Visa Kerja Australia – Proses Visa Kerja Sponsor 457

Kira-kira proses saya cari kerja di Australia membutuhkan waktu satu bulan, dan akhirnya tiba saatnya untuk mengurus visa kerja Australia, atau visa sponsor 457.

Ini dia yang saya lebih takutkan. Karena proses mencari kerja, secara umum berada di kontrol tangan kita. Wawancara, test, project, dll, kitalah yang mempengaruhi lolos atau tidaknya. Urusan visa, benar-benar di luar kontrol.

Menurut beberapa rekruter yang membantu saya mencari kerja di Australia, umumnya orang-orang dari negara lain meng-apply working holiday visa, lalu mereka datang ke Australia untuk mencari kerja, dan pada akhirnya bekerja sambil mengurus peralihan ke visa kerja sponsor perusahaan 457. Ini kasus umum untuk orang-orang dari negara barat maju yang lain, dan memang tergolong mudah untuk mendapatkan working holiday visa.

Namun untuk orang Indonesia, agak lebih sulit keadaannya. Kita bisa apply visa jenis lain (beda tipis), judulnya work and holiday visa. Yang menyusahkan adalah, work and holiday visa ini hanya dikeluarkan sebanyak 100 buah dalam satu tahun untuk orang Indonesia. Untuk catatan, tahun finansial / pemerintahan Australia dimulai dari bulan Juli.

Agen Migrasi / Migration Agent Australia

Setelah tawaran kerja di terima, kontrak ditanda-tangani dan dikirim kembali ke perusahaan, mulailah pengurusan visa kerja Australia. Perusahaan saya menyewa agen migrasi untuk mengurusi bidang ini. Kebetulan perusahaan saya isinya kebanyakan pendatang dari luar negeri, karena memang masih agak sulit mencari ahli di bidang online media / digital advertising di Australia.

Dokumen yang dibutuhkan untuk aplikasi Visa Kerja Australia

Adapun hal-hal berikut yang pertama kali diminta oleh agen migrasi tersebut:

  • Pengisian Form (mereka yang sebenarnya mengisi, tapi kita diminta memberikan detail dan klarifikasi)
  • Scan semua passport yang pernah dimiliki
  • Scan seluruh visa Australia yang pernah dimiliki
  • Scan cap imigrasi Australia (enter dan exit) dari semua travel ke Australia
  • CV dengan tanggal bulan tahun pengalaman kerja lengkap
  • Bukti pengurusan asuransi kesehatan
  • Scan semua ijazah kuliah

Meskipun tidak diminta, saya juga memberikan detail sepupu-sepupu saya yang tinggal di Australia. Mereka telah menjadi warga negara Australia sejak lahir.

Biaya Aplikasi Visa Kerja Australia 457

Perusahaan saya yang menanggung semua biasa aplikasi visa ini. Namun tentunya tidak selalu hal ini akan terjadi. Untuk informasi, biaya aplikasi visa kerja Australia 457:

  • 305 Dollar Australia untuk aplikasi
  • 80 Dollar Australia untuk nominasi
  • 405 Dollar Australia untuk sponsor

Asuransi Kesehatan untuk Visa 457

Untuk belajar atau bekerja di Australia kita juga diwajibkan untuk memiliki asuransi kesehatan; kecuali jika anda warga negara Australia, Inggris, atau beberapa negara lain yang memiliki kerja sama khusus urusan kesehatan dengan Australia.

Cukup mudah mencari asuransi kesehatan di Australia, yang memang dikhususkan untuk aplikasi visa kerja Australia – sponsor 457. Untuk lebih lanjut silahkan baca tentang keperluan asuransi kesehatan untuk visa 457 di sini dan di sini. Saya pribadi menggunakan HBA. Daftar penyedia asuransi kesehatan lain bisa dicari di Google.

Proses Pengurusan Visa

Saya juga sempat bertanya berapa lama proses yang diperlukan untuk pengurusan visa kerja Australia – sponsor 457 ini. Menurutnya, umumnya dibutuhkan waktu 4-6 minggu sejak aplikasi dikirim sampai disetujui.

Sebagai catatan, sebenarnya kita bisa mengurus sendiri semua proses visa kerja ini, karena semuanya online via website imigrasi Australia. Dan sama sekali tidak diperlukan kedatangan kita ke Kedutaan Besar Australia (kecuali untuk pencetakan visa diujung akhir proses). Kantor imigrasi di Australia lah yang memproses dan mengambil keputusan.

Setelah detail awal lengkap diberikan, ada beberapa hal lagi yang harus dilakukan:

Untuk beberapa tipe pekerjaan seperti koki, tukang kayu, atau yang mereka sebut sebagai “Trade Occupation”, diperlukan tes kemampuan oleh pemerintah Australia, dan kadang-kadang tes bahasa Inggris IELTS. Namun karena pekerjaan saya bidangnya lain, untuk membuktikan kemampuan – saya cukup memberikan CV dan ijazah kuliah. Kadang-kadang juga diminta surat referensi, namun tidak untuk kasus saya. Kebetulan juga saya mendapatkan gelar Master di negara Inggris, dan juga memiliki pengalaman kerja 2 tahun di sana. Jadi tidak diperlukan tes bahasa Inggris IELTS.

Cek Status Aplikasi Visa Australia Online

Salah satu keuntungan mengurus visa secara online, kapan pun kita bisa cek status aplikasi visa kita di website imigrasi Australia. Cukup dengan masukkan kode aplikasi, tanggal lahir, nomor passport, dan asal negara, kita bisa lihat secara instant statusnya.

Cek Status Aplikasi Visa Kerja Australia

Cek Status Aplikasi Visa Kerja Australia

Mencetak Visa Kerja Australia di AVAC

Ternyata aplikasi visa kerja Australia saya sudah di-approve, hanya dalam waktu 3 minggu dan 2 hari saja. Untuk orang Indonesia, kita perlu mencetak visa kerja ini untuk ditempel di passport. Kita bisa mengurusnya di AVAC / Australian Visa Application Centre. Diperlukan untuk membayar sebesar sekitar 160 ribu kalau tidak salah ingat, dan proses hanya memakan waktu 2 hari saja.

Saya sebenarnya belum siap pergi, karena menurut rencana, proses akan memakan waktu 1 bulan lebih. Langsung saya booking tiket pesawat dan berangkat persis Minggu depannya.

Semoga berhasil dalam pengurusan visa kerja Australia anda.

