Baca juga:
- Cari Kerja di Australia
- Proses Aplikasi Visa Kerja Australia – Sponsor 457
- Standar Gaji di Australia
Australia… negeri seberang dari Indonesia. Tergolong cukup dekat, 4 jam terbang dari Jakarta, kita sudah bisa sampai Perth. 7 jam terbang dari Jakarta, sampailah di Sydney.
Australia – Negara yang Nyaman
Menurut survey PBB (United Nations) mengenai negara-negara dan kualitas hidup di dunia, Australia berada di urutan ke 2 setelah Norwegia. Bertahun-tahun, Australia selalu menempati posisi tinggi dalam survey ini. Sebagai patokan, Indonesia berada di urutan 108 di dunia. Survey ini didasarkan pada jenjang umur penduduk, kesehatan, rata-rata pendapatan, tingkat pendidikan, kebebasan politik, persamaan hak penduduk, dll.
3 bulan lamanya telah saya tinggal di Sydney, Australia. Menurut saya, memang negara ini sangat nyaman, bersih, dan aman. Gaji yang ditawarkan memang sangat tinggi, lebih tinggi dari gaji saya di London dulu. Flatmate saya orang lokal Australia, sewaktu dia kerja sebagai pelayan restoran sambil kuliah dulu, tarif 1 jam-nya 18 Dollar, belum termasuk tip. Sebagai gambaran, upah minimum di London per jam-nya 5.75 Pound (8 Dollar Australia).
Namun seiring dengan standar gaji di Australia yang tinggi, biaya hidup di Australia, khususnya Sydney juga lebih tinggi.
Australia itu Mahal
Beberapa waktu terakhir, Dollar Australia terus menanjak harganya. Dari sekitar beberapa tahun lalu, yang saya ingat harga 1 Dollar Australia = 7000 Rupiah, sekarang sudah di atas Dollar Amerika. Memang ini saat yang tepat untuk memiliki gaji dalam Dollar Australia. Namun perkembangan ekonomi yang terlampau cepat juga akan memiliki dampak negatif ke depannya. Misalnya ekspor yang berkurang, karena mahalnya produk dari Australia sehubungan dengan tingginya nilai tukar Dollar.
4 tahun lamanya saya tinggal di Eropa dan telah berkelana ke berbagai negara di sana, hanya Norwegia dan Swedia yang saya rasa setara mahalnya dengan Australia, khususnya Sydney. Kota-kota di Amerika sudah bukan bandingannya lagi.
Untuk rent, mungkin London masih mirip mahalnya. Namun untuk sembako, restoran, pakaian, dan tiket pesawat, Australia itu mahal. Sewaktu saya kerja di London, masih banyak sekali tempat-tempat makan siang dekat pusat perkantoran yang menjual porsi-an dibawah 5 pound (sekitar 7.5 Dollar Australia). Di Sydney, makan siang paling tidak akan menghabiskan 10 Dollar.
Kurangnya Kompetisi di Australia
Salah satu sebab harga-harga yang mahal di Australia adalah kurangnya kompetisi. Supermarket di Australia hanya 2 yang ukurannya paling besar, Woolworth dan Coles. Praktis merekalah yang menguasai dan mengatur harga pasaran.
Merk-merk baju di Australia, rata-rata hanyalah produk lokal. Misalnya Country Road, atau apa lagilah saya juga lupa. Bulan lalu Zara membuka toko perdananya di Sydney, dan sampai 2 minggu lamanya, pengunjung harus antri untuk memasuki toko ini. Karena memang harganya jauh lebih murah. Untuk perbandingan, coat / mantel saya di London, saya beli di toko TopMan, merk yang cukup eksklusif. Namun harganya hanya 65 Pound (dibawah 100 Dollar Australia). Di Sydney, saya sudah keliling-keliling toko, coat di sini rata-rata harganya 250-300 Dollar.
