Blockchain & Crypto > Ethereum Classic

Apa itu Ethereum Classic

Saya yakin beberapa dari anda telah mengerti apa itu Ethereum dan sejarahnya. Jika belum, anda bisa membaca tentang Ethereum di halaman ini.

Sejarah Ethereum Classic

The DAO

Untuk mengerti sejarah terbentuknya Ethereum Classic, pertama-tama kita akan membahas tentang The DAO. The DAO adalah sebuah contoh organisasi yang ter-desentralisasi yang bisa berjalan sendiri, sesuai dengan kode yang telah diprogramkan. Organisasi semacam ini juga dikenal dengan singkatan DAO (Decentralized Autonomous Organization).

Perlu dicatat bahwa The DAO dan DAO adalah dua hal yang berbeda:

  • DAO adalah tipe organisasi yang terdesentralisasi.
  • The DAO (nama resmi perusahaan mereka) adalah contoh dari sebuah DAO. Para pencetas The DAO adalah orang-orang dibalik perusahaan asal Jerman, Slock.it, yang bergerak di bidang IoT (Internet of Things).

Tujuan sebuah DAO adalah untuk menciptakan sebuah struktur badan atau perusahaan yang diatur oleh kode pemrograman, sehingga seluruh proses pengambilan keputusannya tidak membutuhkan pemimpin perusahaan maupun dokumen apapun. Berikut langkah-langkah yang umumnya dijalani oleh sebuah DAO:

  • Diawali dengan para developer yang membuat program smart contract yang bisa menjalankan perusahaan.
  • Biasanya ada fase pengumpulan dana dengan cara crowdsale / ICO (Initial Coin Offering) / TGE (Token Generation Event), dimana para partisipan bisa mengirim dana dengan cara membeli token yang merepresentasikan kepemilikan perusahaan tersebut.
  • Setelah ICO berakhir, DAO tersebut mulai beroperasi.
  • Para anggota bisa mengajukan proposal penggunaan dana untuk project-project tertentu, yang harus disetujui secara voting oleh para anggota lain.

The DAO mulai beroperasi pada tanggal 30 April 2016, dengan mengadakan ICO menggunakan platform Ethereum selama 28 hari. ICO ini sangat populer dan berhasil mengumpulkan dana lebih dari 150 juta Dollar AS, yang berasal dari 11 ribu partisipan lebih. Selama ICO ini masih berjalan, beberapa ahli mengemukakan adanya kelemahan (bug) kode pemrograman yang rentan akan hacking / peretasan.

Peristiwa Hacking (Peretasan) The DAO

Pada saat para developer sedang sibuk-sibuknya membenahi bug kode pemrograman ini, seorang hacker yang tak dikenal berhasil mencuri dana berbentuk Ether dari hasil ICO The DAO sebesar 3,6 juta Dollar AS. Harga Ethereum langsung anjlok dari 20 Dollar ke 13 Dollar.

Pada waktu itu, semua dana yang terkumpul dari ICO The DAO disimpan pada alamat / account yang sama, sebuah ide yang kurang bagus. Hal ini dikarenakan para designer The DAO tidak menyangka bahwa mereka akan mengumpulkan dana sebesar itu. Beberapa orang percaya, bahwa sang hacker berhenti mencuri Ether tersebut setelah ia mendengar adanya pembicaraan tentang rencana hard fork.

Hard Fork Ethereum dan Terbentuknya Ethereum Classic

Pada waktu itu, The DAO menyimpan dana yang sangat besar, tepatnya sebesar 15% dari seluruh sirkulasi Ether yang beredar. Jadi, peristiwa hacking The DAO ini sangatlah berdampak buruk pada ekosistem Ethereum. Vitalik Buterin dan para pemimpin Organisasi Ethereum, tak akan membiarkan hal ini terjadi begitu saja. Terlebih lagi, Ethereum berencana untuk menggunakan sistem Proof-of-Stake di masa depan, sehingga siapapun orang atau kelompok yang menguasai 15% sirkulasi Ether, tentunya akan mempunyai kontrol yang terlalu besar terhadap Ethereum.

Akhirnya, Ethereum menjalankan hard fork mereka pada blok 1.920.000 untuk "mengembalikan" dana curian dari ICO The DAO. Hard Fork ini didukung oleh sebagian besar miner / penambang Ethereum. Tetapi, ada pihak-pihak penambang / miner yang tidak setuju dengan adanya hard fork ini. Pertimbangan mereka adalah:

  • Blockchain itu seharusnya sifatnya immutable. Apapun yang telah terjadi di sebuah blockchain, seharusnya tidak bisa dibatalkan.
  • Code is law (kode adalah hukum).
  • Hard fork ini dianggap bagaikan sebuah bail-out bank atau perusahaan, yang umum terjadi pada saat krisis moneter.

Dengan dasar pemikiran di atas, sebagian kecil dari miner / penambang Ethereum memutuskan untuk tidak meng-upgrade software mereka dan tetap menggunakan sistem Ethereum yang lama. Sistem Ethereum lama ini akhirnya disebut sebagai Ethereum Classic.

Jika anda memiliki Ether sebelum block 1.920.000, dan anda memegang private key Ethereum anda, maka secara otomatis anda memiliki kedua versi Ethereum (ETH dan ETC).

Video: Ethereum VS Ethereum Classic

Video berikut menjelaskan tentang perbedaan Ethereum dan Ethereum Classic:

Cara Membeli Ethereum Classic

  • Jika anda berada di Indonesia, anda bisa membeli Ethereum Classic di website Bitcoin.co.id. Terlebih dahulu anda harus:
    • Membuat akun.
    • Memverifikasi email dan identitas anda.
    • Transfer uang Rupiah anda ke platform mereka.
    Setelah anda melewati langkah-langkah tersebut diatas, ikuti petunjuk berikut:
    • Navigasi ke "Spot Market".
    • Klik trading pair "ETC/IDR" di dalam tabel "IDR Markets".
    • Isi berapa Rupiah yang anda ingin gunakan untuk membeli Ethereum Classic di bagian "Buy Ethereum Classic".
    • Ikuti langkah selanjutnya untuk mengkonfirmasi pembelian anda.
  • Jika anda telah memiliki cryptocurrency lain seperti Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), dan sebagainya, anda bisa langsung menukarkannya dengan Ethereum Classic (ETC) di website Changelly.com.

Cara Paling Aman untuk Menyimpan Ethereum Classic

Ada banyak cara untuk menyimpan Ethereum Classic anda. Tetapi harus diingat, jika anda tidak memegang private key dari dompet anda, berarti anda tidak mempunyai kontrol akan ETC anda.

Cara paling aman untuk menyimpan ETC anda, adalah dengan menggunakan dompet hardware seperti Ledger dan Trezor.

  • Ledger Nano S adalah salah satu dompet hardware yang paling terkenal di kalangan pecinta cryptocurrency. Harganya pun tidak terlalu mahal.
  • Ledger Blue adalah pilihan yang menarik dengan user experience yang lebih baik dan ukuran layar yang lebih besar, jika anda mempunyai dana lebih untuk membeli dompet hardware Ether anda.
  • Trezor adalah salah satu pioneer pertama dan juga dompet hardware Ether teraman.

Sumber:

Artikel Ethereum terkait