Australia – Negara yang Nyaman tapi Mahal

By | 31 May 2011

Blog post terkait:

Australia… negeri seberang dari Indonesia. Tergolong cukup dekat, 4 jam terbang dari Jakarta, kita sudah bisa sampai Perth. 7 jam terbang dari Jakarta, sampailah di Sydney.




Australia – Negara yang Nyaman

Menurut survey PBB (United Nations) mengenai negara-negara dan kualitas hidup di dunia, Australia berada di urutan ke 2 setelah Norwegia. Bertahun-tahun, Australia selalu menempati posisi tinggi dalam survey ini. Sebagai patokan, Indonesia berada di urutan 108 di dunia. Survey ini didasarkan pada jenjang umur penduduk, kesehatan, rata-rata pendapatan, tingkat pendidikan, kebebasan politik, persamaan hak penduduk, dll.

3 bulan lamanya telah saya tinggal di Sydney, Australia. Menurut saya, memang negara ini sangat nyaman, bersih, dan aman. Gaji yang ditawarkan memang sangat tinggi, lebih tinggi dari gaji saya di London dulu. Flatmate saya orang lokal Australia, sewaktu dia kerja sebagai pelayan restoran sambil kuliah dulu, tarif 1 jam-nya 18 Dollar, belum termasuk tip. Sebagai gambaran, upah minimum di London per jam-nya 5.75 Pound (8 Dollar Australia).

Namun seiring dengan standar gaji di Australia yang tinggi, biaya hidup di Australia, khususnya Sydney juga lebih tinggi.

Australia itu Mahal

Beberapa waktu terakhir, Dollar Australia terus menanjak harganya. Dari sekitar beberapa tahun lalu, yang saya ingat harga 1 Dollar Australia = 7000 Rupiah, sekarang sudah di atas Dollar Amerika. Memang ini saat yang tepat untuk memiliki gaji dalam Dollar Australia. Namun perkembangan ekonomi yang terlampau cepat juga akan memiliki dampak negatif ke depannya. Misalnya ekspor yang berkurang, karena mahalnya produk dari Australia sehubungan dengan tingginya nilai tukar Dollar.

4 tahun lamanya saya tinggal di Eropa dan telah berkelana ke berbagai negara di sana, hanya Norwegia dan Swedia yang saya rasa setara mahalnya dengan Australia, khususnya Sydney. Kota-kota di Amerika sudah bukan bandingannya lagi.

Untuk rent, mungkin London masih mirip mahalnya. Namun untuk sembako, restoran, pakaian, dan tiket pesawat, Australia itu mahal. Sewaktu saya kerja di London, masih banyak sekali tempat-tempat makan siang dekat pusat perkantoran yang menjual porsi-an dibawah 5 pound (sekitar 7.5 Dollar Australia). Di Sydney, makan siang paling tidak akan menghabiskan 10 Dollar.

Kurangnya Kompetisi di Australia

Salah satu sebab harga-harga yang mahal di Australia adalah kurangnya kompetisi. Supermarket di Australia hanya 2 yang ukurannya paling besar, Woolworth dan Coles. Praktis merekalah yang menguasai dan mengatur harga pasaran.

Merk-merk baju di Australia, rata-rata hanyalah produk lokal. Misalnya Country Road, atau apa lagilah saya juga lupa. Bulan lalu Zara membuka toko perdananya di Sydney, dan sampai 2 minggu lamanya, pengunjung harus antri untuk memasuki toko ini. Karena memang harganya jauh lebih murah. Untuk perbandingan, coat / mantel saya di London, saya beli di toko TopMan, merk yang cukup eksklusif. Namun harganya hanya 65 Pound (dibawah 100 Dollar Australia). Di Sydney, saya sudah keliling-keliling toko, coat di sini rata-rata harganya 250-300 Dollar.

Untuk tiket pesawat, di Eropa kita bisa memilih pesawat-pesawat low budget seperti EasyJet dan Ryan Air. Tidak jarang saya membeli tiket pesawat seharga 5-30 Pound, untuk mencapai kota di negara lain. Saya tidak melebih-lebihkan, saya membeli tiket Oslo-London seharga 5 Pound. Teman-teman saya pernah membeli tiket seharga 1p (1 sen), untuk tiket yang dijual cepat untuk terbang di Minggu yang sama. Tentunya saya tidak bisa membeli tiket semacam ini karena harus mengurus visa dulu. Di Australia, tiket pesawat dari Sydney ke Melbourne dengan pesawat low budget seperti Tiger Airways dan Jetstar, paling murah 100 Dollar.

Kebetulan Flatmate saya baru pulang dari San Francisco untuk training pekerjaan selama seminggu. Dia membawa 1 koper kosong dari sini, dan sepulang dari sana koper ini terisi penuh barang belanjaan. Amerika sudah tergolong murah untuk ukuran Australia. Dia bilang makan di restoran di San Francisco, harganya bisa hanya sepertiga sampai setengah harga makanan di Sydney.

