Panduan Membuat Website

By | 30 October 2010

Jaman sekarang sepertinya mudah sekali untuk mempunyai sebuah website, baik yang gratis maupun bayar, baik meng-host sendiri maupun “numpang” (semacam wordpress, blogspot, dll). Jika anda ingin mempunyai website, apa saja langkah-langkah membuat website yang sebaiknya diperhatikan? Karena membuat website itu tidak hanya membeli domain dan meng-upload halaman saja. Tetapi masih banyak lagi selain itu.

Saya akan mencoba memberikan panduan membuat website untuk anda, tetapi bukan dari segi design, atau development / coding. Saya akan memberikan panduan membuat website dari segi management, dengan kata lain “bagaimana cara me-manage website anda”.




Membeli Domain

Nama domain akan menjadi semacam “brand” atau “merk” website anda. Seperti layaknya memberikan nama ke anak anda, nama domain haruslah dipilih dengan seksama. Untuk mengganti nama domain di masa depan, akan agak sedikit ribet, terutama jika domain lama anda sudah dikenal banyak orang dan mendapatkan banyak traffic yang konstan.

Memilih nama domain tentunya akan tergantung pada apa tujuan anda mempunyai website tersebut. Saya tidak akan membahas terlalu mendalam tentang research memilih sebuah domain di sini. Tetapi secara umum, pilihlah nama domain yang “menjual”, mudah di-ingat orang, dan jika perlu mengandung search query yang banyak dicari orang.

Search Query: yang anda ketik di google untuk mencari sesuatu.

Top Level Domain / TLD

Top Level Domain adalah bagian terakhir di alamat website anda, misalnya .com, .co.id, .gov, dll. Jika target audience anda adalah rakyat di hanya satu negara, misalnya Indonesia, maka pilihlah TLD .co.id. Atau jika anda ingin mempunyai .com, maka pilihlah web hosting yang servernya berada di Indonesia.

Alasannya adalah, search engine mem-favorit-kan website yang sifatnya lokal. Sebuah analogi, jika anda mencari jasa “pizza delivery” di Jakarta, tentunya anda akan kesal jika hasil search menunjuk pizza delivery di Paris.

Search engine juga memberikan nilai lebih kepada website yang mempunyai TLD .gov, .edu, .org, karena sifatnya non-komersial. Namun tidak masuk akal jika anda mempunyai domain tersebut untuk menjual sesuatu.

Catatan: Dari pengalaman saya, meng-akses website dari server di Indonesia kecepatannya sangat lambat dibanding dengan negara lain. Saya kurang paham tentang hal ini, mungkin servernya, mungkin koneksinya. Apapun sebabnya, yang pasti pengalaman user sangat lah terganggu.

Hosting

Sejak 4 tahun terakhir, saya bekerja bidang online dan berhubungan dengan banyak sekali praktisi developer, designer, online marketer, dll. Rata-rata mereka lebih memilih untuk bekerja dengan server Linux. Server selain Linux agak sulit untuk melakukan hal-hal standard (misalnya redirection, security, dll). Namun jika anda seorang programmer, tentunya hal ini tidak akan sulit untuk anda.

Pikirkan juga tentang hal-hal berikut:

  • Kapasitas yang anda perlukan (1 GB, 3 GB, 10 GB, unlimited).
  • Berapa orang yang akan memiliki akses ke FTP website ini? Jika web hosting anda hanya memberikan satu user, maka akan sulit untuk men-distribusi-kan akses FTP kepada rekan-rekan anda.
  • Apakah anda berencana mempunyai sub-domain? Sub-domain adalah nama di URL sebelom domain. Misalnya blog.facebook.com, maka sub-domain-nya adalah blog. Ada web hosting yang memberikan sub-domain gratis, ada juga yang tidak.
  • Apakah anda membutuhkan HTTPS / Secure HTTP / akses aman? Jika website anda menjual sesuatu, dan akan melibatkan sebuah transaksi (baik kartu kredit, PayPal, dll) maka anda membutuhkan akses HTTPS. Lihat apakah service web hosting anda melayani hal ini.
  • Jumlah account email yang diberikan.

Design

Buatlah design yang merefleksikan tujuan website anda. Jika website anda tentang musik, maka idealnya design-nya agak trendy, jangan seperti design web koran yang terlalu kaku dan terstruktur. Warna, lay-out, font, semua akan berpengaruh pada design anda. Bacalah buku atau pedoman tentang web design.

Jangan membuat user anda sakit mata dalam melihat web anda.

Selain design dari sisi estetika, perhatikan juga design dari segi usability. Apakah user mudah untuk melakukan apapun di website anda. Seberapa banyak menu yang tersedia, apakah anda mempunyai search box, apakah ada sitemap untuk mempermudah user, berapa kali user harus meng-klik mouse untuk mencari sebuah halaman, dll. Saya tidak akan membahas usability design secara menyeluruh di sini. Silahkan lakukan research sendiri 🙂

FTP / File Transfer Protocol

Untuk meng-upload file dari komputer anda ke server, anda membutuhkan sebuah FTP client (kecuali anda mempunyai server sendiri dan bukan menggunakan web hosting). Menurut saya semua FTP umumnya sama saja, asal mudah dimengerti. Saya menggunakan FileZilla untuk FTP saya. Silahkan coba dan pilih sendiri FTP client yang anda suka.

