerja..Terima kasih atas infonya salam.

  29. Rina says:

    maaf saya mau bertanya, saya hanya punya ijasah S1 jurusan manajemen pemasaran dan beberapa pengalaman kerja di indonesia sebagai marketing. kira2 bisa atau tidak saya bekerja di australia? bagaimana cara nya? thanks

  30. Halo Mas Ariffin,

    Pajak penghasilan di tiap negara menggunakan sistem yang berbeda. Di Australia, pajaknya progresif dari 0% sampai 45%. Lihat di sini: http://atotaxrates.info/individual-tax-rates-resident/ato-tax-rates-2013 dan sini: http://www.superguide.com.au/how-super-works/income-tax-rates

    Salam.

    Andryo

  31. Pingback: Apply Visa PR / Permanent Resident di Australia (ENS-186) - Andryo's Blog

  32. bujangga says:

    halo mas andryo.
    saya ingin sekali bekerja di australia, tapi background saya s1 sastra dari salah satu PTN di Yogyakarta. dapatkan saya mendapatkan pekerjaan disana? english saya agak berantakan, pengalaman kerja d sektor otomotiv, pendidikan, dan juga perbankan. umur 24 single. mohon bantuanya mas.

  33. Fitri says:

    kak Andryo saya sekarang bekerja di hong kong kurang lebih hampir 8 thn dlm 1 majika,saya ingin sekali bekerja ke Australia bagaimana cara2ny mhon penjelasannya,terima kasih

  34. yasin says:

    mz andryo saya tidak memiliki keterampilan khusus tapi saya bisa kerja d posisi kichen helper dan ,di kebun anggur, apa yg harus saya lakukan jika ingin kerja d NZ.

  35. ikhlas abdulkadir says:

    Mas, saya mekanik hususnya light vehicle diesel , pengalaman 11 thn dipertambangan asing di NTB, bahasa inggris saya buruk, kalau part book atau manual book bisa saya mengerti. Dengan itu semua, bisakah saya bekerja di australia ? Mohom bantuannya agar saya bisa capai mimpi saya. Terima kasih .

  36. rizal says:

    hallo mas andryo
    saya lulusann d3 it, dan saya pengen kerja di singapore atau ausi tapi saya baru lulus
    menurut mas andriyo saya harus gimana? dan mulai dari mana?
    thnx

  37. mas andryo,
    Saya pengen sekali kerja di australia atau negara mana aja dan saya S1 umur 30 tahun serta mempunyai skill mengemudi,las listrik,las potong ataupun kerja di restaurant pun mau,Tanks

  38. cima says:

    halo mas andryo…

    saya mau tanya ne… sekarang saya lg di ausi untuk holiday… apa bisa saya cari visa holiday n worknya di appy dari sni.. trus kalo untuk cari visa holiday n work itu harus dan mesti ada seponsor yaa dari perusahaan….

    trimakasih

  39. Mr. Sharz says:

    Halo mas Andryo, wah.. mantab banget nih blognya yang sarat dengan informasi menarik dan bermanfaat. Selamat berkarya dan Keep blogging ya..

  40. Halo Cima,

    Sayangnya visa working holiday bisa diapply hanya dari negara tempat tinggalnya, jadi untuk kasus anda di Indonesia. Tidak perlu sponsor, tapi visanya rebutan karena hanya dikeluarkan 100 visa per tahun untuk org Indonesia (terakhir saya cek).

    Andryo

  41. Lian says:

    Mas Andryo,

    Ketika saya mencari recruiter lewat Linkedin ada muncul bbrp dan langsung saya klik situs tempat recruiter bekerja. Di situs ada button drop me your cv. Kalo Mas Andryo dulu, get in touch ama recruiter lewat Linkedin ato langsung drop them your cv. Saya belum berpengalaman cari kerja lewat recruiter. Thanksss bgt ya Mas!