Posted in Australia, Tips | Tagged , , , , , , | 65 Comments

Sekilas tentang Ekonomi Indonesia

Baru saja saya browsing ke sebuah website yang content utamanya adalah wawancara, charlierose.com. Saya menemukan video wawancara Charlie Rose dengan Gita Wirjawan, Kepala BKPM – Badan Koordinasi Penanaman Modal Indonesia. Website ini biasanya melakukan wawancara 1-on-1, diskusi meja bundar tentang hal-hal terkini yang menyangkut hidup orang banyak; baik politik, teknologi, ekonomi, seni, olahraga, ilmu pengetahuan, dan lainnya.

Senang sekali melihat wawancara ini, Gita Wirjawan dengan cerdas dan jelas menjelaskan keadaan ekonomi Indonesia ke dunia barat. Saya sendiri bukan orang yang ahli maupun aktif terjun di dunia ekonomi, tetapi menemukan wawancara ini menambah wawasan saya tentang keadaan ekonomi negara sendiri.

Saya tidak faham benar arti dari fakta-fakta di bawah ini, maksudnya apakah hal-hal tersebut akan menjamin kemajuan ekonomi Indonesia di masa mendatang? Tapi biarkanlah saya meringkas fakta-fakta menarik yang saya tangkap tentang ekonomi Indonesia:

  • Indonesia adalah negara dengan perkembangan ekonomi ketiga tercepat di dunia, setelah China dan India.
  • Pendapatan negara / GDP Indonesia adalah 720 milliar dollar.
  • Pendapatan per kapita Indonesia adalah 3.200 dollar.
  • Misi Indonesia adalah mengurangi 26% emisi karbon.
  • Indonesia memiliki 112 TCF (trillion cubic feet) cadangan gas bumi.
  • Indonesia memiliki 100 miliar ton cadangan batubara.
  • Indonesia memiliki 4 miliar barrel cadangan minyak.
  • Indonesia adalah exportir terbesar thermal coal dan timah.
  • Indonesia adalah supplier terbesar minyak kelapa sawit.
  • Indonesia adalah produser karet terbesar kedua di dunia
  • Indonesia memproduksi beras sekitar 5-7 ton per hectar sawah. Bandingkan dengan Vietnam and Thailand yang memproduksi lebih dari 10 ton per hectar sawah. Produktifitas harus ditingkatkan.
  • Indonesia mengkonsumsi besi baja sebanyak 30 kg per capita per tahun. Negara modern memiliki standard konsumsi besi baja sebanyak 500 kg per kapita per tahun. Bandingkan dengan Korea Selatan yang mengkonsumsi besi baja sebanyak 1.200 kg per kapita per tahun.
  • Indonesia adalah pengguna facebook kedua terbanyak di dunia, dan pengguna twitter ketiga terbanyak di dunia.
  • Pada krisis moneter 1997, IMF mengeluarkan sebanyak 43 miliar dolar untuk menyelamatkan Indonesia dari kebangkrutan.
  • Pada tahun 2010, beban hutang berhasil dikurangi dari  150% GDP ke 27%.
  • 6 tahun terakhir, pendapatan per kapita berhasil dinaikkan 2 kali lipat, dan investasi asing naik 3 kali lipat.

Sumber lain: Wawancara Bloomberg dengan Gita Wirjawan dari YouTube

Posted in Tips | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Mencari Kerja di Australia dari Indonesia

Pada waktu itu, saya baru pulang ke tanah air setelah tinggal hampir 4 tahun di London, Inggris. Baru beberapa hari tinggal di Jakarta sudah membuat saya menyadari bahwa saya tidak akan betah kembali tinggal di sini, padahal saya lahir dan tumbuh di kota ini. Saya bertekad untuk mencari pekerjaan di luar Jakarta, pilihan saya adalah Bali, Singapore, Australia, dan New Zealand.

Recruiter / Headhunter

Di Inggris, untuk bidang saya (media, advertising, marketing, dll), cara paling mudah untuk mencari pekerjaan adalah melalui recruiter / headhunter. Merekalah yang lebih tahu tentang pasar, perusahaan mana yang membuka lowongan, perusahaan mana yang mau mensponsori pekerja untuk visa, perusahaan mana yang berkembang, dan orang seperti apa yang dicari perusahaan-perusahaan itu. Bidang recruiter di sana sangatlah spesifik. Misalnya untuk bidang saya, contoh title pekerjaan mereka adalah “Digital Media Recruiter”.

Bukalah account Linkedin

Cara termudah untuk menghubungi recruiter-recruiter tersebut adalah melalui website jaringan sosial Linkedin. Saya sarankan anda untuk membuatnya.

Setelah liburan tahun baru selesai, mulailah saya mengontak semua recruiter digital media yang berlokasi di Singapore, Australia, dan New Zealand. Di Indonesia masih jarang. Kira-kira total saya menghubungi 100 orang.

Bali

Saya menemukan sebuah lowongan di JobsDB.com, untuk sebuah agency web marketing / design / development di sana. Saya sempat di-wawancara oleh pemiliknya, seorang warga negara Amerika, via telfon. Perusahaan ini sungguh menyenangkan, tawaran gaji lumayan, dan saya rencananya akan diterbangkan ke sana untuk bertemu tim mereka sebelum mereka mengambil keputusan.

Namun sayangnya saya sudah mendapatkan sebuah tawaran kerja lain, sehingga saya harus mengundurkan diri dari perusahaan ini. Sayang sekali saya tidak sempat “liburan” ke Bali gratis hehe.

Singapore

Feedback recruiter-recruiter di Singapore sangatlah positif. Ada sekitar 4 orang yang tertarik untuk merepresentasikan saya ke perusahaan-perusahaan digital media di sana. Menurut mereka, CV saya untuk level Singapore cukup mengesankan. Namun sistem di Singapore berbeda dengan London. Di London, tak ada masalah jika 1 orang diwakili beberapa recruiter, karena pasarnya besar. Di Singapore, lebih menguntungkan jika hanya diwakili oleh 1 recruiter.

Adalah seorang recruiter yang ingin mengikat saya secara eksklusif, dan saya setuju, karena perusahaan recruiter ini mempunyai client-client bernama besar di bidang advertising. Saya mengikuti cara mainnya dan mengakhiri kerja sama dengan recruiter lain. Dalam hitungan hari saja, saya sudah mendapatkan wawancara dengan dua perusahaan ternama.