Canonical

Canonical maksudnya adalah beberapa versi URL dari website anda. Misalnya facebook. Facebook memilih untuk memakai www dalam URLnya. Jika anda mengetik facebook.com tanpa www, maka anda akan di-redirect ke www.facebook.com. Sedangkan twitter memilih untuk tidak memakai www. Coba browse ke www.twitter.com, maka anda akan di-redirect ke twitter.com. Versi apa yang anda inginkan untuk website anda? Saya menggunakan www dalam www.andryo.com.

Canonical cukup penting dalam hal SEO. Saya telah membahas hal ini di postingan saya tentang faktor SEO on page. Silahkan dibaca selengkapnya.

Webmaster Tool

Sudah menjadi praktek standar untuk para webmaster untuk mempunyai akses Webmaster Tool dari search engine-search engine yang ada. Google dengan Google Webmaster Central, Bing dengan Bing Webmaster Tools, dan Yahoo dengan Yahoo Site Explorer.

Google Webmaster Central

Google Webmaster Central

Dengan webmaster tool, anda bisa melihat dan men-setting website anda di mata search engine. Seperti melihat search queries yang mengirim users ke website anda, seberapa banyak impressions website anda di search results, berapa click-through-rate website anda dari search results, kapan spider search engine terakhir meng-crawl website anda, apakah ada broken link di website anda, dll. Silahkan mencoba sendiri, cukup mudah untuk meng-installnya, tinggal meng-upload sebuah file ke website anda untuk meng-klarifikasikan bahwa anda memiliki / admin dari website itu.

Impressions: Berapa kali website anda muncul di hasil search, baik organic search maupun paid search.

Organic Search: Hasil search yang gratis (natural), pada Google muncul di bagian kiri.

Paid Search: Hasil search untuk website yang bayar, pada Google muncul dibagian kanan dan kadang-kadang di kiri, paling atas.

Click-through-rate: Persentase user meng-klik website anda dibandingkan jumlah impressions.

Spider: Agen search engine yang menjelajahi Internet untuk meng-index website-website yang ada.

Broken Link: Link yang menuju pada halaman yang tidak ada, dikenal juga dengan kode 404.




Analytics

Analytics sangatlah penting untuk men-track website anda. Anda bisa melihat jumlah traffic website anda, bagaimana user menemukan website anda, melihat pergerakan user di website anda, berapa lama user mem-browse website anda, halaman mana yang bounce-rate nya tinggi, dll.

Google Analytics

Analytics sebuah website TV online di Inggris

Ada banyak Web Analytics yang tersedia, namun pakailah Google Analytics. Selain karena gratis, menurut saya Google Analytics lebih user-friendly dari Web Analytics lain (seperti Omniture, Webtrends, dll).

Promosi

Promosikan website anda di internet (dan off-line jika perlu). Pertama, beritahu search engine tentang website anda. Beritahu Google di sini, Bing di sini, Yahoo di sini.

Beritahu search engine tentang semua halaman yang ada di website anda dengan membuat sebuah XML sitemap. Akses webmaster tool anda, daftarkan XML sitemap anda di situ.

Promosikan juga halaman-halaman website anda melalui social media dan social bookmarking tool. Tweet postingan anda, post halaman anda di Facebook, install “Facebook Like” di website anda sehingga user bisa click “Like” pada halaman tertentu dan teman-teman mereka bisa melihatnya. Bookmark halaman-halaman website anda ke Digg, StumbleUpon, Reddit, Delicious, dll.

Gunakan ping service untuk mem-ping search engine, blog listing dan site directories yang ada. Ping service yang cukup mudah, cepat, dan gratis misalnya Ping-o-Matic.

Sekian dulu postingan saya kali ini, mohon maaf jika ada hal-hal yang lupa saya sebut. Semoga berhasil.

5 thoughts on “Panduan Membuat Website

  1. Zuli Taufik

    Hallo salam kenal Mas Aryo,
    Saya tertarik sekali sama tulisan-tulisan anda di blog yang cukup ‘gaul’ ini. Terutama pada materi tentang SEO dan disain web. Sebagai sesama pekerja di bidang website, jujur saya katakan bahwa saya banyak mendapat tambah ilmu lewat tulisan-tulisan yang ditampilkan. Pengalaman dari luar negeri yang anda bagikan lewat blog, saya kira cukup bermanfaat. Ok sekian dulu, saya tunggu tulisan-tulisan berikutnya. Yang terakhir, numpang promosi: silahkan kunjungi juga blog saya di http://zulitaufik.wordpress.com

  2. RANDI

    Mantap nih share nya Mas Andryo. Penuh dengan informasi teknis… Ditunggu artikel berikutnya yang penuh dengan manfaat

Comments are closed.