Untuk tiket pesawat, di Eropa kita bisa memilih pesawat-pesawat low budget seperti EasyJet dan Ryan Air. Tidak jarang saya membeli tiket pesawat seharga 5-30 Pound, untuk mencapai kota di negara lain. Saya tidak melebih-lebihkan, saya membeli tiket Oslo-London seharga 5 Pound. Teman-teman saya pernah membeli tiket seharga 1p (1 sen), untuk tiket yang dijual cepat untuk terbang di Minggu yang sama. Tentunya saya tidak bisa membeli tiket semacam ini karena harus mengurus visa dulu. Di Australia, tiket pesawat dari Sydney ke Melbourne dengan pesawat low budget seperti Tiger Airways dan Jetstar, paling murah 100 Dollar.
Kebetulan Flatmate saya baru pulang dari San Francisco untuk training pekerjaan selama seminggu. Dia membawa 1 koper kosong dari sini, dan sepulang dari sana koper ini terisi penuh barang belanjaan. Amerika sudah tergolong murah untuk ukuran Australia. Dia bilang makan di restoran di San Francisco, harganya bisa hanya sepertiga sampai setengah harga makanan di Sydney.
Australia Jauh dari Mana-mana
Keuntungan tinggal di Australia dari mata orang Indonesia, adalah dekatnya jarak untuk pulang ke rumah. Ini jika dibandingkan dengan Amerika, Eropa, atau Afrika. Namun keuntungan ini menjadi tidak relevan lagi menurut saya, karena hal-hal berikut:
- Tiket pesawat yang mahal
- Jumlah cuti yang sedikit
Harga tiket pesawat dari Sydney ke Jakarta pulang pergi adalah sekitar 700-an Dollar Australia. Bisa sih lebih murah memakai pesawat low budget, namun untuk perjalanan 7 jam, saya tidak sanggup deh ya untuk duduk tidak nyaman. Sebagai perbandingan lagi, tiket pesawat pulang pergi dari London ke Jakarta bisa seharga sama, semurah 450 Pound.
Jumlah cuti standar di Australia, hanyalah sebanyak 20 hari. Untuk anda yang membaca blog ini dari tanah air, mungkin anda kaget. 20 hari cuti itu bukannya banyak? Untuk standar Eropa, 20 itu tidak ada artinya. Jumlah cuti saya di Inggris dulu sebanyak 26 hari. Namun dibandingkan dengan Amerika yang standar hari cutinya hanya 10-15 hari setahun, Australia masih tergolong enak.
Dengan mengemukakan hal-hal ini, saya rasa dekat secara geografi ke Indonesia jadi kurang terasa nilainya.
Kesehatan
Jika anda warga negara Australia, atau memiliki visa Permanent Resident, anda bisa memanfaatkan Medicare, semacam program kesehatan pemerintah dimana untuk berobat tidak dikenakan biaya apapun. Tetapi jika anda pelajar dari Indonesia, atau pekerja dengan visa kerja sponsor seperti saya, kita diwajibkan untuk memiliki asuransi kesehatan pribadi. Harganya yang saya lihat paling murah, kira-kira sekitar 80-an Dollar sebulan. Saya membayar asuransi yang harganya di atas 100 Dollar, karena saya ingin ter-cover untuk dental / gigi, dan beberapa pilihan lain seperti fisioterapi, dll.
Menurut saya hal ini agak aneh, karena pajak yang dikenakan oleh pemerintah di sini sangatlah tinggi. Saya kurang lebih membayar pajak sebesar 20-an persen, seperti yang saya bayar di Inggris dulu. Namun semua urusan kesehatan di Inggris (atau negara-negara di Eropa barat pada umumnya) gratis total, kecuali untuk dental. Jadi, uang pajak yang saya bayarkan itu lari kemana semua?
Liburan ke Negara Lain
Untuk liburan ke negara-negara lain, harganya pun sangat mahal karena jarak yang jauh. Tiket pesawat pulang pergi ke New York dari Sydney, harganya 1800-2000 Dollar Australia. Tiket pesawat pulang pergi dari Sydney ke London adalah seharga 1700 Dollar Australia. Namun lucunya, tiket pulang pergi dari London ke Sydney harganya jauh lebih murah, entah mengapa.