Saya bilang kepada mereka, jika ada lebih dari 2 perusahaan di Singapore yang ingin mewawancarai saya, maka saya tidak keberatan untuk terbang ke Singapore demi wawancara. Namun jika hanya 2, kita lakukan saja lewat telfon atau Skype.

Dengan salah satu perusahaan tersebut, saya mencapai 3 kali interview dan melakukan satu tugas / project. Namun akhirnya saya mengundurkan diri karena sudah mendapatkan tawaran kerja lain.

New Zealand

Feedback dari New Zealand tidaklah bagus. Jikapun mereka membalas pesan saya, paling-paling hanya memberi tahu bahwa belum ada perusahaan yang mau mensponsori pekerja dari luar negeri.

Australia

Cukup banyak recruiter dan perusahaan yang tertarik dengan CV saya, terutama dengan pengalaman kerja 2 tahun saya di London. Untuk bidang digital media, Amerika dan Inggris memang sudah jauh di depan. Australia, Singapore, dan negara Eropa lainnya agak tertinggal di belakang.

Para recruiter dan perusahaan, menganjurkan saya untuk apply “working holiday visa”, yaitu visa untuk liburan sekaligus bekerja. Dengan visa ini, orang boleh bekerja fulltime selama 1 tahun, dengan maksimal 6 bulan di perusahaan yang sama. Menurut mereka, umumnya orang-orang luar Australia datang dan bekerja dengan visa ini, sambil mengurusi visa kerja di-sponsori oleh perusahaan.

Namun sayangnya, sebagai warga negara Indonesia, jarang sekali ada negara-negara yang mempunyai kerja sama untuk visa semacam ini. Kebetulan Australia mempunyai perjanjian dengan Indonesia menyangkut visa ini, namun jumlahnya dibatasi. Baik Indonesia maupun Australia, hanya mengeluarkan 100 buah work and holiday visa dalam 1 tahun. Tahun imigrasi Australia dimulai dari bulan Juli, dan terakhir saya cek ke imigrasi, visanya sudah mencapai limit 100.

Dengan tidak adanya kesempatan untuk saya apply visa ini, kebanyakan recruiter dan perusahaan tidak lagi berminat. Namun kebetulan ada 1 recruiter yang tetap berniat merepresentasikan saya ke sebuah perusahaan besar, yang menurutnya, memang selalu mencari pekerja yang mempunyai pengalaman di Amerika atau Inggris. Ironisnya, recruiter ini adalah orang pertama yang saya kontak di Australia. Puluhan pesan lainnya yang saya kirim, sungguhlah tidak berguna.

Setelah 3 kali wawancara (melalui telfon dan skype), 1 tugas / project mengerjakan audit website salah satu client mereka, dan saya harus mempresentasikan project ini kepada tim mereka (melalui webex, sebuah aplikasi web conference), akhirnya saya mendapatkan tawaran kerja dari mereka pada akhir Januari / awal Februari. Mulailah kami mengurus visa kerja Australia – Sponsor 457.

Posted in Australia, Tips | Tagged , , , , | 72 Comments

Kick Ass Ukulele – Around the World


Andryo & Kick Ass Ukulele – Around the World

Kick Ass Ukulele

In the summer of 2009, I walked passed this music shop near my work which sells funny and colorful ukulele. I didn’t think to buy it then. But couple of days later, I suddenly thought about this ukulele and decided to buy it. It was around 20-25 pounds, I bought it online cause it was cheaper by couple of quid. This was one of the best buy I have ever made!

This ukulele is very social. Living in Kingston Upon Thames, My friends and I always go by the river in the summer and just drink and drink and drink, the whole day. And since then, I brought my ukulele with me. It was so cool that random people always come along and joined us singing and request some songs. Literally everyone, from little children to middle-aged people.

Kick Ass Ukulele in Kingston

Kick Ass Ukulele in Kingston

At first, I asked my friends to put their signature on the ukulele. But then it was too full and there was no more room. So I started to take photos of my friends holding the ukulele (I gave it a nick-name Kick Ass Ukulele). After a while, I realized that so many people from different nationalities have took photos with it. So I decided to continue and add the nationalities.

Yeah I know it would be so much better if I can travel the world bringing the kick ass ukulele to make videos, but I haven’t got the money to do that. So I just did the simpler option.

Around the World song and the recording

I wrote the song Around the World just for this project. My workmate who sits literally next to me, John Barlow, was kind enough to help me record the song. We used his home-studio for the recording. Thank you very much, John!

Around the World Recording

Around the World Recording

John

John

It was very quick, probably the recording was done in a couple of hours. John was keen on adding a bass-line and drum beats, but I was thinking of making the song a rather simple one. So he mixed his version, I mixed mine. And the next day, he spread the song to several workmates LOL.

The Video

My usual Taiwanese director, Roter Su, helped me again with this one. First we didn’t have a clue of how to go about making the video. How do we show those photos in an interesting way? We wanted to avoid sort of like just monotonous slide shows and all that. We thought about doing it with a video of someone opening a photo album, but then we decided to use this style, a board.

The singing was done at Regent’s Park, about 15 minute walk from where I live. And if you look closely, you can probably see my breath as it was filmed in the winter, around 0 degree… freezing.

Free Download

You can download the song for free from my website, andryo.com. Here is the short-cut link to Download Andryo & Kick Ass Ukulele – Around the World MP3.

I realize that there are many projects that are more extra-ordinary than this one. But I just love diversity, and I was lucky enough to have lived in London where all cultures meet. Hope you enjoy the project.

Posted in Music | Tagged , , , | 2 Comments

Belum Waktunya – Pembuatan Video

Final Video


Andryo – Belum Waktunya di YouTube

Download Belum Waktunya Mp3 gratis di andryo.com.

