Digital Marketing > Analytics > Apa Arti Direct Traffic di Google Analytics

Apa Arti Direct Traffic di Google Analytics

Link ke bagian di artikel ini:

  1. Sumber Traffic Website Pada Umumnya
  2. Arti Direct Traffic yang Sebenarnya

Sumber Traffic Website Pada Umumnya

Ada banyak sumber traffic yang bisa mendatangkan pengunjung ke website atau blog kita, diantaranya adalah:

  • Direct Traffic
    Pengunjung yang langsung mengetik alamat website anda di browser mereka, ataupun dari bookmark.
  • Organic Search
    Pengunjung yang berasal dari mesin pencari seperti Google - dan mereka klik listing yang tidak berbayar.
  • Paid Search
    Pengunjung yang berasal dari mesin pencari seperti Google - dan mereka klik listing iklan berbayar.
  • Social
    Pengunjung yang berasal dari social media seperti misalnya Facebook atau Twitter.
  • Email
    Pengunjung yang berasal dari sebuah email, misalnya mereka klik ke link di email tersebut.
  • Display
    Pengunjung yang berasal dari iklan gambar di website atau app.
  • Referral
    Pengunjung yang berasal dari link yang berada di website lain.
  • Affiliate
    Pengunjung yang berasal dari website lain yang mendapatkan komisi dalam setiap klik, atau setiap penjualan, tergantung dari bentuk kerjasama sebuah perusahaan dengan afiliasi tersebut.

Semakin populer website kita, makin banyak pula traffic yang mengunjungi, dan juga semakin banyak pula sumber trafficnya.

Arti Direct Traffic yang Sebenarnya

Di artikel kali ini, kita akan membahas apa arti sebenarnya dari "direct traffic" di tool analytics yang kita gunakan, misalnya Google Analytics atau Adobe Analytics.

Secara umum, pengertian direct traffic adalah user yang mengetik alamat website kita langsung di browser mereka. Ini termasuk dari para user yang telah mem-bookmark website kita.

Namun yang tidak banyak diketahui oleh para digital marketer - biasanya mereka yang masih baru di bidang digital - sebenarnya direct traffic adalah cara dari Google Analytics untuk menyatakan bahwa mereka tidak tahu sumber traffic ini berasal dari mana.

Jadi selain skenario user mengetik alamat website langsung di browser mereka, kemungkinan lain termasuk:

  1. Email
    Klik dari link di email yang tidak di-track.
  2. Aplikasi Mobile
    Klik dari link di sebuah aplikasi mobile (misalnya app social media) yang tidak di-track.
  3. Dokumen / PDF
    Klik dari link di sebuah dokumen (misalnya PDF atau Microsoft Word) yang tidak di-track.
  4. Website lain
    Klik dari referral website lain yang secure (https) ke website non-secure (http). Ini memang sengaja di design seperti ini untuk segi keamanan. Namun jangan khawatir, kasus ini tidak akan ada untuk:
    • http ke http
    • https ke https
    • http ke https
  5. Halaman pertama dari sebuah traffic (landing page) yang tidak mempunyai tracking tag.
  6. Sistem redirect yang “menghapus” atau menghilangkan tracking.
  7. Short URL
    Traffic dari shorten URL yang tidak di track
  8. Traffic dari campaign marketing lain yang tidak di-track

Sumber - Baca lebih lanjut