Australia – Negara yang Nyaman tapi Mahal

Baca juga:

Australia… negeri seberang dari Indonesia. Tergolong cukup dekat, 4 jam terbang dari Jakarta, kita sudah bisa sampai Perth. 7 jam terbang dari Jakarta, sampailah di Sydney.

Australia – Negara yang Nyaman

Menurut survey PBB (United Nations) mengenai negara-negara dan kualitas hidup di dunia, Australia berada di urutan ke 2 setelah Norwegia. Bertahun-tahun, Australia selalu menempati posisi tinggi dalam survey ini. Sebagai patokan, Indonesia berada di urutan 108 di dunia. Survey ini didasarkan pada jenjang umur penduduk, kesehatan, rata-rata pendapatan, tingkat pendidikan, kebebasan politik, persamaan hak penduduk, dll.

3 bulan lamanya telah saya tinggal di Sydney, Australia. Menurut saya, memang negara ini sangat nyaman, bersih, dan aman. Gaji yang ditawarkan memang sangat tinggi, lebih tinggi dari gaji saya di London dulu. Flatmate saya orang lokal Australia, sewaktu dia kerja sebagai pelayan restoran sambil kuliah dulu, tarif 1 jam-nya 18 Dollar, belum termasuk tip. Sebagai gambaran, upah minimum di London per jam-nya 5.75 Pound (8 Dollar Australia).

Namun seiring dengan standar gaji di Australia yang tinggi, biaya hidup di Australia, khususnya Sydney juga lebih tinggi.

Australia itu Mahal

Beberapa waktu terakhir, Dollar Australia terus menanjak harganya. Dari sekitar beberapa tahun lalu, yang saya ingat harga 1 Dollar Australia = 7000 Rupiah, sekarang sudah di atas Dollar Amerika. Memang ini saat yang tepat untuk memiliki gaji dalam Dollar Australia. Namun perkembangan ekonomi yang terlampau cepat juga akan memiliki dampak negatif ke depannya. Misalnya ekspor yang berkurang, karena mahalnya produk dari Australia sehubungan dengan tingginya nilai tukar Dollar.

4 tahun lamanya saya tinggal di Eropa dan telah berkelana ke berbagai negara di sana, hanya Norwegia dan Swedia yang saya rasa setara mahalnya dengan Australia, khususnya Sydney. Kota-kota di Amerika sudah bukan bandingannya lagi.

Untuk rent, mungkin London masih mirip mahalnya. Namun untuk sembako, restoran, pakaian, dan tiket pesawat, Australia itu mahal. Sewaktu saya kerja di London, masih banyak sekali tempat-tempat makan siang dekat pusat perkantoran yang menjual porsi-an dibawah 5 pound (sekitar 7.5 Dollar Australia). Di Sydney, makan siang paling tidak akan menghabiskan 10 Dollar.

Kurangnya Kompetisi di Australia

Salah satu sebab harga-harga yang mahal di Australia adalah kurangnya kompetisi. Supermarket di Australia hanya 2 yang ukurannya paling besar, Woolworth dan Coles. Praktis merekalah yang menguasai dan mengatur harga pasaran.

Merk-merk baju di Australia, rata-rata hanyalah produk lokal. Misalnya Country Road, atau apa lagilah saya juga lupa. Bulan lalu Zara membuka toko perdananya di Sydney, dan sampai 2 minggu lamanya, pengunjung harus antri untuk memasuki toko ini. Karena memang harganya jauh lebih murah. Untuk perbandingan, coat / mantel saya di London, saya beli di toko TopMan, merk yang cukup eksklusif. Namun harganya hanya 65 Pound (dibawah 100 Dollar Australia). Di Sydney, saya sudah keliling-keliling toko, coat di sini rata-rata harganya 250-300 Dollar.