Australia Jauh dari Mana-mana

Keuntungan tinggal di Australia dari mata orang Indonesia, adalah dekatnya jarak untuk pulang ke rumah. Ini jika dibandingkan dengan Amerika, Eropa, atau Afrika. Namun keuntungan ini menjadi tidak relevan lagi menurut saya, karena hal-hal berikut:

  • Tiket pesawat yang mahal
  • Jumlah cuti yang sedikit

Harga tiket pesawat dari Sydney ke Jakarta pulang pergi adalah sekitar 700-an Dollar Australia. Bisa sih lebih murah memakai pesawat low budget, namun untuk perjalanan 7 jam, saya tidak sanggup deh ya untuk duduk tidak nyaman. Sebagai perbandingan lagi, tiket pesawat pulang pergi dari London ke Jakarta bisa seharga sama, semurah 450 Pound.

Jumlah cuti standar di Australia, hanyalah sebanyak 20 hari. Untuk anda yang membaca blog ini dari tanah air, mungkin anda kaget. 20 hari cuti itu bukannya banyak? Untuk standar Eropa, 20 itu tidak ada artinya. Jumlah cuti saya di Inggris dulu sebanyak 26 hari. Namun dibandingkan dengan Amerika yang standar hari cutinya hanya 10-15 hari setahun, Australia masih tergolong enak.

Dengan mengemukakan hal-hal ini, saya rasa dekat secara geografi ke Indonesia jadi kurang terasa nilainya.

Kesehatan

Jika anda warga negara Australia, atau memiliki visa Permanent Resident, anda bisa memanfaatkan Medicare, semacam program kesehatan pemerintah dimana untuk berobat tidak dikenakan biaya apapun. Tetapi jika anda pelajar dari Indonesia, atau pekerja dengan visa kerja sponsor seperti saya, kita diwajibkan untuk memiliki asuransi kesehatan pribadi. Harganya yang saya lihat paling murah, kira-kira sekitar 80-an Dollar sebulan. Saya membayar asuransi yang harganya di atas 100 Dollar, karena saya ingin ter-cover untuk dental / gigi, dan beberapa pilihan lain seperti fisioterapi, dll.

Menurut saya hal ini agak aneh, karena pajak yang dikenakan oleh pemerintah di sini sangatlah tinggi. Saya kurang lebih membayar pajak sebesar 20-an persen, seperti yang saya bayar di Inggris dulu. Namun semua urusan kesehatan di Inggris (atau negara-negara di Eropa barat pada umumnya) gratis total, kecuali untuk dental. Jadi, uang pajak yang saya bayarkan itu lari kemana semua?




Liburan ke Negara Lain

Untuk liburan ke negara-negara lain, harganya pun sangat mahal karena jarak yang jauh. Tiket pesawat pulang pergi ke New York dari Sydney, harganya 1800-2000 Dollar Australia. Tiket pesawat pulang pergi dari Sydney ke London adalah seharga 1700 Dollar Australia. Namun lucunya, tiket pulang pergi dari London ke Sydney harganya jauh lebih murah, entah mengapa.

Praktis keuntungan tinggal di Australia, hanyalah terasa jika kita ingin berlibur ke New Zealand, atau negara-negara kecil di Samudra Pasifik seperti Fiji.

Kesimpulan

Mohon maaf jika postingan saya kali ini agak terdengar ngedumel dan ngomel-ngomel. Karena sejak saya mendarat di Sydney, memang saya agak shock dengan harga-harga yang mahal di sini. Belum lagi sistem transportasi publik Sydney yang menurut saya agak primitif untuk ukuran kota internasional.

Sewaktu saya mendapatkan tawaran kerja di Sydney dengan imbalan gaji yang cukup tinggi, saya kira saya bisa banyak menabung. Ternyata ujung-ujungnya uang yang bisa saya tabung, tidak sebanyak yang saya perkirakan.

Dengan omelan-omelan saya di atas, tetap saya berpendapat bahwa Australia adalah tempat yang nyaman dan enak, terutama jika anda ingin settle down, berkeluarga, dan mempunyai anak. Namun jika anda masih muda, dan masih ingin keliling dunia untuk jalan-jalan, atau hidup gila-gilaan, Australia bukanlah tempat yang tepat.

Silahkan putuskan sendiri jalan hidup anda 🙂

111 thoughts on “Australia – Negara yang Nyaman tapi Mahal

  1. zulkifli

    jika ada yang menyediakan jasa pengurusan visa, akan lebih baik jika di inbox, terimakasih

  2. Yocky

    Infonya berguna sekali mas andryo…. saat ini saya menggeluti usaha kecil-kecilan di bidang pertanian tapi melihat kehidupan pertanian d ausie cukup mapan..rencana sih utk mencari pengalaman saya pengennya kerja serabutan aja misalnya fruitpicker atau operator machine, saat ini saya rajin cari info pekerjaan ini di http://jobsearch.gov.au…Apakah lowongan kerja di ausie di sektor agri butuh tenaga asing dan apakah IELTS harus standard, n perkiraan gaji sbg FP brp…?? mohon di jawab lg butuh ni..!!