Lirik Lagu Belum Waktunya

Pernah ku dengar cerita
Tentang seorang manusia
Yang selalu disakiti dan dibenci
Namun hidupnya trus jalan dan tak henti

Bandingkan dengan kita
Yang selalu bersembunyi
Dalam sebuah perlindungan abadi
Begitu banyak yang terlewat di sana

Mungkin kita semua harus
Merasakan pahit dunia
Sebelum kita bahagia
Dan jika kau belum temukan
Bahagia yang kau dambakan
Mungkin memang belum waktunya

Dan janganlah kau bersedih
Kita semua juga pernah
Merasakan apa yang kau rasa saat ini
Namun kita semua mencinta lagi

Tiada manusia yang
Tak pernah sakit hatinya
Semua bagian dari rencanaNya
Dan jika kau belum temukan
Bahagia yang kau dambakan
Mungkin memang belum waktunya

Mungkin kita semua harus
Merasakan pahit dunia
Sebelum kita bahagia
Dan jika kau belum temukan
Bahagia yang kau dambakan
Mungkin memang belum waktunya

Background Lagu

Lagu “Belum Waktunya” gua tulis sekitar awal tahun 2007, bercerita tentang perbedaan manusia yang menghalangi manusia itu untuk bahagia. Mungkin bisa lo kira-kira perbedaan apa yang gua maksud di sini. Ya udah gua kasih tau aja, agama. Emang berdebat tentang perbedaan agama gak akan ada habisnya. Bisakah pasangan hidup selaras, tentram, damai, bahagia, sejahtera, dengan agama yang berbeda?

Tentu buat setiap orang akan berbeda jawabannya. Yang pasti kita gak akan tau kalo belom dijalanin. Segi inilah yang membuat gua menulis lagu ini (pengalaman pribadi). Karena sebuah perbedaan yang mendasar, manusia kadang-kadang melewatkan sesuatu yang dipikirnya adalah hambatan besar. Padahal ada kemungkinan hal itu adalah kebahagian. Tapi inti moral dari lagu ini adalah jika kita belum menemukan kebahagiaan yang kita cari, mungkin memang belum waktunya. Saya tidak percaya dengan “soul-mate”, “meant to be”, atau “jodoh”. Menurut saya itu hanya ada di pikiran saja.

Video dan Cerita

Videonya sendiri berpesan tentang bagaimana kebahagiaan itu adalah sesuatu yang subjektif, karena bahagia adalah sebuah persepsi. 2 Manusia bisa memiliki segalanya yang sama, tetapi salah satu bisa lebih bahagia dari yang lain. Maka itu, bersyukurlah atas apa yang dimiliki. Karena menurut saya, bahagia dasarnya adalah rasa puas dan syukur.

Ceritanya adalah tentang 2 manusia (1 sih sebenarnya) yang berbeda profesi dan gaya hidup, tapi manakah yang lebih bahagia? Gua sendiri juga gak bisa jawab. Persepsi masing-masing aja, tergantung lo mau mendasarkan bahagia atas hal apa, uang, profesi, pasangan, dll.

Proses

Ketika gua mendengar kabar bahwa gua harus pulang dari London karena visa kerja gua agak sulit diperpanjang, gua berpikir untuk bikin video lagu-lagu gua. Mumpung gua masih di London dan kenal orang-orang film yang memang “senang” membuat project (baca: gratis). Dalam 1 bulan terakhir gua di sana, gua bikin 3 videoklip.

Teman dekat gua dulu di kampus, seorang sutradara film asal Taiwan, Roter Su, bersedia membantu gua dalam project ini. Roter sekarang bekerja sebagai dosen tamu dan staff di Universitas tempat saya kuliah dulu, sehingga dia mempunyai akses untuk meminjam alat-alat film. Kita memutuskan untuk memakai kamera SLR (Canon 5D) untuk video ini, karena menurut pengalaman, begitu kita ngeluarin kamera gede di tempat umum, biasanya didatengin polisi atau petugas lokal untuk menanyakan ijin.

Roter Su - memegang kamera

Roter Su - memegang kamera

Meeting nentuin ide dan cerita hanya berlangsung 2 kali, over coffee. Gua pengen videonya pake split-screen untuk menggambarkan perbedaan. Tadinya mau 1 orang sebagai business-man, 1 lagi jadi tukang koran. Tapi menurut dia agak terlalu extreme ya. Akhirnya dia menyarankan gimana kalo jadi tukang ngamen. OK juga idenya.

Emang dasar tuh orang pinter kali ya, menurut gua hasilnya cukup bagus dengan proses perencanaan yang minim. Tapi gua agak gak yakin dengan ide minum alkohol pagi-pagi buat si business-man. Tapi ya udah lah ya. Eh btw kalo lo belom ngerti, maksudnya si orang kaya itu merasa tersesat di kehidupannya, gak yakin sama pasangannya, dll. Yah bukan salah lo juga sih kalo lo gak ngerti, emang gua kagak bisa acting haha.

Maria

Maria

Nina

Nina

Aktris-aktrisnya juga modal minta tolong temen aja, kagak ada yang minta dibayar kok. Malah banyak orang yang ingin membantu gua bikin-bikin project video, apalagi yang kuliah-kuliah drama atau film, pada pengen bikin portfolio. Tapi gua pilih mereka soalnya mereka fotogenik, kagak seperti gua haha. Terima kasih Maria dan Nina atas bantuannya tanpa minta dibayar :)

Shooting dan Lokasi

Produksi hanya memakai 1 orang crew, memakan waktu sekitar 10 jam, yang terbagi dalam 3 hari.  3 Hari juga bukan hari yang penuh, karena waktu kita shooting udah agak semacam winter. Di UK kalo winter, baru terang jam 7 pagi, dan jam 4 sore dah gelap.

Lokasinya juga kagak pake planning yang genah. Banyak perubahan di hari-H karena hujan lah, terlalu ramai lah, jadi jalan-jalan aja dan kalo nemuin lokasi OK langsung shooting di situ.

Untuk peran musisi jalanan, gua beneran nyanyi dan teriak-teriak. Untung kagak di-usir dan di-denda. Karena street busking sebenarnya dilarang di sebagian besar borough di London, kecuali mempunyai ijin. Untuk mendapatkan ijin juga agak berat, harus audisi dll. Sewaktu shooting, gak ada 1 orang pun yang ngasih duit haha. Mungkin karena Roter bawa kamera dan tripod.

Post-Production

Editing memakan waktu sekitar 1 minggu. Roter kayaknya agak-agak semangat ngeditnya meskipun kagak dibayar. Thx mate! Setelah revisi beberapa kali kita berdua cukup puas dengan hasilnya.

Posted in Music | Tagged , , , | Leave a comment

Panduan Membuat Website

Jaman sekarang sepertinya mudah sekali untuk mempunyai sebuah website, baik yang gratis maupun bayar, baik meng-host sendiri maupun “numpang” (semacam wordpress, blogspot, dll). Jika anda ingin mempunyai website, apa saja langkah-langkah membuat website yang sebaiknya diperhatikan? Karena membuat website itu tidak hanya membeli domain dan meng-upload halaman saja. Tetapi masih banyak lagi selain itu.