Untuk tiket pesawat, di Eropa kita bisa memilih pesawat-pesawat low budget seperti EasyJet dan Ryan Air. Tidak jarang saya membeli tiket pesawat seharga 5-30 Pound, untuk mencapai kota di negara lain. Saya tidak melebih-lebihkan, saya membeli tiket Oslo-London seharga 5 Pound. Teman-teman saya pernah membeli tiket seharga 1p (1 sen), untuk tiket yang dijual cepat untuk terbang di Minggu yang sama. Tentunya saya tidak bisa membeli tiket semacam ini karena harus mengurus visa dulu. Di Australia, tiket pesawat dari Sydney ke Melbourne dengan pesawat low budget seperti Tiger Airways dan Jetstar, paling murah 100 Dollar.

Kebetulan Flatmate saya baru pulang dari San Francisco untuk training pekerjaan selama seminggu. Dia membawa 1 koper kosong dari sini, dan sepulang dari sana koper ini terisi penuh barang belanjaan. Amerika sudah tergolong murah untuk ukuran Australia. Dia bilang makan di restoran di San Francisco, harganya bisa hanya sepertiga sampai setengah harga makanan di Sydney.

Australia Jauh dari Mana-mana

Keuntungan tinggal di Australia dari mata orang Indonesia, adalah dekatnya jarak untuk pulang ke rumah. Ini jika dibandingkan dengan Amerika, Eropa, atau Afrika. Namun keuntungan ini menjadi tidak relevan lagi menurut saya, karena hal-hal berikut:

  • Tiket pesawat yang mahal
  • Jumlah cuti yang sedikit

Harga tiket pesawat dari Sydney ke Jakarta pulang pergi adalah sekitar 700-an Dollar Australia. Bisa sih lebih murah memakai pesawat low budget, namun untuk perjalanan 7 jam, saya tidak sanggup deh ya untuk duduk tidak nyaman. Sebagai perbandingan lagi, tiket pesawat pulang pergi dari London ke Jakarta bisa seharga sama, semurah 450 Pound.

Jumlah cuti standar di Australia, hanyalah sebanyak 20 hari. Untuk anda yang membaca blog ini dari tanah air, mungkin anda kaget. 20 hari cuti itu bukannya banyak? Untuk standar Eropa, 20 itu tidak ada artinya. Jumlah cuti saya di Inggris dulu sebanyak 26 hari. Namun dibandingkan dengan Amerika yang standar hari cutinya hanya 10-15 hari setahun, Australia masih tergolong enak.

Dengan mengemukakan hal-hal ini, saya rasa dekat secara geografi ke Indonesia jadi kurang terasa nilainya.

Kesehatan

Jika anda warga negara Australia, atau memiliki visa Permanent Resident, anda bisa memanfaatkan Medicare, semacam program kesehatan pemerintah dimana untuk berobat tidak dikenakan biaya apapun. Tetapi jika anda pelajar dari Indonesia, atau pekerja dengan visa kerja sponsor seperti saya, kita diwajibkan untuk memiliki asuransi kesehatan pribadi. Harganya yang saya lihat paling murah, kira-kira sekitar 80-an Dollar sebulan. Saya membayar asuransi yang harganya di atas 100 Dollar, karena saya ingin ter-cover untuk dental / gigi, dan beberapa pilihan lain seperti fisioterapi, dll.

Menurut saya hal ini agak aneh, karena pajak yang dikenakan oleh pemerintah di sini sangatlah tinggi. Saya kurang lebih membayar pajak sebesar 20-an persen, seperti yang saya bayar di Inggris dulu. Namun semua urusan kesehatan di Inggris (atau negara-negara di Eropa barat pada umumnya) gratis total, kecuali untuk dental. Jadi, uang pajak yang saya bayarkan itu lari kemana semua?