    Cheers

    Lian

  42. agung jefri says:

    mas andriyo saya agung dikalimantan, umur saya 27 tahun cuman lulusan SMA, saya bekerja dipertambangan batu bara sebagai operator heavy Equipment (excavator),, kira2 diaustralia gampang gak kerja dengan background saya ini,,,mohon informasinya

  43. Donny says:

    Salam kenal Mas Andryo

    Saya Donny dari Surabaya. Mas bulan Januari-February 2014 ini saya mau berkunjung ke Melbourne (visa turis), rencananya selama disana selain berlibur saya juga mau bekerja di perkebunan Melbourne. Bisa minta tolong di rekomendasikan kontraktor kebun yang dari Indonesia (kontraktornya yang sudah jadi PR tentunya)? Soalnya kebanyakan kan kontraktornya dari Vietnam, kalau kontraktornya orang Indonesia yang sudah PR kan lebih nyaman gitu…Langsung PM aja ya mas ke email saya…Tq

    Jabat Erat

  44. Mr Alfatih says:

    Dear Mas Andryo,

    Saya punya visa dependan unlimited work permit dari istri (573 visa dependant) untuk 6 bulan , dengan pengalaman 8 tahun sebagai Cisco/Telco Network Engineer di salah satu Telekomunikasi Provider di indonesia.
    Bagaimana peluang untuk mendapatkan kerja dan visa 457 sesuai dengan pengalaman saya untuk nanti di sydney, mengingat saya hanya punya jangka waktu visa 6 bulan.
    Apakah mas andryo punya tips dan trick agar bisa working dan stay lebih lama dsana ?

    Terima kasih,

  45. Hai Lian,

    Saya waktu itu langsung message di Linkedin. Tapi gak ada salahnya memakai beberapa metode contact.

    Andryo

  46. Mas Alfatih,

    Agak susah juga menjawabnya. Peluang pasti ada, semua tergantung skill, dan bagaimana menjual diri saat interview.

    Visa 6 bulan agak sulit, tapi tidak ada yang impossible.

    Andryo

  47. erson effendi says:

    Hallo Mas Andryo,..

    Senang membaca blog anda,saya jg searching job via Linkedin,dan mulai dapat penawaran,keahlian saya Master technician Lexus,di bidang Automotive.Namun sedikit sekali respone dari recruiter,mereka lebih suka yg sudah dinegaranya ataupun yg punya Visa permanent resident atau visa kerja.Apa yg harus lebih saya buat di CV mas,supaya mereka lebih tertarik dgn iklan saya,thanks bila bisa membalas tulisan saya ini.

  48. asfer says:

    Thank’s Mr Andryo untuk informasinya, saya termasuk seseorang yg memiliki impian untuk dapat bekerja di luar negeri; terutama timur tengah dan eropa. Dengan pengalaman 2 tahun bekerja di malaysia sebagai assistant NDT (non destructive test) dan saya memutuskan untuk fokus di dunia NDT dengan menyicil satu persatu sertifikasi keahlian NDT di Indonesia, seperti Radiography dan Ultrasonic Testing. Karena saya masih fresh graduate, saya ingin bertanya tentang CV atau bentuk application seperti apa yang akan segera mendapatkan tanggapan dari perusahaan-perusahaan di luar negeri terutama perusahaan bidang NDT oil and gas?

  49. Halo Mas Erson,

    Kalo bisa sih di highlight skill dan speciality yang membedakan Mas dari teknisi teknisi lain. Karena untuk mensponsori pekerja luar, perusahaan harus menjelaskan mengapa harus meng-employ dari luar, dan bukan warga Australia. Dan skill yang dimiliki harus berada di list skill yang dicari pemerintah Australia.

    Salam,

    Andryo

  50. Halo Asfer,

    Dulu sewaktu saya fresh graduate, saya perbanyak portfolio dan skill lalu di highlight di CV. Saya juga tekankan jika saya mau dan senang belajar skill baru.

    Sesudah banyak pengalaman kerja, di CV yang di highlight pengalaman profesional.

    Kuncinya giat dan jangan menyerah :)

    Salam dan good luck!

    Andryo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>