Saya akan mencoba memberikan panduan membuat website untuk anda, tetapi bukan dari segi design, atau development / coding. Saya akan memberikan panduan membuat website dari segi management, dengan kata lain “bagaimana cara me-manage website anda”.

Membeli Domain

Nama domain akan menjadi semacam “brand” atau “merk” website anda. Seperti layaknya memberikan nama ke anak anda, nama domain haruslah dipilih dengan seksama. Untuk mengganti nama domain di masa depan, akan agak sedikit ribet, terutama jika domain lama anda sudah dikenal banyak orang dan mendapatkan banyak traffic yang konstan.

Memilih nama domain tentunya akan tergantung pada apa tujuan anda mempunyai website tersebut. Saya tidak akan membahas terlalu mendalam tentang research memilih sebuah domain di sini. Tetapi secara umum, pilihlah nama domain yang “menjual”, mudah di-ingat orang, dan jika perlu mengandung search query yang banyak dicari orang.

Search Query: yang anda ketik di google untuk mencari sesuatu.

Top Level Domain / TLD

Top Level Domain adalah bagian terakhir di alamat website anda, misalnya .com, .co.id, .gov, dll. Jika target audience anda adalah rakyat di hanya satu negara, misalnya Indonesia, maka pilihlah TLD .co.id. Atau jika anda ingin mempunyai .com, maka pilihlah web hosting yang servernya berada di Indonesia.

Alasannya adalah, search engine mem-favorit-kan website yang sifatnya lokal. Sebuah analogi, jika anda mencari jasa “pizza delivery” di Jakarta, tentunya anda akan kesal jika hasil search menunjuk pizza delivery di Paris.

Search engine juga memberikan nilai lebih kepada website yang mempunyai TLD .gov, .edu, .org, karena sifatnya non-komersial. Namun tidak masuk akal jika anda mempunyai domain tersebut untuk menjual sesuatu.

Catatan: Dari pengalaman saya, meng-akses website dari server di Indonesia kecepatannya sangat lambat dibanding dengan negara lain. Saya kurang paham tentang hal ini, mungkin servernya, mungkin koneksinya. Apapun sebabnya, yang pasti pengalaman user sangat lah terganggu.

Hosting

Sejak 4 tahun terakhir, saya bekerja bidang online dan berhubungan dengan banyak sekali praktisi developer, designer, online marketer, dll. Rata-rata mereka lebih memilih untuk bekerja dengan server Linux. Server selain Linux agak sulit untuk melakukan hal-hal standard (misalnya redirection, security, dll). Namun jika anda seorang programmer, tentunya hal ini tidak akan sulit untuk anda.

Pikirkan juga tentang hal-hal berikut:

  • Kapasitas yang anda perlukan (1 GB, 3 GB, 10 GB, unlimited).
  • Berapa orang yang akan memiliki akses ke FTP website ini? Jika web hosting anda hanya memberikan satu user, maka akan sulit untuk men-distribusi-kan akses FTP kepada rekan-rekan anda.
  • Apakah anda berencana mempunyai sub-domain? Sub-domain adalah nama di URL sebelom domain. Misalnya blog.facebook.com, maka sub-domain-nya adalah blog. Ada web hosting yang memberikan sub-domain gratis, ada juga yang tidak.
  • Apakah anda membutuhkan HTTPS / Secure HTTP / akses aman? Jika website anda menjual sesuatu, dan akan melibatkan sebuah transaksi (baik kartu kredit, PayPal, dll) maka anda membutuhkan akses HTTPS. Lihat apakah service web hosting anda melayani hal ini.
  • Jumlah account email yang diberikan.

Design

Buatlah design yang merefleksikan tujuan website anda. Jika website anda tentang musik, maka idealnya design-nya agak trendy, jangan seperti design web koran yang terlalu kaku dan terstruktur. Warna, lay-out, font, semua akan berpengaruh pada design anda. Bacalah buku atau pedoman tentang web design.

Jangan membuat user anda sakit mata dalam melihat web anda.

Selain design dari sisi estetika, perhatikan juga design dari segi usability. Apakah user mudah untuk melakukan apapun di website anda. Seberapa banyak menu yang tersedia, apakah anda mempunyai search box, apakah ada sitemap untuk mempermudah user, berapa kali user harus meng-klik mouse untuk mencari sebuah halaman, dll. Saya tidak akan membahas usability design secara menyeluruh di sini. Silahkan lakukan research sendiri :)

FTP / File Transfer Protocol

Untuk meng-upload file dari komputer anda ke server, anda membutuhkan sebuah FTP client (kecuali anda mempunyai server sendiri dan bukan menggunakan web hosting). Menurut saya semua FTP umumnya sama saja, asal mudah dimengerti. Saya menggunakan FileZilla untuk FTP saya. Silahkan coba dan pilih sendiri FTP client yang anda suka.

Canonical

Canonical maksudnya adalah beberapa versi URL dari website anda. Misalnya facebook. Facebook memilih untuk memakai www dalam URLnya. Jika anda mengetik facebook.com tanpa www, maka anda akan di-redirect ke www.facebook.com. Sedangkan twitter memilih untuk tidak memakai www. Coba browse ke www.twitter.com, maka anda akan di-redirect ke twitter.com. Versi apa yang anda inginkan untuk website anda? Saya menggunakan www dalam www.andryo.com.

Canonical cukup penting dalam hal SEO. Saya telah membahas hal ini di postingan saya tentang faktor SEO on page. Silahkan dibaca selengkapnya.

Webmaster Tool

Sudah menjadi praktek standar untuk para webmaster untuk mempunyai akses Webmaster Tool dari search engine-search engine yang ada. Google dengan Google Webmaster Central, Bing dengan Bing Webmaster Tools, dan Yahoo dengan Yahoo Site Explorer.

Google Webmaster Central

Google Webmaster Central

Dengan webmaster tool, anda bisa melihat dan men-setting website anda di mata search engine. Seperti melihat search queries yang mengirim users ke website anda, seberapa banyak impressions website anda di search results, berapa click-through-rate website anda dari search results, kapan spider search engine terakhir meng-crawl website anda, apakah ada broken link di website anda, dll. Silahkan mencoba sendiri, cukup mudah untuk meng-installnya, tinggal meng-upload sebuah file ke website anda untuk meng-klarifikasikan bahwa anda memiliki / admin dari website itu.