Praktis keuntungan tinggal di Australia, hanyalah terasa jika kita ingin berlibur ke New Zealand, atau negara-negara kecil di Samudra Pasifik seperti Fiji.
Kesimpulan
Mohon maaf jika postingan saya kali ini agak terdengar ngedumel dan ngomel-ngomel. Karena sejak saya mendarat di Sydney, memang saya agak shock dengan harga-harga yang mahal di sini. Belum lagi sistem transportasi publik Sydney yang menurut saya agak primitif untuk ukuran kota internasional.
Sewaktu saya mendapatkan tawaran kerja di Sydney dengan imbalan gaji yang cukup tinggi, saya kira saya bisa banyak menabung. Ternyata ujung-ujungnya uang yang bisa saya tabung, tidak sebanyak yang saya perkirakan.
Dengan omelan-omelan saya di atas, tetap saya berpendapat bahwa Australia adalah tempat yang nyaman dan enak, terutama jika anda ingin settle down, berkeluarga, dan mempunyai anak. Namun jika anda masih muda, dan masih ingin keliling dunia untuk jalan-jalan, atau hidup gila-gilaan, Australia bukanlah tempat yang tepat.
Silahkan putuskan sendiri jalan hidup anda
Ehm, komentar kedua di blog ini. Saya kebetulan pernah seminggu ke Sydney untuk meliput peluncuran Ford Ranger terbaru. Dan yang saya rasakan kira-kira sama :gila, Sydney mahaal sekali untuk apapun.
Makan di gerai makanan standar di dalam mal bisa habis Rp130 ribu. Dan waktu kita (berempat) makan di Sydney Fish Market, habisnya sampai Rp1,3 juta. gila banget. Apalagi waktu naek taksi, mata ini melotot liat argonya yang rasanya per meter kita kena charge Rp5000 hahahaha.
Waktu ke Bondi beach, cuma melotot karena pantainya cuma seupil. Padahal heboh banget ada acara di Discovery Travel n Living soal lifeguard di sana. wkkwwk.
Kita sempat tur pake taksi yang dirupiahkan bisa Rp3 juta, padahal turnya cuma 4-5 jam saja. Sopir taksinya sempat bawa kita ke kompleks perumahan mewah yang katanya 1 rumah bisa mencapai USD20-40 juta. Padahal di Amerika Brad Pitt beli rumah mewah aja cuma USD10 jutaan.
Karena itu saya pikir Sydney sangat overrated. hehehe.
Haha gila taksi 3 juta, kalo di Jakarta bisa sampe ke Bandung kali tuh.
Saya setuju Mas, overrated. Sistem transportnya yang saya sangat tidak puas. Harga juga mahal semua, nabung jadi sulit :p. Namun sebenarnya nyaman sih, dan sangat relaks. Pantai dimana-mana, kotanya aman, dll. Buat pengalaman lumayan lah…
A
Senang bisa membaca, cerita anda. Sepertinya lebih terasa membumi. Kebetulan memang itu yang ingin saya tahu.
Thanks
wah saya lgsg menciut mau kesana, setelah baca ni artikel n coments,
saya mau sekoah sambil kerja disana, tp harus ngiriiitt bgt ya kayag nya..
Sydney mmg muaahhaaal bgtss…. Mgg lalu sy ke sana. Parkir di gedung kena 35 dollar atau setara 300m ribuan…. pdhl gak sampe 2 jam…… Huuuaaaa. Sependapat…kotanya sangat nyaman…..tamannya indah2 dan terawat.
Thanks for your posting, it gives much info!
Lagi bikin plan buat ke Aussie tahun depan nih, alasan utamanya karena mau main ke tempat tanteku yang sejak 20tahun lalu merid sama orang sana. Jadi yah sekalian aja bikin rencana holiday kliling Oz (sambil kerja kalau bisa=))
waahh,,,, gitu ya…. tapi penasaran nih…
klo mau ngelanjutin study ke Sydney,,, ada saran2 gak biar bisa ngirit hdp di sana?
hallo senang baca blognya .
Saya senny .
Pengen bgt deh homestay disana sambil nyoba”in part timenya .
tapi masih bingun harus cari informasi kemana .
bisa bantu ?
thanks
Pasti ada sih cara untuk hemat. Share room, selalu masak dan makan di rumah, jalan kaki ke mana2 (Sydney kecil), dll. Yah pinter2nya aja..
Senny,
Homestay maksudnya sambil belajar kah? Bisa mulai dengan cari kampus atau sekolah, atau program kursus singkat. Lalu apply sekolah dan visa.
Salam.
Hi Andryo
wah terima kasih sekali, gak hanya sangat informatif dan ‘membumi’ seperti kata comment di atas, tapi juga sangat menarik dan sangat memancing rasa ingin tau lebih lanjut ttg Benua Wallaby itu.. eh salah ding.. Benua Kangguru maksudnya.. Ada teman ngedadak minta saya ke Sydney. Saya kelimpungan juga, harus cepet2 urus visa, nguplek2 internet berharap dapet tiket murah, mana KTP barusan hilang lagi (norak jg imigrasi Aussie ini; masak urus visa pake minta KTP dan KK segala.. Jangan2 Duta Besar nya dulu pernah jadi Ketua RW di Kampung Bojong Kenyot kali yaa..)
my salaam,
duan
Hahaha ketua RW. Have a good trip!
Andryo
berarti emang serba mahal ya…..yang katanya kawasan elit/darling point aja rumah2nya biasa2 aja,ga terlalu wah bila dibanding dengan beverly hillnya LA
wah saya langsung keder dan agak nelan ludah abis baca artikel ini. huehehe…
tapi apa yg mas ceritakan ini bisa saya generalisasikan utk kota2 besar di ausie? saya ada rencana relokasi ke perth, dapat tawaran dari kantor. apakah di perth juga semahal sydney? dan senyaman sydney kah?
keputusan saya pindah sih buat nambah wawasan saya dan keluarga (terutama anak2) sekalian juga saving per bulan (ini yg musti saya hitung dulu dgn cermat). mohon infonya mas. trims…
Halo Mas Luthfi,
Harusnya sih Sydney lebih mahal, lalu diikuti Melbourne. Tapi untuk barang2 umum (groceries etc) sepertinya harganya mirip.
Terakhir saya ke Perth udah beberapa tahun yang lalu, jadi sudah agak lupa hehe.
Salam.
Andryo.
Maaf kelupaan…
Nyaman mungkin tergantung tiap orang. Apakah arti kenyamanan buat kita? Public transport Sydney lebih maju. Keamanan mungkin mirip. Tapi Perth gak ada apa2an Mas, cuma ada alam aja hehe. Sydney dan Melbourne lebih “happening” :p.
Mas Andryo,
Thanks a lot, sharing pengalamannya bermanfaat buanget.
Kalau Brisbane atau Adelaide kira2 gimana ya?
Terima kasih Mas Bambang.
Harusnya 2 kota itu sih lebih murah. Tapi yah secara umum memang Australia lebih mahal sekarang.
Untuk rent sih pasti jauh lebih murah dari Sydney.
Salam
kak…….gimana caranya agar bisa memiliki pendidikan di luar negri?
Dani,
Agar bisa memiliki pendidikan di luar negeri, yah sekolah di luar negeri. Belum tentu juga pendidikan di luar negeri lebih baik dari dalam negeri. Semua tergantung sekolah dan kurikulumnya.
Salam.
Andryo,
Bener juga ya, ternyata kalo dibandingkan sama Eropa sih Australia masih kalah enak. Tapii, kalo dibandingkan dengan di Indonesia ya Au jelas jauh lebih enak. Hehehe. Kebetulan saya udah 6 thn tinggal di Perth, dari sekolah bachelor smp akhirnya sekarang kerja di government. Selama ini sih untuk pulang pergi perth-jakarta nggak masalah (soalnya lumayan sering dapet harga promo jetstar yang cuma $300 return
– 4 jam masih sanggup naik budget airlines, tapi kalo 7 jam ya nggak kuat sih, hehe).
Untuk harga makanan, disini masih ada kok yg $5 porsi lunch – walaupun ngantri nya 30 menit sendiri. Soal commuting juga beda jauh sm di Jakarta yg hrs spend berjam-jam di jalan cuma karena macet. Intinya saya sangat happy kerja disini. Dan pertimbangan utama lainnya, walaupun jauh dari orang tua tapi saya nggak terlalu khawatir, karena flight perth-jakarta itu available setiap hari (baik yg direct maupun via bali) jadi kl sewaktu2 saya hrs pulang mendadak ya nggak masalah.
Pengeeen banget sebenernya ngerasain kerja di Eropa. Tapi kalo mikir nggak bisa pulang indo kalo ada sesuatu yg emergency, nyali langsung ‘ciut’ deh. Hehehe..
Just my 2 cents
Salam Mas,
googling2 akhirnya kesini.
Mau curhat dikit ya. Client freelance nawarin untuk kerja project di sydney kurang lebih cmn 6 bulan dgn fee per bulan 4000-5000. Perpanjangan, dilihat dari performance nanti.
Keadaan saya skr, gaji permanen di jakarta dgn gaji 10jt/bulan. status msh single. layak kah saya pindah..?? tp klo saya baca blog diatas, kok jd ga pengen kesana
Hello Donny,
Gaji 4,000-5,000 sudah cukup bgt untuk di Sydney. Tax kira-kira 20%, bisa beda tergantung jenis visanya. Gaji segitu nyaman sekali kok mas.
Pekerjaan 10 juta per bulan… nanti misalnya di Sydney cuma 6 bulan lalu balik ke Jakarta, bisa kerja di tempat yang sama lagi kah? Kalo nanti repot cari kerja lg, susah juga.
Kalau nanti ke Sydney, visa yang dipegang visa apa? Jangan sampai memakai visa yang salah, nanti malah timbul masalah baru.
Untuk layak atau tidak, yah tergantung banyak faktor. Seberapa besar kesempatan untuk kerjanya diperpanjang, atau kalau tidak nanti balik ke Jakartanya.. Hehe saya bingung juga jawabnya.
Salam.
wah seru dgr ceritanya di blog ini =)
klo boleh minta alamat emailnya donk mas, biar bs curhat2.
gmn caranya mencari pekerjaan disana klo education kita gak tinggi ?
terima kasih
salam mas,
akhirnya nemu juga postingannya
kebetulan tahun depan saya ditawarkan untuk mengambil profesi spesialis di sana, kira-kira biaya hidup minimal kalau misalnya saya tinggal berdua sama istri berapa ya mas?
trus kalo misalnya kita ngambil part-time job, kira2 kita dapat berapa?
biar bisa dipertimbangkan gitu mas,hehe
terima kasih
kek begini dibilang boring life? hahaha *ketawa spongebob*
ane aja pengen hidup semacam ini *dodol kah?*
Rosi,
Coba apply working holiday visa, lalu ke Australia untuk cari kerja langsung di sini.
Salam.
Andryo
Halo Mas Arie,
Saya kebetulan baru menulis blog post tentang standar gaji di Australia. Silahkan dilihat di sana untuk gaji.
Biaya hidup minimal tergantung kota dan gaya hidup banget sih sebenarnya. Studio apartment di Sydney sekitar 280 – 350 dollar per minggu, 1 bedroom apartment sekitar 300 – 500 dollar per minggu. Makan siang rata-rata 7-12 dollar.
Part time kalau di tempat yang genah (bukan ilegal) bisa dapat sekitar 15-22 dollar per jam.
Semoga membantu Mas.
Salam.
Andryo
info kerja di perkebunan sayur di kota SALE, 3 jam dari Melbourne. Gaji 13 AUD/jam. Syarat utama: Visa dan fisik yang kuat. More info call 0817100382.