Liburan ke Negara Lain

Untuk liburan ke negara-negara lain, harganya pun sangat mahal karena jarak yang jauh. Tiket pesawat pulang pergi ke New York dari Sydney, harganya 1800-2000 Dollar Australia. Tiket pesawat pulang pergi dari Sydney ke London adalah seharga 1700 Dollar Australia. Namun lucunya, tiket pulang pergi dari London ke Sydney harganya jauh lebih murah, entah mengapa.

Praktis keuntungan tinggal di Australia, hanyalah terasa jika kita ingin berlibur ke New Zealand, atau negara-negara kecil di Samudra Pasifik seperti Fiji.

Kesimpulan

Mohon maaf jika postingan saya kali ini agak terdengar ngedumel dan ngomel-ngomel. Karena sejak saya mendarat di Sydney, memang saya agak shock dengan harga-harga yang mahal di sini. Belum lagi sistem transportasi publik Sydney yang menurut saya agak primitif untuk ukuran kota internasional.

Sewaktu saya mendapatkan tawaran kerja di Sydney dengan imbalan gaji yang cukup tinggi, saya kira saya bisa banyak menabung. Ternyata ujung-ujungnya uang yang bisa saya tabung, tidak sebanyak yang saya perkirakan.

Dengan omelan-omelan saya di atas, tetap saya berpendapat bahwa Australia adalah tempat yang nyaman dan enak, terutama jika anda ingin settle down, berkeluarga, dan mempunyai anak. Namun jika anda masih muda, dan masih ingin keliling dunia untuk jalan-jalan, atau hidup gila-gilaan, Australia bukanlah tempat yang tepat.

Silahkan putuskan sendiri jalan hidup anda :)

Andryo Haripradono

About Andryo Haripradono

Andryo Haripradono is an Online Marketing Consultant specializing in SEO (Search Engine Optimization), Web Analytics and Conversion Optimization with UK, European, Australian, New Zealand and Asia Pacific market experience. This is his personal blog where he writes about life, passion, travel, music and the digital industry.
This entry was posted in Australia and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

92 Responses to Australia – Negara yang Nyaman tapi Mahal

  1. Rhininta,
    Agak susah juga menjawab pertanyaannya. Sepertinya sekarang agak susah mencari pekerjaan dimana-mana. Tapi pasti selalu ada kesempatan. Tergantung pengalaman dan skill pelamar kerja. Tapi secara umum, ekonomi di Australia sedang sangat maju dan selalu mencari pekerja.
    Untuk keluarga yang total pendapatannya dibawah standar Australia, akan dibantu oleh pemerintah Australia setahu saya. Boleh dicek ke website centrelink Australia.
    Andryo

  2. Hi Anne,
    Menurut website http://www.immi.gov.au/visitors/working-holiday/462/usa/eligibility.htm diperlukan AUD 5000.
    Umumnya pendatang melamar visa ini, datang ke Australia, lalu barulah mencari kerja di sini.
    Salam.
    Andryo

  3. Dean says:

    kok cutinya sedikit? saya kerja di NT Gov cuti setahun 6 mingguitu sama dengan 30 hari kerja…ditambah day off untuk keperluan kita ngurus ke bank dll 1 hari per 6 minggu…

    Kalau apa2 mahal memang iya..hiks..apalagi rent house..

  4. irfan says:

    Mas saya berminat untuk bekerja di ausi, tp terkendala bahasa inggris sy sgt jelek, pendat mas saya harus gmn… saya takut stelah nyampai ausi, sy susah dpt pkerjaan cuma gara2 terkendala bahasa inggris… mhon dbls y ms… mksi…

  5. Wah enak sekali mas Dean, cutinya 6 minggu (30 hari kerja).
    Di kantoran standard di Sydney / Melbourne, standardnya 20 hari. Mungkin karena Mas kerja di government kah?
    Andryo

  6. Mas Irfan,
    Berarti bisa belajar dulu Mas. Atau nekat aja ke sini, belajar di sini. Kalau belajar sambil praktek biasanya lebih mantap.
    Andryo

  7. ampuh says:

    Hallo Mas Andro

    Salam kenal Mas senang baca baca pengalaman Mas, mohoninformasi mas, beberapa waktu yang akan datang istri saya mau kuliah di sana apakah partner boleh bekerja mas, kebetulan bidang saya IT network engineer mas saya tertarik untuk kerja di bidang itu, apakah peluang kerja itu masih terbuka lebar disana?

    Salam

  8. Mas Ampuh,
    Terakhir saya cek sih partner boleh bekerja full-time.
    Untuk kepastiannya bisa di cek di website imigrasi Australia.
    Salam.
    Andryo

  9. syarif says:

    informasih yang sangat beguna bagi saya pribadi. jika suatu saat nanti saya ke Ausi, saya tidak akn terlalu shocked karena sudah tahu infox..thankzzz
    ,,,, btw
    Gimana dengan biaya apartement?????

  10. Mas Syarif,
    Biaya apartemen tergantung di kota mana, di daerah mana, dan type tempat tinggal. Di Sydney rata2 bisa berkisar dari $200 sampai $450 per kamar (bisa share, studio, atau sendiri) per minggu.
    Melbourne lebih murah. Kota lain lebih murah lagi.
    Salam.
    Andryo

  11. weda says:

    infona ckup mmbntu,saya mw sharing,suami saya ada rncana akan bkerja di sydney tp visa yg dy gunakan adlh visa temporary yg ada sponsorna,kbtlan saya sdng hamil,saya mw brtanya utk biaya melahirkan di sydney bgmn?krn klo emg memungkinkan saya n anak saya rncana mw ikut brsama suami,thx infona….

  12. Weda,
    Untuk permanent residence atau citizen, melahirkan tidak ada biayanya. Semua gratis (ditanggung medicare). Namun untuk visa temporary, ada biayanya. Lebih baik di cek di website rumah sakitnya, atau telfon langsung ke RS.
    Kadang-kadang airline tak membolehkan wanita hamil untuk terbang jika tinggal menunggu waktu.
    Salam.
    Andryo

  13. ajiepw says:

    Saya seorang sarjana psikologi dan sekarang sedang coba mencari kerja sambil melanjutkan studi S2 management marketing
    saya punya punya rencana tahun depan setelah lulus S2 ingin coba kerja dan menambah pengalaman di australia
    kira2 selain bahasa inggris apa saja yaa yg perlu saya persiapkan dari sekarang ?
    dan setelah itu apa yg harus saya lakukan ?
    dan apakah benar2 harus kita punya saldo minimal di tabungan utk bekerja di australia ?

    makasih sebelumnya

  14. eka says:

    mas andro,

    kebetulan suami saya mendapat tawaran untuk bekerja di perth. boleh diinformasikan kisaran biaya untuk sewa rumah (2 kamar), biaya hidup perbulan (dgn 1 balita), dan tranportasi. apakah benar pajak yang dikenakan sampai 30%?

    thanks mas..

  15. AjiePW,
    Untuk bekerja di Australia perlu visa kerja, bisa visa working holiday atau visa sponsor. Infonya bisa dilihat di website immigrasi Australia http://www.immi.gov.au/.
    Cara-cara dan ketentuan bisa dibaca di sana.
    Salam.
    Andryo

  16. Mbak Eka,
    Perth dan Sydney biaya hidupnya beda agak jauh, saya kurang tahu tepatnya untuk keadaan di Perth. Untuk melihat harga sewa rumah, bisa ke website http://www.domain.com.au/ atau http://www.realestate.com.au/rent (2 website ini yang paling besar).
    Transportasi di Perth bisa dilihat di sini http://www.transperth.wa.gov.au/.
    Besar pajak tergantung gaji, progresif, semakin besar gaji semakin besar pajak. Bisa sampai 30%.
    Salam.
    Andryo

  17. ajiepw says:

    oke makasih mas :)

  18. Mas Andryo,

    Saya ada rencana untuk ambil studi lanjut di sana.
    Saat ini saya bekerja di salah satu perusahaan mining di indonesia. Pengalaman kerja saya baru jalan ke 5 tahun.
    Saya sudah menikah.
    Yang ingin saya tanyakan : apabila saya lanjut studi di sana, bagaimana ketika membawa istri. Prosedurnya sulit tidak? dan apakah istri sambil ikut saya bisa bekerja (rencananya datang dulu ikut saya kuliah di sana dan kemudian sambil jalan sambil cari pekerjaan). Ada tips mengenai prosedur/caranya? istri saya sendiri pengalaman kerja 5 tahun di bank.
    Pertanyaan berikutnya : apabila sudah lulus nanti, saya ada rencana untuk stay beberapa tahun di sana sebelum balik lagi ke Indonesia (cari pengalaman sekaligus menaikan nilai jual ketika kembali ke Indonesia). pertanyaannya, mencari pekerjaan di sana untuk bidang mining di sana kondisi saat ini seperti apa? mudah atau sulit? kalau boleh dapat gambaran, berapa perkiraan minimum salary pekerja untuk sektor mining dengan pengalaman kerja 5 tahun.

    Terima kasih mas.

  19. Mas Den Bagus,

    1. Istri ikut harusnya mudah2 saja, asal surat2 semua jelas.
    2. Kalo gak salah sih istrinya boleh bekerja jika suami sedang studi, untuk pastinya bisa di cek di website imigrasi Australia.
    3. Cara dapet kerja? Yah bisa di apply apply aja lowongan yang ada Mas.
    4. Bidang mining sedang maju majunya, terutama di Western Australia. Jika ada skill engineer etc, harusnya sih mudah2 saja asal bahasa Inggris cap cus.
    5. Mining pengalaman 5 tahun, mungkin sekitar 100 ribu dollar per tahun atau lebih.

    Salam,

    Andryo

  20. Lily says:

    Saya ingin melanjutkan kuliah s2 di Australia sambil bekerja. Bidang pekerjaan saya Accounting & Tax. Pengalaman saya sudah 16 tahun.
    Yang ingin saya tanyakan
    1. Berapa Biaya hidup & biaya kuliah di Australia?
    2. Sulitkah mencari penghasilan di Australia?
    3. Apabila saya selesai kuliah. Apakah saya bisa bekerja di Australia & menjadi PR.

  21. Pingback: Apply Visa PR / Permanent Resident di Australia (ENS-186) - Andryo's Blog

  22. Esty says:

    Maaf mas, sya mau tanya, misalkan sya berniat kerja disana dengan suami sya nanti apakah bisa atau diperbolehkan disana? ataukah ada peraturan khusus disana?

  23. Mbak Esty,
    Tergantung visa apa yang anda dan suami anda punya. Visa kerja yah boleh bekerja. Visa student boleh bekerja max 20 jam seminggu, spouse nya boleh bekerja fulltime.
    Andryo

  24. noraliza says:

    mmmhhh……
    iri nya baca post dari mbak2 dan mas2 semuanya..
    saya pengen bgt holiday ke sana, setiap online pasti australia yg saya buka(gk terlalu jauh dr indonesia) search kotanya, tiket pesawat, tempat wisatannya dlam hati kapan yah kesana :(
    pengen sih kerja sana tapi minimnya bahasa ingg buat saya down, belum lagi experience saya cuma 2 thn di perbankan…

    oya mas andryo kira2 antara sydney dengan melbourne bagusan mana? dan cost nya murahan mana?

    thx mas andryo

  25. heri says:

    mas Andryo, saya guru les komputer, ingin sekali ke australia utk belajar ber bhs inggris saya bisa cap cus, sambilan belajar saya bisa kerja. apakah mas punya info ttg kerja di perkebunan, pertanian, peternakan atau restoran, yg penting saya bisa kerja sambil belajar. makasih.

  26. ita rosita fazariah says:

    Mas Andry saya dan 2 anak perempuan remaja ada rencana ke Sydney mau liat2kemungkinan kuliah di Sydney, mau minta info mengenai sewa apartemen yg perminggu AUD 200, rencana ke Sydney akhir November. Makasih atas bantuannya.

  27. Dewi says:

    Yg comment pada mw dateng k Oz,,, sy yg udh 7thnn mlh pngn stay di indo hikhikhiksss homesick

  28. Mbak Ita,
    Sewa apartment 200 AUD per minggu agak sulit. Rata2 studio atau 1 bedroom sekitar 400-500 per minggu. Untuk jelasnya mungkin bisa cek ke http://www.booking.com atau semacamnya.
    Salam.
    Andryo

  29. mutia says:

    Dear mas Andryo,
    Mas serius deh, sesuatu!!! :)
    Masi di Aussie brati ya mas? Ga da rencana maen ke Bali kah? #wavehand xoxoxo
    Mhn info jg ni mas, sekiranya mas Andryo tau ttg job sbg guru apakh dsna jg diapresiasi ya? Sperti ksejahteraan para guru gtu maksudnya.
    Utk kualifikasi apa jg hrs dpt special sertifikat dr aus jg kah?
    Apa kita sbg warga indo bs jadi public servant jg dsna? Hehe, mohon dibantu mas barangkali mas ada info, asekkk
    Hope your having a great day bang ;)
    Jossss…
    Makasi mas Andryo

  30. dina says:

    hi Mas Andryo,

    maret kmrn dna ke sana – marryborough – kota kecil di queensland, tapi sempet transit bebrapa hari di brissy…enak bgt terlnyata kalo di banding tinggal di jakarta yg sumpek ama macet, n punya planning untuk balik n stay di sana tp keder karena dah ada bocah..kasih saran dong gmna cari kerja d sana n mungkin ga sih skill kita di jkt bisa kepake utk gawe d sana…tq mas :)

  31. Mutia,
    Iya masih di Aussie. Bali pengen sih, mungkin sekitar Easter taun 2014.
    Harusnya sih di apresiasi ya setahu saya. Kesejahteraan kan rata2 sama di sini, memang standar kesejahteraan di Australia cukup tinggi.
    Kualifikasi.. hmm. Asal ada pengalaman atau skill yang dibutuhkan di sini, pasti ada jalan masuk.
    Salam.
    Andryo

  32. gregorius subanti says:

    Kalo ada pertanyaan sekitar pendidikan dll. Saya bisa bantu jawab. Saya kebetulan pernah berkerja dgn salah satu uni di Sydney, based in Jakarta. Tapi saya sering bolak balik juga. Informasi Mas Andryo sangat akurat, tp saya bisa bantu jwb ttg pendidikan, tinggal dll krn saya 16 thn bekerja di bidang konsultasi kependidikan dll. Semoga membantu. Saya bisa dihub di: gregorius.subanti@gmail.com atau coba google nama saya.

  33. yufonda says:

    Saya udah 8 bulan ini tinggal di sydney. Awalnya yg pengen dateng ke sydney itu suami saya. Suami saya pake visa study disini. Setelah suami saya setahun tinggal berikutnya saya nyusul. Karena suami pake visa study akhirnya saya ngurus dipendent visa dimana istri bisa ikut n bisa kerja juga. Hidup di sydney itu keras. Penuh perjuangan dan pengorbanan. Saya memutuskan nyusul suami dengan mengorbankan pekerjaan daya di indo. Dimana kerjaan saya di indo sudah sangat mapan dengan gaji 10juta perbulan. Begitu sampe sydney selama 4 bulan saya nganggur dan cukup stress. Cari kerja susah setengah mati disini. Apalagi bahasa inggris saya yg sangat jelek. Tapi akhirnya saya ikut kerja orang. Dimana bos saya ini asli jakarta dan udah PR disini. Dan itupun kerjanya kasar,sangat beda sama kerja saya yg dulu di indo. Kami sewa apartment seminggu A$200 di suburb. Sangat berat hidup disini. Tapi lagilagi saya mengingat bahwa tdk semua orang seberuntung saya bisa sampai sini. Ternyata begitu banyak orang yg pengen datang ke sini. Hehehe curhat sedikiy boleh ya mas. Skalian berbagi pengalaman. Salam kenal semua.

  34. Yoga aja says:

    salam, asyik bgt ngebaca pengalaman mas.
    saya mau tanya mas, saya msh kuliah fakultas ekonomi, sebentar lg skripsi kelar. Tapi ortu memaksa supaya saya ambil kursus bhs inggris di Australia, supaya lancarnya cap cus gitu hehe plus menambah wawasan dan pengalaman ke luar negeri.
    Memangnya ada ya mas program khusus pelajar asing yang datang ke australi untuk belajar english?, yang bagus dimana ya mas?, trus biasanya yang belajar kyk gini dari kalangan org yg sdh bekerja ya mas?

  35. Mar says:

    Wah Mas Andryo .. Saya setuju bgt tuh ma artikel mas Andryo. Saya dah setahun nih di sydney. Dan 2 hari lalu beru resign . Pkerjaan sebelumnya nanny… Sekarang lagi nyati kerja. Kerja apa ajah yg pnting halal .. Kalo ada lowongan tolong yah mas kasi tau.. Bantu sesama indo :) ) bener2 kalang kabut nie disini..
    Makasi ya mas

  36. Uno Sapto says:

    Salam Kenal mass andryo,
    Maaf mas mau Tanya niy, kira2 gmn peluang buat seorang Lulusan dari teknik lingkungan dan analis kimia disana?? Saya sudah bekerja di manufacturing selama 12th, tapi tidak sesuai dengan background…..kira2 disana lebih mengutamakan pengalaman or background pendidikan? Website APA ya mass yang bisa aku lihat ??
    Makasih banyak ya mass sebelumnya..

  37. Mas Yoga,

    Maaf saya tidak pernah kuliah di Australia jadi kurang ngerti juga yg mana tempat bagus untuk belajar bahasa Inggris.

    Belajar bahasa Inggris kan bisa di Indonesia, mungkin maksudnya ke Australia supaya bisa langsung praktek di kehidupan sehari2?

    A

  38. Mas Uno Sapto,
    Bisa ke CareerOne, Seek atau MyCareer.
    Pengalaman biasanya lebih menentukan.
    Salam.
    Andryo

  39. Cendy Lupita says:

    wah asik banget ya mas , sampai saat ini masih tinggal di sydney dong???? keren banget infonya. Saya mahasiswa sastra inggris mas, sebentar lagi selesai kuliah saya disini. saya pengen banged lulus kuliah , mau kerja di luar gak diindonesia, ya karna yang paling deket australia, jadi saya pengen banget kesana. di jakarta saya udah hampir setahun ini ngajardi australi gaji guru tuh gimana ya? terus gimana peluang untk fresgrauated disana? :) banyak gak orang indonesia yang jadi guru di sana? mungkinkah dirimu tau ?? :) :)

    thanks

  40. Uno Sapto says:

    Maaf mas mau Tanya lagi,, APA semua perusahaan hrs lwt agen ya? Trus hrs sdh punya visa Ausi or nz? Maaf mas sy Muslim..kl kota industrial yg ada mesjidnya kota APA ya?mksh banyak atas pencerahannya..:)

  41. Sellvin Willopo says:

    Mas Andryo , kalau berminat kerja di ausie tapi dana gag memadai kira2 ada solusinya gag ? Trims

  42. sri hardjono says:

    luar biasa. .terima kasih atas inspirasi dari ceritanya. .
    sebuah referensi yang mantap. .
    S1 Teknik Informatika STMIK LPKIA Bandung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>