Impressions: Berapa kali website anda muncul di hasil search, baik organic search maupun paid search.

Organic Search: Hasil search yang gratis (natural), pada Google muncul di bagian kiri.

Paid Search: Hasil search untuk website yang bayar, pada Google muncul dibagian kanan dan kadang-kadang di kiri, paling atas.

Click-through-rate: Persentase user meng-klik website anda dibandingkan jumlah impressions.

Spider: Agen search engine yang menjelajahi Internet untuk meng-index website-website yang ada.

Broken Link: Link yang menuju pada halaman yang tidak ada, dikenal juga dengan kode 404.

Analytics

Analytics sangatlah penting untuk men-track website anda. Anda bisa melihat jumlah traffic website anda, bagaimana user menemukan website anda, melihat pergerakan user di website anda, berapa lama user mem-browse website anda, halaman mana yang bounce-rate nya tinggi, dll.

Google Analytics

Analytics sebuah website TV online di Inggris

Ada banyak Web Analytics yang tersedia, namun pakailah Google Analytics. Selain karena gratis, menurut saya Google Analytics lebih user-friendly dari Web Analytics lain (seperti Omniture, Webtrends, dll).

Promosi

Promosikan website anda di internet (dan off-line jika perlu). Pertama, beritahu search engine tentang website anda. Beritahu Google di sini, Bing di sini, Yahoo di sini.

Beritahu search engine tentang semua halaman yang ada di website anda dengan membuat sebuah XML sitemap. Akses webmaster tool anda, daftarkan XML sitemap anda di situ.

Promosikan juga halaman-halaman website anda melalui social media dan social bookmarking tool. Tweet postingan anda, post halaman anda di Facebook, install “Facebook Like” di website anda sehingga user bisa click “Like” pada halaman tertentu dan teman-teman mereka bisa melihatnya. Bookmark halaman-halaman website anda ke Digg, StumbleUpon, Reddit, Delicious, dll.

Gunakan ping service untuk mem-ping search engine, blog listing dan site directories yang ada. Ping service yang cukup mudah, cepat, dan gratis misalnya Ping-o-Matic.

Sekian dulu postingan saya kali ini, mohon maaf jika ada hal-hal yang lupa saya sebut. Semoga berhasil.

Posted in Blog SEO | Tagged , , , | 4 Comments

Macam-macam Kopi: Espresso, Cappuccino, Macchiato, Mochachino

Setiap orang sepertinya mempunyai macam-macam kopi kesukaannya masing-masing. Saya tahu kalau saya pergi ke sebuah cafe, akan memesan apa. Paling-paling kalau tidak Caffe Latte, Caramel Macchiato, Americano, atau Flat White. Tapi macam-macam kopi itu apa bedanya ya?

Mungkin untuk anda yang memang pernah bekerja di sebuah coffee house (seperti starbucks, dll) anda sudah mengetahui macam-macam kopi, apa bedanya, dan bagaimana cara membuatnya. Tapi untuk orang lain yang belum tahu, ada baiknya jika saya menjabarkan apa saja sih bedanya macam-macam kopi tersebut.

Straight Espresso

Espresso dalam shot ini sangat digemari di Italia, dan tergolong relatif “kuat”. Macam-macam kopi Espresso shot yaitu:

  • Ristretto Espresso

Shot pendek yang hanya mengambil 3/4 ons dari shot untuk mengindari bagian espresso yang pahit, dan hanya mengambil bagian terbaik.

  • Single Espresso

Espresso shot 1 ons.

  • Lungo Espresso

Espresso shot 1.5 ons.

  • Double Espresso

Espresso shot 2 ons, dengan isi kopi 2 kali lipat.

Espresso Macchiato

Shot Espresso yang diberikan foam susu di bagian atas dengan sendok, disajikan di gelas / mug kecil.

Espresso Con Panna

Panna artinya krim. Jadi intinya sama dengan Espresso Macchiato, tetapi menggunakan whipped cream / krim.

Americano

Shot Espresso, namun ditambahkan air panas sehingga rasa kopi-nya tidak terlalu “kuat”.

Cappuccino

Shot Espresso dituangkan steamed milk (semacam busa dari susu dingin yang dipanaskan).

Caffe Latte

Shot Espresso dituangkan steamed milk, tapi busa-nya ditahan sampai gelas sekitar 75% penuh, baru busa-nya dituangkan di atasnya.

Caffe Mocha / Mochacino

Ini adalah variasi dari Caffe Latte, tapi sirup coklat ditambahkan sebelum steamed milk / susu.

Flat White

Tipe kopi yang berasal dari Australia dan New Zealand. Disajikan dengan ditambahkan steamed milk / susu dari bagian bawah pitcher ke single atau double shot Espresso. Minuman ini agak mirip dengan latte.

Liqueur Coffee

Kopi yang ditambahkan sekitar 25ml liquor, disajikan di gelas / cup khusus liqueur coffee yang bening, dengan kopi dan bahan tambahan dipisahkan agar terlihat lebih enak. Liquor dicampurkan dengan gula dan dituangkan dahulu sebelum kopi (filter). Whipped cream / krim ditambahkan di atasnya.

Macam-macam Liqueur Coffee:

  • Baileys Irish Cream Coffee
  • Brandy Coffee

Kopi dengan brandy

  • Caffe Corretto

Espresso shot dengan shot Brandy, Grappa, atau Sambuca

  • Calypso Coffee

Kopi dengan Tia Maria atau Kahlua, dan Rum

  • English Coffee

Kopi dengan Gin

  • Irish Coffee

Kopi dengan whiskey

  • Russian Coffee

Kopi dengan Vodka

  • Seville Coffee

Kopi dengan Contreau

Posted in Tips | Tagged , , , , , , , , , , , | 2 Comments

Sweden – An Emotional Visit

1 September – 5 September 2010 – I will only use initials for names

I was suppose to go to Sweden last year, in the summer of 2009. But I had to cancel Sweden, and had to be satisfied with only to Norway (which was amazing, btw). The reason for the cancellation was my friend – (S)’s brother, (P), committed suicide. Yes, you read it correctly, suicide. He was 20 years old. Although I have met (S)’s mother and sister (Sa), but I have never met (P).

One Saturday, (P) said to his mother that he was going cycling, but never came back. The following Monday, a person was running in the forest and found him dead, hanging from a tree, then reported to the police. A policeman then came and knocked on the door, only to tell them about the bad news in such an inconsiderate way. The mother screamed hysterically.

- From the story I heard -

One theory… suicide rate in the Scandinavian countries are high because life is rather easier there. So they are not quite used to having difficulties in life. Call me ignorant, call me stupid, but this is just one theory. If you don’t have a job, state pays you money. Education and healthcare are absolutely free. Well I know many European countries offer this kind of social benefit system. But I have been to most countries in Western and Northern Europe, and I have never felt as peaceful as when I was in Norway and Sweden.

Graveyard in Sweden

Graveyard in Sweden

Other theory is because the lack of sunlight in the winter, which is really depressing, believe me. Sun rises at 7 or 8 AM, and sets at 3 or 4 PM. In some northern most part, sun does not rise at all for a while.

Stockholm

Stockholm

A year later, I finally went to Sweden. I spent 3 days with (S) in Stockholm, a great city. Did pretty much the touristic stuff; boat ride around Stockholm (Stockholm is made of 14 islands), Swedish food, sightseeing the old town, central part, south part, etc; night out at a club that plays all-Swedish-hits, and met lots of people.

(S) and me on a boat ride

(S) and me on a boat ride

Nightclub in Stockholm

Nightclub in Stockholm

I must say life there is very comfortable. I can say it’s quite easy to survive there, having most (if not all) of the infrastructure working well.

Houses in Falköping

Houses in Falköping

After Stockholm, I went to (S)’s home town Falköping for 2 days. It’s a small town around 3 hours away by train from Stockholm. There I finally met her dad and saw her home. Again, I felt the same sensation like when I was in Norwegian homes. Everything was like in a postcard.

Swedish Forest

Swedish Forest

We went to the forest to pick berries and mushrooms. Being brought up in the city, I have never done this, and felt very excited about it. Funny thing happened, we got lost for about an hour in the forest.

Couple of months before, (S) did an interview at a radio station about (P)’s suicide, and her family’s situation. The interview was intended to help other people with similar problem. Apparently the interview went very well, and they decided to broadcast it on national TV. So when I was there, the family was looking for (P)’s and family photos for the TV broadcast.

It was very emotional, they were looking at family photos, reminiscing for every memory they had with (P). And I was right there with them choosing photos. I was very much touched and instantly remembered of my own family and how I miss them so much. There, I felt that they really accepted me staying there with them. Maybe this is a bit funny but I felt like a part of the family at some point. Especially when we were singing, (S) and her mother were crying and hugged each other tight. I can see the way her mother looked at me and sort of hold my head. Okay maybe I am a bit weird feeling this way. But I was happy and sad at the same time. It was quite weird feeling as well, because when I stayed there, I was sleeping in (P)’s bed.

Göteborg

Göteborg

I took my flight from Gothenburg, so I went alone by train and stayed there for half a day to see and enjoy the city before finally went to the airport and took the flight. Gothenburg is really clean, peaceful, and quite a compact city. The airport (Gothenburg City Airport) was a bit funny though, which is more similar to a bus station than an airport.

Posted in Travel | 2 Comments

Valença, Portugal

As part of my journey to Galicia, North West Spain, we drove to Portugal just for the sake of it, cause I have never been to Portugal before. We drove from Santiago de Compostela and we chose the city Valença for our destination, as it is very close to the border, and it is a unique town. It was a really nice journey, seeing hills and beaches on the side. The view was awesome!

Hills on the way to Portugal

Hills on the way to Portugal

Hills and beaches

Hills and beaches

Road to Portugal View

Road to Portugal View

On the seaside, we can find a lot of Vatea, sort of like black boxes on the sea to catch clams and oyster. A waiter from a restaurant explained to me how it works, by having ropes underneath where the organizm grows.

vatea

vatea

The drive itself took around 2-3 hours as we were really relaxing, stopping for food etc. Don’t know why, I am always happy seeing countries sign. It is just very easy now to cross borders.

Portugal Sign

Portugal Sign

Valença, Portugal

Valença is surrounded by stone walls from the middle age. The gate to enter the town is just one small lane, fits for just one car, controlled by a traffic light.

Gate to Valença

Gate to Valença

Valença Narrow Gate

Valença Narrow Gate

Valença Stone Walls

Valença Stone Walls

Streets in Valença are narrow and made of stones. Spanish people always have jokes that they go to Portugal just to buy towels because it is so much cheaper there. The street markets are also narrow with lots of people selling stuff on the side. Wine shops are relatively cheaper here, and they have lots of varieties.

Valença Narrow Lanes

Valença Narrow Lanes

Valença Street Markets

Valença Street Markets

Valença Wine Shop

Valença Wine Shop

Food and Wine

While I was in Portugal, I made myself to drink Porto / Port Wine and eat some Bacalhau (codfish), typical fish from Portugal. Every area has its own way of preparing the Bacalhau.

Port Wine in Valença

Port Wine in Valença

Bacalhau

Bacalhau

We didn’t spend much time in Valença. But we did visit a random museum, Núcleo Museológico de Valença, and saw the miniature of Valença. The view from the city walls are not bad as well with a countryside feeling.

Valença Miniature

Valença Miniature

View from Valença

View from Valença

After a little while spending the day in Valença, we headed back to Spain, or should I say Espanha (in Portuguese).

Back to Spain

Back to Spain

Espanha

Espanha

Posted in Travel | 1 Comment

Galicia, North-West Spain

6 September – 9 September 2010

Galicia is a different kind of Spain. The nature is nothing like Spain you know. It’s very green, hilly, and wet. It looks more like Ireland and Wales instead of Spain.

Location

Galicia is located in North West Spain, by the Atlantic sea, north of Portugal.

Galicia in Spain

Galicia in Spain

The Travel

I used to live for a year with Sabela, a Galician, when I was studying in the Uni. I made a promise to her and her friends that before I go back to Indonesia, I would definitely visit Galicia. I am (or trying to be) a man of my words, so 3 years later I did visit Galicia. I went there after my visit to Sweden, but as there was no direct flight from Gothenburg, I made an overnight transit in London Stansted. Yeah, I slept on the floor at the airport (I do this quite often to be honest). From London Stansted I took the flight to Santiago where Sabela now lives to teach at some school.

I have heard so much about Galician food. Being located by the sea, it has the best seafood (probably in the world). She picked me up at the airport, drove me to her place to put my stuff, then we went walking around the city central, then to an Octopus restaurant / Pulperia. There I ate Pulpo ala Gallega (there, it’s just pulpo) and pimientos de padron, a plate full of pepper, some are spicy, some are not – but as I am Asian, nothing is really spicy for me LOL.

Pulpo ala Gallega

Pulpo ala Gallega

Pimientos de Padron

Pimientos de Padron

The Famous “Walk” to Santiago de Compostela

Santiago is known for the famous “walk” (Camino de Santiago de Compostela Pilgrimage / The Way of St James), where people walk to Santiago’s Cathedral from everywhere in Europe. Mostly from Portugal, some parts of Spain, and France. I came across a lot of pilgrims there, they are friends, families, some don’t even know each other and have just met on their journey.

Santiago Cathedral

Santiago Cathedral

Santiago Pilgrims

Santiago Pilgrims

The Holy Year

Every now and again, they have what they call “the holy year” in which they open the “forgiveness door” at the Cathedral. I was quite lucky ’cause then (2010) was the holy year. The next holy year is in 11 years (2021). Having said this, I was also unlucky ’cause it is naturally more crowded. I queued to enter the sacred door, but the guard stopped the line just in front of my face as it was their closing time. I was literally 10 meters away from the door.

Forgiveness Door Queue

Forgiveness Door Queue

Santiago is a very old city. In the central part, every lane is a narrow lane with squares / plazas everywhere, made of stone. It is so amazing that I felt like I was in the middle age. The neighbors are very close, people are friendly, bars and pubs are like everywhere as it is a student town as well.

Santiago's Narrow Lane

Santiago's Narrow Lane

Good thing is Sabela knows a lot of people there, including pubs / bars owners. They give me A LOT of complimentary drinks, probably because they think I am like an exotic man from Indonesia. I am pretty sure I was the first Indonesian they know in person. The guy on the right is the owner of the pub, the guy in the middle is his bartender. The girls are Sabela’s friends. This photo was taken after some Estrella Galicia (Galician beer), Alvariño (Galician white wine), Mencía (Galician red wine), Crema de Orujo (cream coffee liquer, similar like Baileys), and Licor Café, equals my face LOL.

Pub in Santiago

Pub in Santiago

Drinks in Galicia is very cheap. Just go to a bar and order some beer or wine with tapas (normally included), it will cost just around 2 Euros, sometimes less.

Estrella Galicia Beer

Estrella Galicia Beer

Wine and Tapas

Wine and Tapas

Road Trip – Galicia

Sabela was very kind to drive me around Galicia. She drove me to 3 Galician provinces: A Coruña, Pontevedra, and Lugo. First we went to Cangas (across Vigo) area to eat some seafood by the beach, just north of the Spanish-Portuguese border. There we ate this strange long clam thing called Navajas, and Almejas al Alvariño (oyster with Galician wine sauce). A-M-A-Z-I-N-G, not to mention the view of the ocean. Oh my.. so lovely.

Navajas and the view

Navajas and the view

Almejas al Albariño

Almejas al Albariño

After the meal, we headed off to Cabo Home, a place that has like a hill right next to the ocean. It is very similar with the terrains in Ireland and Britain.

Cabo Home

Cabo Home

From here, we had 2 options for the next destination. There was these islands nearby that have been voted many times having the best beach in the world, Cíes Islands (Las Islas Cies). But as we needed to go by ferry, and we don’t really have that much time, so we decided to drive to Portugal, cause I have never been to Portugal. But I won’t discuss Portugal trip here.

Ponte Vedra

After Portugal, we drove to Ponte Vedra (meaning “old or ancient bridge”), the city where Sabela studied for 2 years. It is a very compact town, very small, everything is in walking distance, also a student town, pubs and bars are everywhere, and very old. Similar with Santiago, the central is formed by narrow lanes and plazas / squares made of stone.

Square in Pontevedra

Square in Pontevedra

Pontevedra Streets

Pontevedra Streets

There is this small pier by the river which was very beautiful in my opinion, but smells horrible LOL. The light is so amazing. The photo is natural, non-edited.

Pontevedra

Pontevedra

A Coruña

Next destination is A Coruña. I don’t know why, I love this city. A Coruña is surrounded by the sea, cause it is formed like a round bay with only one entrance and exit by car via a highway. The city itself is very compact, quite small to walk everywhere in the central, and like many European cities, modern and old blends into one.

We just spent one day there, started with having lunch at a nice restaurant with Sabela and her friends. I was quite surprised cause the waiter can speak English fluently.

I ate a lot of new Spanish meals here thanks to them. I tried Jamon Iberico (probably the finest ham in the world), Piqullo-con Bacallau (fish filled pepper), Raxo, and Vuevos con Patatas y Jamon (Eggs with potatos and ham).

After this, we went walking in the city. The beaches are amazing.. well probably not that amazing, but the idea of having a lot of beaches just by walking distance from where you work and live is freaking awesome, don’t you think? We can also see Deportivo la Coruna stadium from the beach. A little further on the other side of the city, we can find the pier which is nice and small. At one end of the city, we can find a very old light house called Torre de Hercules. The meaning needs no explanation.

As Pontes and Vilalba

After A Coruña, we drove to As Pontes, where Sabela is from. Now this city is quite funny. It has the second tallest chimney in Europe, and nothing else. Literally nothing else. Many Galician people refers As Pontes similar as Springfield (from The Simpsons). Now there’s not much to tell here to be honest, but as I heard, the town has the highest number of educated youngsters in Spain (don’t take this for granted).

As Pontes Chimney

As Pontes Chimney

When I told my other Galician friend when she asked me where did I go in Galicia, I also mentioned As Pontes and Vilalba, and it cracks her up… She couldn’t stop laughing.

Vilalba is where Sabela’s grandmother lives. Sabela has set up so we can have a Galician lunch there. One of my colleague from work who is also Galician told me, if I want to eat Pulpo ala Gallega, it has to be made by a fat old woman / grandmother for it tastes nicer. So I was really looking forward for this lunch.

Sabela's Grandmother

Sabela's Grandmother

Pulpo

Pulpo

One thing to note when eating Pulpo ala Gallega is we cannot drink water. It has to be something else, like wine, milk, or whatever. I am not really sure why.

Recommendation

My trip to Galicia is one of my memorable holidays. I was very impressed by the hidden jewel there. Not many people know about the beauty of Galicia. They usually know Barcelona, Madrid, and Andalucia (south of Spain). But I am quite happy with this fact, so it is not so crowded with tourists here.

Posted in Travel | 1 Comment