  3. josh

    Halo mas Andryo,
    Sydney memang luar biasa. Kesan pertama kali waktu saya datang bulan November 2014 kemarin selama 1 bulan liburan membuat saya ingin kembali ke sana lagi.
    Kebenaran saat ini saya mendapatkan tawaran pekerjaan dari perusahaan yg tdk pernah saya lamar sebelumnya dan yg saya lamar memberikan feedback negatif alias penolakan, hahaha.
    Yang saya kurang suka dari tawaran ini adalah gaji yg ditawarkan rendah sekali, kalau saya hitung hanya cukup utk rent, makan, transport, etc (hal-hal kecil lainnya) ditambah jenis pekerjaannya tdk sesuai dgn kualifikasi dan pengalaman saya selama ini.
    Saya pernah mengobrol dgn orang Sydney, katanya saya tidak punya local experience dan bahasa inggris saya kurang lancar cas-cis-cus walaupun saya mengerti ketika sedang mendengarkan. Mereka juga tdk kenal dgn perusahaan di mana saya pernah bekerja sampai dgn saat ini (Indonesia).
    Pertanyaan saya:
    1. Apakah benar kalau sumber daya dari Indonesia kurang dipandang oleh mereka?
    2. Apakah benar kalau bahasa Inggris menjadi syarat utama dalam artian harus benar-benar lancar dan nilai TOEFL/IELTS memenuhi syarat? Bagaimana bila tidak atau blm pernah mengikuti tesnya?
    3. Apabila saya terima lamaran kerja ini, di mana tdk sesuai dgn bidang pekerjaan saya, apakah bisa dijadikan pengalaman kerja tertulis di dalam CV saya utk melamar kerja berikutnya di OZ?
    4. Apabila mas Andryo menjadi saya, apakah akan diambil atau tidak (berdasarkan pengalaman subyektif atau pengamatan selama ini)?
    5. Mohon referensi utk tempat tinggal murah yg msh bisa dijangkau dgn bus atau kendaraan umum lainnya.

    Terimakasih dan salam.
    Josh.

  4. Helda Amelia

    Hi mas , mau infonya doong .. untuk bisa kerja diluar negeri gimana ? Harus apa aja yang dipersiapkan ? Thanks

  5. Danny

    Dear Mas Andryo,

    Saya sempat mendengar, biaya melahirkan ditanggung kalo istri “isi” sudah di sana, bukan “isi” sebelum sampai di Aussie. dengan kata lain, biaya melahirkan ditanggung asuransi jika istri melahirkan pada (+1 bulan setelah tiba di aussie. apakah hal ini benar? hal ini berkaitan dengan program saya dengan istri

  6. aliya

    kalau saya menjadi guru disana bagaimana? kalau menjadi guru bahasa inggris menurut anda sekalian bagaimana? saya masih bingung u,u

  7. mie

    Mau tanya donk ^^
    Klo misal bahasa Inggris saya kan kurang bagus ya alis kurang bisa tp bisa ga ya ngajuin visa holiday . Àtau ga ada ga visa selain sekolah/jln2 yg ga hrs bisa2 bgt bhs inggris tp belajar bhs inggris dsna juga ja tp sambil kerja.

    Kmu kira2 tau ga ttg hal ini ^^

  8. Tiffany

    Mas klo mau ke aussie kerja, pake visa apa yg gampang ya mas? Sm klo mau sewa apartment (nge kost) paling murah di suburb atau di melbourne mas? Tksh

  9. Icha

    Aku baru pulang dari Australia bulan november kemrin sempet keliling pakek molil di queensland dan enak banget karna semua jalanan nya udah ada petunjuk arah nya jelas,
    Saya ada rencana pengen applay lagi working holiday visa, kerjaan saya di bali dab pengalaman 6 tahun kerja jadi designer, tp saya sempat putus kulia karna udah keasikan kerja, jadi saya gak ada ijasah sarjanah, pas liat syarat2 nya lagi minimal D3
    Yg saya mau tanyain kira2 ada kesempatan gak yah buat saya???
    Thanks

  10. uky

    Mas sya mau nyambung kuliah disana, kira-kira klau dri d3 ke s1 dsna berapa tahun ya?

  11. mohammad irfan

    Salam mas andryo..

    Saya tertarik sekali (interested) untuk kerja di australi. Boleh ga mas andryo ngasih reperensi gimana caranya dengan mudah saya bisa dapetin kerja di australia. Mohon balasannya via email… saya minta kontak bbm nya.

    Email saya : if06955@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *